Ad Placeholder Image

Solusi Mengatasi Imunisasi 18 Bulan Terlewat dengan Aman

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 September 2026

Solusi mudah kejar imunisasi 18 bulan terlewat agar si kecil tetap sehat dan terlindungi maksimal.

Solusi Mengatasi Imunisasi 18 Bulan Terlewat dengan AmanSolusi Mengatasi Imunisasi 18 Bulan Terlewat dengan Aman

DAFTAR ISI


Imunisasi 18 bulan terlewat dapat membuat orang tua khawatir, terutama jika jadwal vaksinasi anak tidak tercatat dengan baik. Namun, kondisi ini umumnya masih dapat ditangani dengan mengevaluasi riwayat imunisasi dan membuat jadwal kejar bersama tenaga kesehatan.

Jadwal imunisasi dapat berbeda berdasarkan rekomendasi nasional, kondisi kesehatan anak, serta vaksin yang sudah diterima sebelumnya. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung mengulang vaksin tanpa mengetahui jenis dan waktu pemberian vaksin terdahulu.

Bawa buku KIA, kartu imunisasi, atau bukti vaksinasi lain saat berkonsultasi. Dokter atau petugas imunisasi akan menilai vaksin apa yang belum lengkap dan menentukan waktu pemberian berikutnya.

Jika anak sedang demam ringan atau mengalami keluhan kesehatan, sampaikan kepada dokter sebelum imunisasi. Untuk memastikan langkah yang aman, orang tua dapat konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam.

Apa yang Harus Dilakukan?

  1. Periksa catatan imunisasi. Cocokkan buku KIA atau kartu imunisasi dengan jadwal yang direkomendasikan tenaga kesehatan.
  2. Jangan menggandakan dosis. Vaksin yang terlewat biasanya tidak berarti seluruh rangkaian harus diulang, tetapi keputusan ini perlu dibuat oleh dokter.
  3. Buat jadwal kejar. Imunisasi kejar bertujuan melengkapi perlindungan anak sesuai usia dan riwayat vaksinasi.
  4. Pantau kondisi anak. Setelah vaksinasi, anak dapat mengalami nyeri ringan di lokasi suntikan atau demam ringan. Keluhan biasanya sementara, tetapi tetap pantau sesuai arahan tenaga kesehatan.
Catatan penting untuk orang tua
  1. Simpan catatan imunisasi dalam satu tempat dan tanyakan kepada petugas bila ada nama vaksin atau tanggal yang tidak jelas.
  2. Jangan memberikan obat penurun demam sebelum imunisasi tanpa anjuran dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan anak jika riwayat imunisasinya tidak diketahui, anak memiliki penyakit tertentu, pernah mengalami reaksi alergi berat setelah vaksin, atau sedang sakit. Pertolongan medis juga diperlukan bila setelah imunisasi muncul sesak napas, pembengkakan pada wajah, kejang, lemas berat, atau demam tinggi yang menetap.

Studi Terkait

Imunisasi yang terlambat dapat dilengkapi melalui jadwal kejar. Penentuan vaksin dan interval pemberiannya harus mempertimbangkan usia, riwayat imunisasi, serta rekomendasi dokter atau program imunisasi setempat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc , lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter membantu orang tua mendapatkan arahan awal mengenai catatan imunisasi yang hilang, vaksin yang tertunda, dan kondisi anak sebelum imunisasi. Dokter dapat membantu menentukan apakah anak perlu diperiksa langsung atau dapat mengikuti jadwal konsultasi berikutnya.

Referensi
World Health Organization. Immunization in the life course. Diakses pada 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis pelaksanaan imunisasi rutin. Diakses pada 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. Catch-up immunization schedule. Diakses pada 2026.
PubMed. Delayed and catch-up vaccination in children. Diakses pada 2026.

FAQ

Apakah imunisasi 18 bulan yang terlewat harus diulang dari awal?

Tidak selalu. Dokter akan menilai catatan vaksinasi anak dan menentukan vaksin yang perlu dilanjutkan atau diberikan melalui jadwal kejar.

Apakah anak tetap boleh imunisasi jika terlambat?

Pada banyak kondisi, imunisasi tetap dapat dilanjutkan setelah terlambat. Namun, anak perlu dinilai terlebih dahulu, terutama jika sedang sakit atau memiliki riwayat reaksi alergi berat.

Dokumen apa yang perlu dibawa?

Bawa buku KIA, kartu imunisasi, atau bukti vaksinasi dari fasilitas kesehatan sebelumnya. Informasi tanggal dan jenis vaksin akan membantu dokter membuat rencana imunisasi yang tepat.

Apakah demam setelah imunisasi berbahaya?

Demam ringan dapat terjadi sebagai respons tubuh dan biasanya sementara. Segera cari pertolongan jika demam tinggi menetap atau disertai sesak napas, kejang, lemas berat, maupun pembengkakan pada wajah.