• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Stres Berat Bisa Memicu Munculnya Vertigo

Stres Berat Bisa Memicu Munculnya Vertigo

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Vertigo sebenarnya bukan penyakit. Kondisi ini merupakan gejala yang dapat muncul dari beberapa penyebab yang berbeda. Ini bisa disertai dengan mual, muntah, dan gangguan keseimbangan. Selain itu, kemunculan vertigo sebagai akibat penyakit pada telinga tengah dan dalam dan dapat menjadi masalah yang dapat sembuh sendiri (dalam jangka pendek) atau dapat menjadi kronis. 

Stroke, aritmia jantung, gangguan tekanan darah, migrain, serta obat-obatan resep atau non-resep juga dapat menjadi pemicu vertigo. Selain itu, stres dan depresi sering juga dapat memicu sensasi pusing yang tidak nyaman ini. Karena vertigo dapat terjadi karena berbagai alasan, maka segera periksakan ke dokter jika mengalaminya. Terutama jika vertigo datang secara persisten. 

Baca juga: Kenali Tanda dan Penyebab Vertigo Berikut Ini

Stres Berat Memicu Terjadinya Vertigo

Stres dapat memicu vertigo dan dapat memicu kekambuhan gejala pada pengidap vertigo kronis. Vertigo memang berkaitan erat dengan stres, sebab stres merupakan sinyal tubuh untuk dapat bertahan hidup. Ketika stres terjadi, maka saraf otonom pun akan aktif, yang mencakup reaksi “pertarungan” yang disubsidi oleh adrenalin. 

Derasnya adrenalin ekstra ketika stres dapat menyebabkan gejala yang kurang menyenangkan, yaitu jantung berdebar, cemas, termasuk vertigo. Stres atau kecemasan dapat menyebabkan ketidakstabilan, itulah sebabnya dunia seakan bergerak berputar di bawah kaki. 

Selain stres, sekitar 93 persen dari kasus vertigo disebabkan oleh salah satu kondisi berikut:

  • Vertigo Posisional Benign Paroxysmal (BPPV) merupakan penyebab vertigo yang umum terjadi, ketika kristal kecil pecah dan mengapung di dalam tabung telinga bagian dalam. Tabung ini disebut sebagai kanal setengah lingkaran. BPPV biasanya menghasilkan episode pendek vertigo yang terjadi tiba-tiba dan berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. 

  • Labyrinthitis. Kondisi ini juga disebut sebagai “neuritis vestibular”, ditandai dengan iritasi dan pembengkakan pada telinga bagian dalam. Umumnya disebabkan oleh infeksi telinga bagian dalam atau virus. 

  • Penyakit Meniere. Gangguan ini disebabkan oleh penumpukan cairan berlebih di telinga bagian dalam. Orang dengan meniere sering mengalami episode vertigo yang tiba-tiba intens yang bertahan lama. 

Baca juga: Hati-Hati, 7 Kebiasaan Ini Dapat Memicu Vertigo

Selain alasan kurang umum tersebut, ada pula beberapa alasan kurang umum seseorang mengalami vertigo. Penyebab lainnya termasuk:

  • Cholesteatoma. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan kulit yang tidak teratur di telinga, tepatnya di belakang gendang telinga. Ini dapat disebabkan oleh infeksi telinga kronis yang berulang. 

  • Otosklerosis. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan tulang abnormal di telinga tengah yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. 

  • Stroke Bekuan Darah. Kondisi ini disebut juga sebagai pendarahan di otak, dapat menyebabkan gejala vertigo. 

  • Fistula Perilymphatic. Kondisi ini terjadi karena koneksi abnormal antara telinga tengah dan telinga bagian dalam memungkinkan cairan bocor ke telinga tengah. 

  • Neuroma Akustik. Ini merupakan tumor non-kanker yang berkembang di saraf utama dari telinga bagian dalam ke otak. 

  • Multiple Sclerosis (MS). Banyak orang dengan penyakit neurologis yang dikenal sebagai MS mengalami episode vertigo di beberapa titik. 

  • Penyakit Parkinson. Ini dapat memengaruhi gerakan dan keseimbangan. Pengidap penyakit ini juga mungkin mengalami vertigo. 

  • Migrain. Sekitar 40 persen orang yang mengidap migrain juga memiliki masalah dengan pusing atau keseimbangan pada suatu waktu. 

  • Diabetes. Terkadang komplikasi dari diabetes dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah dan berkurangnya aliran darah ke otak yang mengarah pada gejala vertigo. 

  • Kehamilan. Pusing dan vertigo dapat muncul selama kehamilan karena perubahan hormon, kadar gula darah rendah, tekanan pada pembuluh darah yang disebabkan oleh rahim yang membesar, atau bayi dalam kandungan yang menekan pembuluh darah yang membawa darah ke jantung. 

Baca juga: Cara Mengobati & Mengenali Penyebab Vertigo

Itulah penyebab yang umumnya mendasari terjadinya vertigo. Jika kamu mengalami gejala vertigo, segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2020. What are the Causes and Risk Factors for Vertigo?
WebMD. Diakses pada 2020. Vertigo.