• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Sakit Kepala, Tanda Kolesterol Sudah Tinggi?

Sering Sakit Kepala, Tanda Kolesterol Sudah Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kolesterol tinggi adalah hal yang harus diwaspadai, karena bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Kolesterol merupakan senyawa lemak yang terdapat di dalam tubuh. Sebenarnya, tubuh membutuhkan senyawa ini untuk membantu memproduksi sel-sel sehat, hormon, dan vitamin D. Sebagian besar kolesterol diproduksi oleh organ hati, sedangkan sebagian lainnya biasa didapat dari makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Meski dibutuhkan oleh tubuh, jumlah kolesterol yang ada di dalam darah sebaiknya tetap dikontrol agar tidak terlalu tinggi. Sebab, kadar kolesterol yang berlebihan akan tertimbun di sepanjang pembuluh darah arteri sebagai plak. Jika hal ini terjadi, aliran darah mungkin terhambat. Tingginya kadar kolesterol dalam darah alias hiperkolesterolemia terjadi saat tingkat kolesterol melampaui batas normal.

Baca juga: Ini Batas Kadar Kolesterol yang Normal Bagi Wanita

Ditandai dengan Sakit Kepala dan Gejala Lainnya

Kadar kolesterol normal sebenarnya bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya. Hal ini tergantung pada risiko seseorang untuk terkena penyakit pembuluh arteri. Namun umumnya, kadar normal kolesterol adalah kurang dari 200 miligram per desiliter. Kolesterol dikatakan terlalu tinggi jika angka hasil pemeriksaan darah menunjukkan 240 miligram per desiliter. 

Lalu, apa saja ciri-ciri naiknya kadar kolesterol yang perlu diketahui? Berikut beberapa gejalanya:

1. Sakit Kepala

Salah satu gejala khas yang sering muncul sebagai tanda kolesterol naik adalah rasa sakit di kepala bagian belakang. Sakit kepala yang muncul dapat terasa sangat mengganggu dan berat, tetapi akan membaik setelah serangan kolesterol tinggi mereda.

2. Nyeri Dada

Naiknya kolesterol bisa menyebabkan gejala berupa rasa sakit alias nyeri dada di bagian depan. Biasanya, nyeri yang muncul sebagai tanda kolesterol naik juga terasa pada lengan. Nyeri biasanya akan terasa lebih menyiksa jika kolesterol naik berbarengan dengan perasaan tertekan atau stres berlebihan.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Kadar Kolesterol Saat Liburan

3. Gangguan Pencernaan

Selain memicu rasa nyeri, kolesterol tinggi juga bisa mengganggu sistem pencernaan. Hal ini karena tingginya kadar kolesterol dapat menciptakan ketidakseimbangan empedu. Akibatnya, risiko munculnya batu empedu meningkat. 

Itulah beberapa gejala khas yang sering muncul ketika kolesterol naik. Jika kamu mengalaminya, segera download aplikasi Halodoc untuk berbincang dengan dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Penting juga untuk selalu mengecek kadar kolesterol secara rutin, jika kamu memiliki riwayat kolesterol tinggi sebelumnya.

Apa Bahaya Kolesterol Tinggi?

Naiknya kolesterol dapat memicu terjadinya berbagai masalah kardiovaskular. Masalah tersebut mulai dari aterosklerosis, akumulasi kolesterol, hingga plak berbahaya di dinding arteri. Nah, plak yang menumpuk akan mengurangi aliran darah di dinding arteri, sehingga mengganggu proses sirkulasi darah.

Baca juga: Menurunkan Kolesterol atau Berat Badan, Mana yang Lebih Dahulukan?

Sebenarnya, di dalam tubuh manusia ada dua jenis kolesterol yang terdapat pada tubuh manusia, yaitu high density lipoprotein (HDL) atau lipoprotein dengan kepadatan tinggi yang sering disebut sebagai “kolesterol baik” dan low density lipoprotein (LDL) atau lipoprotein dengan kepadatan rendah yang disebut sebagai “kolesterol jahat”.

LDL berguna untuk mengangkut kolesterol dari organ hati ke bagian tubuh lain yang membutuhkan. Namun, jika jumlah LDL melebihi batas yang dibutuhkan, bisa terjadi pengendapan pada dinding arteri, sehingga menyebabkan penyakit. Untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah, apakah masih normal atau mulai berlebih, bisa dilakukan melalui pemeriksaan darah.

Jika kadar kolesterol sudah tinggi, sangat penting untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, agar terhindar dari risiko penyakit akibat kolesterol naik. Hindari konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak. Selain itu, kontrol juga berat badan dan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Meski orang gemuk tidak melulu memiliki kolesterol tinggi, kelebihan berat badan telah terbukti dapat memicu terjadinya berbagai macam penyakit.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. High Cholesterol.
Healthline. Diakses pada 2020. Symptoms of High Cholesterol.