Sering Keliru, Ini Perbedaan Gejala Campak dan Alergi
Gejala campak dan alergi sering terlihat mirip, tetapi keduanya memiliki ciri khas berbeda yang penting untuk dikenali agar tidak salah penanganan.

DAFTAR ISI
- Perbedaan Gejala Campak dan Alergi
- Perbedaan Penyebab Campak dan Alergi
- Pengobatan Campak dan Alergi
- Campak pada Orang Dewasa dan Gatal: Apa yang Perlu Diketahui?
- Cara Mencegah Campak dan Alergi
- Tes Panel Alergi Kini Bisa di Rumah pakai Halodoc
Meski sama-sama menimbulkan ruam dan keluhan pada kulit, campak dan alergi sebenarnya adalah dua kondisi yang sangat berbeda.
Tak sedikit orang yang keliru membedakan keduanya karena gejalanya terlihat mirip pada awalnya.
Padahal, memahami perbedaan antara campak dan alergi penting agar penanganan yang diberikan tidak salah arah.
Campak disebabkan oleh infeksi virus yang mudah menular, sedangkan alergi muncul akibat reaksi sistem imun terhadap pemicu tertentu dan sama sekali tidak menular.
Perbedaan inilah yang membuat ciri-ciri, penyebab, hingga cara penanganan kedua kondisi tersebut perlu dikenali dengan tepat.
Perbedaan Gejala Campak dan Alergi
Campak dan alergi memiliki perbedaan dalam banyak hal, terutama gejalanya. Tanda dan gejala campak muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Tanda dan gejala campak biasanya meliputi:
- Demam.
- Batuk kering.
- Pilek.
- Sakit tenggorokan.
- Peradangan mata (konjungtivitis).
- Bintik putih kecil dengan bagian tengah putih kebiruan dengan bercak merah di rongga mulut (bintik koplik).
- Ruam kulit berupa bercak besar dan rata.
Sementara itu, gejala gejala reaksi alergi dapat bervariasi dari ringan hingga parah. Jika kamu terpapar alergen untuk pertama kalinya, gejala mungkin ringan. Gejala-gejala ini dapat menjadi lebih buruk jika berulang kali berkontak dengan alergen.
Gejala reaksi alergi ringan dapat meliputi:
- Gatal-gatal, atau bintik-bintik merah gatal pada kulit.
- Ruam.
- Gatal.
- Rhinitis alergi, yang dapat menyebabkan gejala seperti hidung tersumbat atau bersin.
- Tenggorokan gatal.
- Mata berair atau gatal.
Apabila gejala reaksi alergi ringan yang kamu alami adalah gatal-gatal, Ini Rekomendasi Obat Gatal Pada Kulit yang Ampuh di Apotek.
Sementara itu, reaksi alergi yang parah (biasanya terhadap makanan, sengatan serangga, dan obat-obatan) dapat menyebabkan gejala berikut:
- Kram atau nyeri perut.
- Diare.
- Mual atau muntah.
- Nyeri atau sesak di dada.
- Kesulitan menelan.
- Sulit bernapas.
- Mengi.
- Kecemasan.
- Palpitasi jantung.
- Muka memerah.
- Pembengkakan wajah, mata, atau lidah.
- Pusing atau vertigo.
- Kelemahan.
- Kehilangan kesadaran.
Dari pemaparan tadi, meski gejalanya mirip, perbedaan campak dan alergi sebenarnya cukup jelas, terutama kemunculan gejalanya.
Jika gejala alergi dapat muncul segera setelah berkontak dengan alergen, gejala campak butuh waktu beberapa hari hingga muncul.
Baca gejala campak lainnya di artikel Kembali Mewabah, Kenali Gejala Awal Campak pada Anak.
Perbedaan Penyebab Campak dan Alergi
Selain dari segi gejala, campak dan alergi juga memiliki perbedaan dalam hal penyebab. Apa saja perbedaannya?
1. Penyebab campak
Campak adalah penyakit yang sangat menular. Penyebabnya adalah virus yang ditemukan di hidung dan tenggorokan anak atau orang dewasa yang terinfeksi.
Campak adalah penyakit yang sangat menular. Penyebabnya adalah virus yang ditemukan di hidung dan tenggorokan anak atau orang dewasa yang terinfeksi.
Ketika pengidap campak batuk, bersin, atau berbicara, tetesan infeksi menyebar ke udara, di mana orang lain dapat menghirupnya. Tetesan infeksi dapat bertahan di udara hingga 2 jam di ruangan tertutup dengan sirkulasi yang buruk.
Tetesan infeksi juga dapat mendarat di permukaan, di mana mereka dapat hidup dan menyebar selama beberapa jam. Kamu bisa tertular virus campak ketika memasukkan jari ke dalam mulut atau hidung atau mengucek mata setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi.
Kabar baiknya, penyakit ini bisa dicegah dengan vaksinasi campak. Baca artikel Waktu yang Tepat Lakukan Vaksin Campak untuk tahu pencegahan infeksi penyakit ini.
2. Penyebab alergi
Jika campak terjadi akibat virus, alasan pasti alergi berkembang tidak jelas, tetapi beberapa zat umumnya menyebabkan reaksi alergi. Orang yang memiliki alergi biasanya alergi terhadap satu atau lebih hal berikut:
- Bulu hewan peliharaan, seperti jenis dari kucing atau anjing.
- Sengatan lebah atau gigitan serangga lain.
