• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Selulit dan Stretch Mark
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Selulit dan Stretch Mark

Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Selulit dan Stretch Mark

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 11 Agustus 2020
Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Selulit dan Stretch Mark

Halodoc, Jakarta – Walaupun tidak berbahaya, munculnya selulit dan stretch mark dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri di depan pasangan. Apapun penyebabnya, kamu sebenarnya bisa mencegah munculnya selulit dan stretch mark maupun menghilangkannya. Hal yang dibutuhkan hanyalah sedikit komitmen dan kesabaran selama masa perawatan.

Hal yang menjadi masalah, selulit dan stretch mark sering kali dianggap sama karena bentuk dan teksturnya yang sangat mirip di kulit. Padahal, kedua kondisi ini sebenarnya berbeda lho. Lantas, apa sih perbedaannya? Yuk, simak ulasan berikut ini. 

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Selulit

Tidak Sama, Ini Perbedaan Selulit dan Stretch Mark

Munculnya selulit biasanya lebih sering dialami wanita daripada pria. Kondisi kulit yang satu ini seringkali muncul di bagian paha, bokong, pinggul, dan perut. Dikutip dari Pharma Quality, selulit berkembang di lapisan lemak yang ada di antara kulit dan otot. Saat sel-sel lemak menumpuk, lemak akan mendorong kulit, sehingga kabel otot pun tertarik ke bawah. 

Selulit dapat terjadi akibat penambahan berat badan, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, penggunaan pil atau bahkan stres. Selulit diyakini juga bisa diturunkan, tetapi hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Meskipun lebih rentan dialami orang kelebihan berat badan, siapa pun bisa mendapatkan selulit.

Stretch mark, secara medis disebut sebagai striae. Dilansir dari Live Strong, stretch mark adalah guratan berlekuk pada kulit yang paling sering muncul di perut, payudara, lengan atas, bokong, dan paha. Stretch mark pertama kali muncul dengan warna merah muda, merah, atau ungu dan kemudian memudar menjadi putih dan seiring berjalannya waktu penampilannya berkembang seperti bekas luka.

Baca juga: Tips Mengatasi Masalah Kulit yang Dialami Bumil

Stretch mark terjadi saat kulit mencoba beradaptasi dengan bentuk tubuh yang baru. Saat tubuh tumbuh atau berubah dengan cepat, kulit tidak selalu bisa menyamainya sehingga meregang. Hal ini menyebabkan kolagen rusak dan mengekspos pembuluh darah yang rusak, sehingga menimbulkan munculnya bekas luka berlekuk.

Penyebab umum dari stretch mark termasuk penambahan berat badan, kehamilan, dan binaraga ketika tubuh berubah atau tumbuh dengan cepat. Stretch mark juga bisa disebabkan oleh kelebihan produksi hormon tertentu.

Tips Mengatasi Selulit dan Stretch Mark

Mungkin sulit untuk menghilangkan selulit atau stretch mark sepenuhnya. Selulit mungkin bisa sedikit diatasi dengan menurunkan berat badan bersamaan dengan penggunaan krim vitamin E dan perawatan untuk menenangkan kulit serta membuat lapisan kulit lebih merata. Perawatan untuk stretch mark cukup mirip seperti selulit. Dengan mempertahankan gaya hidup sehat, kamu dapat meningkatkan elastisitas alami kulit untuk mencegah timbulnya stretch mark. 

Krim dan minyak yang mengandung vitamin E dan asam lemak dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kulit. Namun, untuk hasil terbaik, kamu mungkin perlu menggunakan perawatan laser atau operasi.

Baca juga: 8 Cara Menghilangkan Stretch Mark

Jika kamu punya pertanyaan lain mengenai cara menghilangkan stretch mark dan selulit dengan aman, hubungi dokter kulit yang ada di Halodoc. Tidak perlu repot pergi ke rumah sakit, lewat aplikasi Halodoc kamu bisa langsung menghubungi dokter spesialis kulit kapan saja dan di mana saja via Chat dan Voice/Video Call.

Referensi:
Live Strong. Diakses pada 2020. What Is the Difference Between Cellulite and Stretch Marks?.
Pharma Quality. Diakses pada 2020. Cellulite and Stretch Marks.