
Studi: GLP-1 Oral Bisa Kurangi Nafsu Makan dan Kenikmatan Makan
Riset terbaru menunjukkan GLP-1 oral generasi baru dapat mengurangi rasa lapar sekaligus menekan kenikmatan makan lewat otak.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Hedonic Eating?
- Bagaimana Cara Kerja GLP-1 Selama Ini?
- Penelitian Menemukan Jalur Baru di Otak
- Obat Mengaktifkan Pusat Reward di Otak
- Mengurangi Kenikmatan Saat Makan
- Apa Bedanya dengan Semaglutide?
- Potensi untuk Mengatasi Kecanduan
- Apa Manfaat Temuan Ini bagi Pengobatan Obesitas?
- Apakah Obat Ini Sudah Tersedia?
- Capai Berat Badan Idealmu dengan Ikut Program Diet Klinis dari Halofit
Obat GLP-1 seperti semaglutide telah dikenal efektif membantu menurunkan berat badan dengan cara mengurangi rasa lapar. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa obat GLP-1 oral generasi baru mungkin memiliki cara kerja tambahan yang berbeda.
Dalam penelitian yang didanai oleh National Institutes of Health (NIH), para ilmuwan menemukan bahwa beberapa obat GLP-1 oral tidak hanya mengurangi rasa lapar, tetapi juga menurunkan kenikmatan saat makan (hedonic eating). Temuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan terapi obesitas, sekaligus memberikan gambaran bagaimana obat-obatan tersebut memengaruhi sistem penghargaan (reward system) di otak.
Apa Itu Hedonic Eating?
Hedonic eating adalah kebiasaan makan yang didorong oleh rasa senang atau kenikmatan, bukan karena tubuh benar-benar membutuhkan energi.
Contohnya, seseorang tetap ingin mengonsumsi:
- makanan penutup setelah merasa kenyang,
- camilan manis saat sedang bosan,
- makanan tinggi lemak atau gula hanya karena terasa lezat.
Kebiasaan ini diketahui berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan obesitas.
Bagaimana Cara Kerja GLP-1 Selama Ini?
Obat GLP-1 seperti:
- Semaglutide (Ozempic, Wegovy, Rybelsus),
- Liraglutide,
- Tirzepatide (bekerja pada GLP-1 dan GIP),
selama ini diketahui bekerja dengan:
- Memperlambat pengosongan lambung,
- Meningkatkan rasa kenyang,
- Mengurangi nafsu makan,
- Membantu mengontrol kadar gula darah.
Efek tersebut terutama berasal dari pengaruh obat terhadap area otak yang mengatur rasa lapar, seperti hipotalamus dan batang otak.
Penelitian Menemukan Jalur Baru di Otak
Peneliti dari University of Virginia mempelajari dua obat GLP-1 oral berbentuk molekul kecil (small-molecule GLP-1 receptor agonists), yaitu:
- Orforglipron, salah satu kandidat obat oral yang telah menunjukkan hasil menjanjikan dalam uji klinis,
- Danuglipron, obat oral yang masih dalam tahap penelitian.
Berbeda dengan semaglutide yang merupakan peptida, kedua obat tersebut berbentuk molekul kecil sehingga dapat dibuat dalam bentuk tablet dan berpotensi lebih mudah diproduksi.
Dalam penelitian menggunakan tikus yang telah dimodifikasi agar memiliki reseptor GLP-1 menyerupai manusia, peneliti mengamati aktivitas berbagai bagian otak setelah pemberian obat.
Obat Mengaktifkan Pusat Reward di Otak
Selain memengaruhi pusat pengatur rasa lapar, peneliti menemukan bahwa obat GLP-1 oral juga mengaktifkan amigdala sentral (central amygdala).
Bagian otak ini berperan dalam:
- Mengatur emosi,
- Memproses penghargaan (reward),
- Membentuk keinginan terhadap makanan.
Temuan ini cukup mengejutkan karena sebelumnya para ilmuwan belum mengetahui bahwa obat GLP-1 dapat memengaruhi area otak tersebut secara langsung.
