• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Gangguan Paranoid?

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Gangguan Paranoid?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Menaruh rasa curiga pada orang lain memang terbilang hal yang manusiawi. Meski begitu, jika perasaan curiga yang ada terbilang berlebihan, mungkin saja sesuatu yang tidak biasa telah terjadi. Seseorang yang mengalami hal tersebut dapat terjadi disebabkan gangguan paranoid.

Pengidap gangguan ini cenderung sulit untuk memercayai orang lain karena mungkin kejadian di masa lalu. Selain itu, terdapat beberapa orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan paranoid. Berikut pembahasan yang lebih lengkap terkait seseorang yang dengan risiko gangguan mental ini!

Baca juga: Apa Saja Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Gangguan Paranoid?

Seseorang yang Berisiko Alami Gangguan Paranoid

Gangguan paranoid adalah salah satu masalah kepribadian eksentrik yang dapat menyebabkan pengidapnya memiliki ketidakpercayaan dan selalu menaruh rasa curiga dengan orang lain. Pengidap gangguan ini percaya jika orang lain akan melakukan sesuatu yang jahat padanya. Selain itu, orang ini juga tidak percaya terhadap motif yang diucapkan oleh orang lain dan menganggap mereka berusaha untuk menyakitinya.

Gejala-gejala lainnya yang dapat timbul saat seseorang mengidap gangguan paranoid adalah enggan untuk curhat kepada orang lain, selalu menyimpan dendam, dan selalu menemukan cara untuk merendahkan atau mengancam orang lain terkait kesalahan yang tidak fatal. Pengidap masalah ini mudah untuk merasa marah yang akhirnya bermusuhan dengan orang lain.

Lalu, faktor risiko apa saja yang dapat membuat seseorang dapat mengidap gangguan ini? Berikut ini beberapa faktor risiko tersebut:

1. Pengalaman Masa Lalu

Seseorang yang memiliki pengalaman buruk di masa lalu juga berisiko untuk terserang gangguan paranoid. Gangguan ini dapat timbul saat orang tersebut mengalami situasi yang terisolasi atau stres yang dapat menimbulkan perasaan negatif tentang diri sendiri. Beberapa pengalaman buruk di masa lalu yang menyebabkan hal ini, seperti pemerkosaan dan penyiksaan. Dengan begitu, pikiran untuk mencurigai orang lain dapat menjadi parah hingga menyebabkan paranoid.

Baca juga: Curiga Berlebihan, Waspada Gangguan Paranoid

2. Kesehatan Mental

Kamu juga dapat mengalami gangguan paranoid yang disebabkan oleh masalah mental lainnya. Beberapa masalah tersebut, seperti masalah kecemasan, depresi, hingga harga diri yang rendah. Semua hal itu dapat menimbulkan perasaan gelisah, sangat khawatir, hingga cenderung menafsirkan segala hal dengan cara yang negatif. Memang, paranoid adalah salah satu gejala dari beberapa masalah kesehatan mental.

3. Lingkungan Sekitar

Pada sebuah penelitian disebutkan jika gangguan paranoid lebih sering terjadi pada seseorang yang tinggal di lingkungan perkotaan. Hal ini juga berisiko terjadi pada seseorang yang kerap merasa terisolasi dari-dari orang-orang di sekitarnya. Selain itu, berita-berita yang dicantumkan oleh beberapa media terkait kejahatan, terorisme, dan kekerasan juga memiliki peran untuk seseorang mengidap gangguan paranoid.

4. Penyakit Fisik

Gangguan paranoid juga dapat menjadi gejala dari penyakit fisik tertentu, seperti penyakit Huntington, penyakit Parkinson, stroke, penyakit Alzheimer, dan masalah demensia lainnya. Selain itu, seseorang yang mengalami kehilangan pendengaran juga dapat memicu terjadinya masalah paranoid dalam beberapa kasus.

Baca juga: Trauma Bisa Sebabkan Seseorang Alami Gangguan Kepribadian Paranoid

Itulah beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan paranoid. Jika kamu atau orang di sekitarmu memiliki faktor risiko tersebut, ada baiknya untuk memeriksakan diri agar masalah mental tersebut tidak terjadi. Dengan begitu, kesehatan mental secara keseluruhan tetap terjaga.

Lalu, jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait gangguan paranoid, psikolog atau psikiater dari Halodoc siap membantu kapan dan di mana pun. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc dan kamu bisa mendapatkan interaksi dengan ahli medis tanpa perlu ke luar rumah. Suatu kemudahan bukan?

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Mind. Diakses pada 2020. Paranoia.