- Makanan tertentu, termasuk kacang-kacangan dan kerang.
- Obat-obatan tertentu, seperti penisilin dan aspirin.
- Tumbuhan tertentu.
- Serbuk sari.
- Tungau debu.
Pengobatan Campak dan Alergi
Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Pengobatan bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Istirahat yang cukup.
- Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.
- Mengonsumsi obat penurun demam dan pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen (sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter).
- Menjaga kebersihan mata dan hidung.
- Menggunakan humidifier untuk melembapkan udara dan meredakan batuk.
Pengobatan alergi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan alergi. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
- Menghindari alergen penyebab alergi.
- Mengonsumsi antihistamin untuk meredakan gejala seperti gatal-gatal, biduran, dan hidung berair.
- Menggunakan kortikosteroid topikal (krim atau salep) untuk meredakan peradangan pada kulit.
- Menggunakan dekongestan untuk melegakan hidung tersumbat.
- Menerima suntikan alergi (imunoterapi) untuk mengurangi sensitivitas terhadap alergen.
- Penggunaan EpiPen (epinefrin) pada kasus anafilaksis.
Campak pada Orang Dewasa dan Gatal: Apa yang Perlu Diketahui?
Gatal adalah keluhan umum yang sering menyertai ruam campak. Gatal dapat disebabkan oleh peradangan pada kulit akibat infeksi virus. Untuk meredakan gatal, beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Menggunakan kompres dingin pada area yang gatal.
- Mandi dengan air hangat (bukan panas).
- Mengoleskan losion kalamin atau krim anti-gatal yang mengandung mentol.
- Mengenakan pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan katun.
- Menghindari menggaruk ruam, karena dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko infeksi bakteri.
Cara Mencegah Campak dan Alergi
Penyebab campak dan alergi yang berbeda, tentu saja upaya pencegahannya juga tidak sama. Seperti apa cara mencegah campak dan alergi?
1. Pencegahan campak
Mendapatkan vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari infeksi dan penularan terhadap campak.
Vaksin campak merupakan vaksinasi rutin yang diberikan kepada anak-anak di seluruh dunia. Vaksin campak biasanya diberikan dalam dua dosis.
Anak-anak dianjurkan untuk mendapatkan dosis pertama saat berusia 12 hingga 15 bulan dan dosis kedua saat berusia 4 hingga 6 tahun.
Vaksin campak merupakan vaksin kombinasi yang juga melindungi terhadap penyakit gondongan dan rubella (vaksin MMR) atau penyakit gondongan, rubella, dan varicella (vaksin MMRV).
Apabila mengalami gejala rubella, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc, Ini Dokter yang Bisa Bantu Pengobatan Rubella.
2. Pencegahan alergi
Cara mencegah alergi lebih kompleks mengingat penyebabnya lebih variatif. Apalagi jenis alergi juga banyak.
Beberapa tindakan pencegahan alergi yang dapat kamu lakukan, yaitu:
- Menghindari alergen.
- Minum obat dapat membantu untuk mengelola gejala.
- Jika kamu berisiko mengalami anafilaksis, selalu bawa injektor otomatis epinefrin. Epinefrin adalah satu-satunya pengobatan untuk reaksi alergi yang parah. Ini hanya tersedia melalui resep dari dokter.
- Membuat catatan, kapan gejala muncul, dan apa yang bisa membantu mengatasinya.
Itulah pembahasan mengenai perbedaan gejala, penyebab, serta langkah pencegahan campak dan alergi. Ingat, anak-anak adalah kelompok usia yang rentan terinfeksi campak. Itulah sebabnya, Pentingnya Pemberian Vaksin Campak pada Anak.
Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala campak atau alergi, segera periksakan diri ke dokter. Agar mudah dan cepat, download Halodoc saja untuk bertanya pada dokter melalui chat, kapan dan di mana saja.
Tes Panel Alergi Kini Bisa di Rumah pakai Halodoc
Jika kamu masih penasaran mengidap alergi atau tidak, kamu bisa melakukan pemeriksaan Tes Panel Alergi melalui layanan di rumah melalui layanan Halodoc Home Lab.
Dengan begitu, kamu bisa menghindari faktor-faktor yang bisa memicu kondisi alergimu.
Layanan ini adalah tes laboratorium atau paket tes dari Halodoc yang pengambilan sampelnya bisa dilakukan di rumah atau di lokasi mana pun yang kamu pilih.
Ada beberapa keunggulan dari layanan tes lab ini, antara lain:
✔ Tak perlu repot keluar rumah.
✔ Hemat waktu dan biaya.
✔ Tenaga kesehatan responnya cepat.
✔ Protokol kesehatan ketat.
✔ Sampel diambil secara aman dan steril.
✔ Sampel darah/urine akan dibawa langsung ke laboratorium setelah diambil (tidak ada transit).
✔ Peralatan yang digunakan berkualitas, aman, tersegel, dan sesuai standarisasi.
✔ Harga untuk Tes Panel Alergi adalah Rp 1.900.000, dan semua layanan tes lab terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter.
✔ Setelah tes, kamu akan mendapatkan voucher 25 ribu untuk konsultasi hasil dengan dokter tepercaya dari Halodoc.
Booking Tes Panel Alergi Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.
Selain lewat aplikasi, kamu juga bisa order langsung dengan menghubungi nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Mudah sekali bukan? Pesan layanan Homelab sekarang juga!
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!


