
Sering Mengalami Biduran di Kaki? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Gejala utama biduran di kaki adalah munculnya bintul atau plak kemerahan yang berbatas tegas.

DAFTAR ISI
- Gejala yang Sering Muncul
- Penyebab Umum Biduran di Kaki
- Cara Mengatasi Biduran di Rumah
- Rekomendasi Obat Apotek
- Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Biduran di kaki, atau dalam istilah medis disebut urtikaria, adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bentol-bentol kemerahan.
Reaksi ini terjadi akibat pelepasan histamin oleh sistem kekebalan tubuh ke dalam aliran darah. Kondisi ini sering kali muncul tiba-tiba dan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat.
Namun, jika terus digaruk, area yang terkena bisa meluas dan menyebabkan iritasi lebih lanjut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa urtikaria adalah salah satu penyakit kulit alergi yang paling umum terjadi secara global.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa penanganan yang tepat sangat bergantung pada identifikasi pemicu awal.
Pemahaman mengenai karakteristik biduran sangat penting agar pengidap tidak melakukan tindakan yang memperparah peradangan.
Gejala yang Sering Muncul
Gejala utama biduran di kaki adalah munculnya bintul atau plak kemerahan yang berbatas tegas.
Tekstur kulit yang terkena biasanya terasa lebih tinggi dari area sekitarnya. Selain gatal yang intens, pengidap sering kali merasakan sensasi perih atau panas seperti terbakar pada area kaki.
Gejala ini dapat berpindah-pindah tempat atau menetap di satu lokasi selama beberapa jam. Jika ditekan, bagian tengah bentol yang memerah biasanya akan berubah menjadi putih.
Dalam beberapa kasus, pembengkakan dapat terjadi lebih dalam di bawah kulit yang dikenal sebagai angioedema.
Penyebab Umum Biduran di Kaki
Penyebab biduran di kaki sangat bervariasi, mulai dari faktor internal hingga eksternal. Reaksi alergi terhadap makanan seperti seafood, kacang-kacangan, dan telur sering menjadi pemicu utama.
Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu seperti antibiotik atau ibuprofen juga dapat memicu reaksi serupa pada kulit.
Faktor lingkungan memegang peran penting dalam memicu biduran di area kaki.
Paparan suhu dingin atau panas yang ekstrem, serta kontak dengan bahan kimia tertentu, dapat memicu munculnya bentol.
Secara fisik, penekanan berlebihan pada kaki atau gesekan dari bahan celana yang terlalu ketat juga sering diidentifikasi sebagai penyebab.
Faktor lain meliputi infeksi virus atau bakteri, stres emosional, hingga gigitan serangga.
Cara Mengatasi Biduran di Rumah
Langkah pertama untuk meredakan biduran di kaki adalah dengan melakukan kompres dingin. Suhu rendah membantu mengecilkan pembuluh darah dan meredakan pembengkakan serta rasa gatal secara instan.
Selain itu, mandi dengan air garam dipercaya dapat membantu mengurangi reaksi alergi pada permukaan kulit.
Penggunaan bahan alami seperti gel lidah buaya sangat disarankan karena memiliki sifat antiinflamasi yang menenangkan.
Mengoleskan losion yang mengandung menthol atau calamine, seperti Caladine Lotion, juga sangat efektif untuk mendinginkan kulit. Pastikan untuk tidak menggaruk area yang gatal guna mencegah risiko infeksi sekunder.
Rekomendasi Obat Apotek
Jika penanganan mandiri tidak cukup, penggunaan obat antihistamin sangat dianjurkan untuk menghentikan produksi histamin berlebih.
Obat oral yang umum tersedia di apotek meliputi Incidal-OD (Cetirizine), Alleron (CTM), atau Loratadine. Penggunaan obat-obatan ini sebaiknya mengikuti dosis yang tertera pada kemasan atau saran tenaga medis.
Selain obat minum, pengobatan topikal atau oles juga dapat membantu mempercepat penyembuhan. Bedak Herocyn atau salep yang mengandung antihistamin dapat diaplikasikan langsung pada area kaki yang terkena.
