
Semaglutide vs Tirzepatide: Mana Obat Diabetes dan Diet yang Aman untuk Jangka Panjang?
Meski tirzepatide unggul dalam penurunan berat badan, tetapi pemilihan obat tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

DAFTAR ISI
- Perbedaan Mendasar Cara Kerja
- Data Head-to-Head: Studi SURMOUNT-5
- Bagaimana dengan Keamanan Jangka Panjang?
- Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyimpulkan Mana yang Terbaik
- Kesimpulan
- Turunkan Berat Badan dengan Aman dan Terpantau dengan Program Klinis dari Halofit
Semaglutide (Ozempic/Wegovy) dan tirzepatide (Mounjaro/Zepbound) adalah dua obat yang paling banyak dibicarakan dalam pengelolaan diabetes tipe 2 dan obesitas saat ini. Keduanya bekerja lewat jalur hormon usus, namun mekanismenya tidak identik.
Simak rangkuman data uji klinis head-to-head terbaru untuk membantu memahami perbedaan efikasi dan keamanannya.
Perbedaan Mendasar Cara Kerja
Semaglutide adalah agonis reseptor GLP-1 tunggal (monoagonist), ia hanya meniru satu hormon usus, yaitu glucagon-like peptide-1.
Tirzepatide berbeda karena merupakan agonis ganda yang mengaktifkan dua reseptor sekaligus: GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide) dan GLP-1.
Para peneliti dalam studi SURMOUNT-5 menjelaskan bahwa meski tirzepatide adalah satu molekul tunggal, obat ini secara farmakologis mengaktifkan dua reseptor metabolik dengan fungsi yang saling melengkapi maupun tumpang tindih, dan aktivitas agonis ganda inilah yang diduga menjadi alasan tirzepatide memberi penurunan berat badan lebih besar dibandingkan semaglutide yang hanya bekerja pada satu reseptor.
Data Head-to-Head: Studi SURMOUNT-5
Perbandingan paling kredibel antara kedua obat ini datang dari SURMOUNT-5, uji klinis fase 3b acak, terbuka (open-label), dengan pembanding aktif, yang melibatkan 751 orang dewasa dengan obesitas atau berat badan berlebih (tanpa diabetes tipe 2).
Peserta diberikan tirzepatide dosis maksimal yang dapat ditoleransi (10 mg atau 15 mg) atau semaglutide (1,7 mg atau 2,4 mg) selama 72 minggu. Hasilnya dipublikasikan di The New England Journal of Medicine pada Mei 2025.
Temuan utama dari studi ini:
- Penurunan berat badan. Rata-rata penurunan berat badan pada kelompok tirzepatide mencapai 20,2%, dibandingkan 13,7% pada kelompok semaglutide.
- Target penurunan berat badan ekstrem. Sebanyak 31,6% peserta pengguna tirzepatide berhasil menurunkan berat badan minimal 25%, jauh lebih tinggi dibandingkan 16,1% pada kelompok semaglutide.
- Parameter kardiometabolik. Tirzepatide menunjukkan perbaikan yang secara signifikan lebih besar dibandingkan semaglutide pada minggu ke-72 untuk tekanan darah sistolik dan diastolik, kadar HbA1c, insulin puasa, trigliserida, dan kolesterol HDL.
- Risiko kardiovaskular jangka panjang. Sebuah analisis lanjutan (post-hoc) dari data SURMOUNT-5 memperkirakan penurunan risiko penyakit kardiovaskular 10 tahun ke depan sebesar 2,4% pada kelompok tirzepatide, dibandingkan 1,4% pada kelompok semaglutide. Jika diproyeksikan ke populasi AS yang memenuhi kriteria pengobatan (sekitar 85 juta orang), diperkirakan sekitar 2 juta kejadian kardiovaskular berpotensi dicegah dengan tirzepatide, dibanding sekitar 1,15 juta dengan semaglutide.
Bagaimana dengan Keamanan Jangka Panjang?
Efek samping ini paling sering muncul selama fase peningkatan dosis (dose escalation) di awal terapi.