Mengurangi Kenikmatan Saat Makan
Saat amigdala sentral diaktifkan, peneliti menemukan adanya penurunan pelepasan dopamin pada jalur reward otak ketika tikus mengonsumsi makanan yang disukai.
Dopamin merupakan zat kimia otak yang memberikan rasa senang dan puas setelah melakukan aktivitas tertentu, termasuk makan.
Akibatnya:
- Makanan menjadi terasa kurang “menggoda”,
- Keinginan makan karena rasa senang berkurang,
- Tikus lebih sedikit makan meski makanan tersebut sangat disukai.
Dengan kata lain, obat tidak hanya membuat tubuh merasa kenyang, tetapi juga mengurangi dorongan psikologis untuk terus makan demi mendapatkan kenikmatan.
Jika butuh saran tentang pola makan sesuai kondisi tubuhmu, Ini Rekomendasi Dokter Gizi di Halodoc yang Bisa Dihubungi.
Apa Bedanya dengan Semaglutide?
Penelitian ini tidak menunjukkan bahwa semaglutide tidak memiliki efek pada sistem reward.
Namun, penelitian lebih banyak berfokus pada obat GLP-1 oral molekul kecil, yang tampaknya mampu memengaruhi jalur otak berbeda dibandingkan GLP-1 peptida seperti semaglutide.
Artinya, generasi baru obat GLP-1 mungkin memiliki mekanisme kerja yang lebih luas dibandingkan yang selama ini diketahui.
Meski demikian, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan untuk memastikan apakah efek tersebut juga terjadi dalam praktik klinis.
Potensi untuk Mengatasi Kecanduan
Karena memengaruhi sistem reward, para peneliti kini mulai mengeksplorasi kemungkinan penggunaan GLP-1 untuk kondisi selain obesitas.
Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa obat GLP-1 mungkin dapat membantu mengurangi:
- Keinginan mengonsumsi alkohol,
- Kecanduan nikotin,
- Perilaku makan kompulsif,
- Bahkan ketergantungan terhadap zat adiktif tertentu.
Meski hasil awal terlihat menjanjikan, penggunaan GLP-1 untuk gangguan adiksi masih memerlukan uji klinis lebih lanjut sebelum dapat direkomendasikan.
Apa Manfaat Temuan Ini bagi Pengobatan Obesitas?
Banyak orang mengalami kesulitan mempertahankan berat badan karena bukan hanya rasa lapar yang memicu makan, tetapi juga dorongan emosional dan kenikmatan terhadap makanan.
Jika obat GLP-1 oral benar-benar mampu mengurangi kedua mekanisme tersebut, terapi obesitas di masa depan berpotensi menjadi lebih efektif.
Selain itu, obat oral memiliki beberapa kelebihan, seperti:
- Tidak memerlukan suntikan,
- Lebih praktis digunakan setiap hari,
- Berpotensi diproduksi dengan biaya lebih rendah dibandingkan obat biologis suntik.
Pahami lebih dalam soal Obesitas – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya supaya kamu lebih waspada dengan kondisi ini.
Apakah Obat Ini Sudah Tersedia?
Sebagian obat GLP-1 oral masih berada dalam tahap penelitian atau pengembangan.
Sementara itu, Rybelsus (semaglutide oral) telah tersedia untuk pengobatan diabetes tipe 2 di beberapa negara, sedangkan kandidat obat seperti orforglipron masih menjalani proses evaluasi untuk berbagai indikasi, termasuk obesitas.
Karena itu, hasil penelitian ini belum dapat langsung diterapkan pada seluruh obat GLP-1 yang digunakan saat ini.
Capai Berat Badan Idealmu dengan Ikut Program Diet Klinis dari Halofit
Sedang mencari cara menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter?
Kini kamu bisa mencapainya lewat Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.
Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara.
Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.
Program ini dirancang untuk membantu kamu menurunkan berat badan 10-12 kg* dalam 2 bulan dengan cara yang sehat dan aman, di bawah pengawasan dokter dan dietisien.
Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:
1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari.
Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.
2. Halofit Transform – Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1.
Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan.
Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.
Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.
Tunggu apa lagi? Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!