Kombinasi obat oral dan topikal biasanya memberikan hasil yang lebih efektif dalam meredakan gejala akut.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai dosis, pengidap dapat membaca artikel mengenai obat biduran paling ampuh.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Sebagian besar kasus biduran di kaki akan hilang dalam waktu kurang dari 24 jam. Namun, pemeriksaan medis diperlukan jika biduran tidak kunjung membaik atau justru semakin parah.
Segera konsultasikan ke dokter melalui layanan Halodoc jika kondisi ini sering kambuh tanpa pemicu yang jelas.
Kondisi gawat darurat harus diwaspadai jika biduran disertai dengan sesak napas, pusing hebat, atau pembengkakan pada wajah dan bibir.
Gejala ini bisa menunjukkan reaksi anafilaksis yang memerlukan penanganan medis segera. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi sistemik yang lebih serius.
Biduran di kaki merupakan reaksi umum yang bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari alergi makanan hingga tekanan fisik. Penanganan awal dengan kompres dingin dan antihistamin terbukti efektif dalam meredakan gejala.
Mengidentifikasi pemicu spesifik adalah kunci utama untuk mencegah kekambuhan di masa mendatang.
Hubungi Dokter Ini untuk Penanganan Kondisi Biduran
Berikut beberapa dokter spesialis kulit di Halodoc yang bisa kamu hubungi untuk meredakan gejala biduran:
- dr. Frieda Sp.D.V.E: Ia adalah dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman 8 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sebelas Maret pada 2022. Kini praktik di Bogor, anggota PERDOSKI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Dyah Ayu Nirmalasari Sp.D.V.E: Dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Hasanuddin (2022). Saat ini praktik di Bima, NTB, anggota PERDOSKI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E: Dokter spesialis kulit dan kelamin berpengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Udayana (2017), praktik di Denpasar, Bali, anggota PERDOSKI, dan tersedia di Halodoc.
Dokter rekomendasi tersebut siap membantu kamu menangani masalah kulit biduran yang tak kunjung hilang.
Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kapan saja dan di mana saja dengan mudah dan aman.
Kamu tidak perlu khawatir jika dokter sedang offline atau tidak tersedia. Sebab, kamu tetap bisa memesan jadwal konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Allergy and Asthma Clinical Center. Diakses pada 2026. How to Treat Hives and Skin Allergy with Home Remedies.
WebMD. Diakses pada 2026. Alternative Medicine for Hives.
Healthline. Diakses pada 2026. Home Remedies for Hives.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Chronic Hives.
Medical News Today. Diakses pada 2026. What Are Hives (Urticaria).
Everyday Health. Diakses pada 2026. 13 Natural Dry-Skin Remedies You Can DIY at Home.
Healthline. Diakses pada 2026. 15 Ways to Get Rid of Hives.
National Center for Complementary and Integrative Health. Diakses pada 2026. Aloe Vera.
Journal of Pharmaceutical Care. Diakses pada 2026. Licorice in the Treatment of Acne Vulgaris and Postinflammatory Hyperpigmentation: A Review.
Journal of Drugs in Dermatology. Diakses pada 2026. Anti-inflammatory activities of colloidal oatmeal (Avena sativa) contribute to the effectiveness of oats in treatment of itch associated with dry, irritated skin.
Penn Medicine. Diakses pada 2026. Hives (Urticaria) – Symptoms and Causes.
FAQ
1. Apakah biduran di kaki menular?
Tidak, biduran adalah reaksi sistem imun dan tidak disebabkan oleh kuman yang dapat berpindah antar individu.
2. Berapa lama biduran di kaki biasanya sembuh?
Secara umum, biduran akut dapat hilang dalam hitungan jam hingga beberapa hari, asalkan pemicunya dihindari.
3. Apakah stres bisa menyebabkan biduran di kaki?
Ya, stres emosional dapat memicu pelepasan hormon yang merangsang sel mast melepaskan histamin, sehingga memunculkan biduran.