Beberapa temuan keamanan spesifik dari studi tersebut:
- Sebanyak 4,8% peserta kelompok tirzepatide mengalami efek samping serius, dibandingkan 3,5% pada kelompok semaglutide.
- Jumlah peserta yang menghentikan terapi karena efek samping tercatat sama, yaitu 6 orang pada masing-masing kelompok.
- Efek samping gastrointestinal justru lebih sering menyebabkan penghentian terapi pada kelompok semaglutide dibandingkan tirzepatide.
Artinya, tidak ada satu obat yang secara mutlak “lebih aman” dari yang lain, keduanya memiliki profil efek samping yang relatif sebanding, dengan sedikit perbedaan pada jenis kejadian efek samping tertentu.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyimpulkan Mana yang Terbaik
Beberapa hal penting agar kesimpulan tetap objektif:
- Durasi studi masih terbatas. SURMOUNT-5 mengamati peserta selama 72 minggu (sekitar 1,5 tahun), yang tergolong studi jangka menengah. Data keamanan sungguh-sungguh jangka panjang (5–10 tahun ke atas) untuk kedua obat, khususnya terkait potensi risiko pankreatitis, gangguan kandung empedu, atau efek pada kelenjar tiroid, masih terus dikumpulkan melalui studi pascapemasaran (post-marketing surveillance).
- Populasi studi spesifik. SURMOUNT-5 dilakukan pada orang dengan obesitas tanpa diabetes tipe 2, sehingga hasilnya belum tentu identik bila diterapkan pada pasien diabetes dengan kondisi komorbid lain.
- Efektivitas bukan satu-satunya ukuran keamanan. Superioritas tirzepatide dalam penurunan berat badan tidak otomatis berarti lebih “aman”; keamanan dan efikasi adalah dua dimensi berbeda yang perlu dinilai bersamaan dengan kondisi kesehatan individu masing-masing pasien.
- Faktor biaya dan aksesibilitas. Sebuah analisis ekonomi kesehatan di Eropa mencatat bahwa biaya pengobatan tirzepatide selama 72 minggu secara signifikan lebih tinggi dibandingkan semaglutide, sehingga pertimbangan biaya turut memengaruhi keputusan klinis di banyak sistem kesehatan.
Kesimpulan
Berdasarkan bukti ilmiah terkini, tirzepatide menunjukkan keunggulan pada penurunan berat badan dan sejumlah parameter kardiometabolik dibandingkan semaglutide dalam jangka waktu 72 minggu, dengan profil efek samping yang secara umum sebanding.
Namun, “lebih efektif” tidak serta-merta sama dengan “lebih aman untuk jangka panjang”, data keamanan jangka sangat panjang untuk kedua obat masih terus berkembang.
Pemilihan antara semaglutide dan tirzepatide sebaiknya mempertimbangkan kondisi kesehatan spesifik, riwayat medis, toleransi efek samping, serta ketersediaan dan biaya obat, dan idealnya didiskusikan langsung dengan dokter spesialis gizi yang menangani.
Turunkan Berat Badan dengan Aman dan Terpantau dengan Program Klinis dari Halofit
Sedang mencari cara menurunkan berat badan yang cepat, aman, dan tetap dalam pengawasan dokter? Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc, hadir dengan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup yang disesuaikan dengan kondisi serta targetmu.
Didampingi dokter dan ahli gizi, program Halofit dirancang untuk membantu menurunkan berat badan 10–12 kg* dalam 60 hari secara sehat dan terukur.
Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih:
1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan
Cocok untuk kamu yang ingin memulai perjalanan penurunan berat badan dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari. Program ini mencakup meal plan personal dan obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan dokter sesuai kebutuhanmu.
2. Halofit Transform – Mulai dari Rp3.300.000/bulan
Program premium untuk kamu yang membutuhkan pendekatan lebih intensif melalui terapi injeksi GLP-1. Terapi ini membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung penurunan berat badan, dengan pemantauan dokter selama program.
Semua layanan tersedia melalui aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, tanpa perlu datang ke klinik.
Yuk, mulai perjalanan penurunan berat badan yang lebih terarah bersama Halofit!




