Ad Placeholder Image

Suka Minum Boba? Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   06 Februari 2026

Boba tinggi akan gula dan kalori, yang bisa memicu peningkatan berat badan serta memperbesar risiko obesitas.

Suka Minum Boba? Ini Dampaknya Bagi KesehatanSuka Minum Boba? Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

DAFTAR ISI


Boba adalah minuman populer yang berasal dari Taiwan. Minuman ini biasanya terdiri dari teh (hitam, hijau, atau oolong), susu, pemanis, dan bola-bola tapioka kenyal yang disebut boba atau pearls.

Popularitas boba terus meningkat, terutama di kalangan anak muda. Namun, di balik kenikmatannya, terdapat beberapa dampak boba bagi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Yuk, simak selengkapnya informasi mengenai dampak boba bagi kesehatan tubuh.

Apa Dampak Boba bagi Kesehatan?

Minuman boba (bubble tea), terutama yang bergula tinggi dan berukuran besar, memiliki beberapa dampak kesehatan yang penting untuk diketahui.

Secara umum, boba paling aman dinikmati sebagai minuman sesekali, bukan sebagai minuman rutin setiap hari.

1. Tinggi gula dan kalori

Boba biasanya mengandung banyak gula dan kalori. Bahkan, satu gelas boba bisa melebihi batas gula harian yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI, yaitu 50 gram atau 4 sendok makan per hari.

Hal ini berkontribusi pada:

  • Peningkatan berat badan.
  • Obesitas.
  • Peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung.
  • Kerusakan gigi.

Minuman manis seperti boba seringkali memberikan kalori tanpa nutrisi signifikan. Menurut WHO, asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

2. Lonjakan gula darah

Boba dibuat dari pati singkong yang memiliki glycemic index (GI) tinggi, menyebabkan lonjakan gula darah cepat.

Ini bisa menjadi masalah bagi orang dengan diabetes atau yang berisiko mengalami resistensi insulin.

Konsumsi makanan atau minuman dengan GI tinggi secara teratur dapat mengganggu kontrol gula darah.

Ketahui lebih jauh mengenai Resistensi Insulin (Insulin Resistance), Ini Faktor Risiko dan Dampaknya bagi Kesehatan.

3. Nutrisi yang minim

Mutiara tapioka umumnya hampir tidak memiliki serat, vitamin, atau protein, hanya karbohidrat sederhana.

Ini berarti, banyak kalori namun minim nutrisi bagi tubuh.

Padahal, tubuh memerlukan asupan serat, vitamin, dan protein yang cukup untuk menjaga kesehatan dan fungsi organ tubuh yang optimal.

4. Masalah pencernaan

Beberapa orang bisa mengalami:

  • Sembelit atau kembung karena kandungan pati tapioka yang sulit dicerna jika dimakan berlebihan.
  • Gangguan pencernaan seperti mual bila dikonsumsi terlalu manis atau dalam porsi besar.

Penting untuk memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi boba, terutama jika memiliki riwayat masalah pencernaan.

5. Kafein dan efeknya

Boba biasanya dibuat dari teh (hitam, hijau, oolong), sehingga mengandung kafein. Kafein dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan:

  • Gelisah.
  • Sulit tidur.
  • Jantung berdebar.
  • Sakit kepala.
  • Dehidrasi ringan, terutama jika minum banyak dalam sehari.

Bagi individu yang sensitif terhadap kafein, penting untuk membatasi konsumsi boba, terutama pada sore atau malam hari.

Yuk, mulai waspadai risiko obesitas akibat konsumsi minuman manis seperti boba. Sebab faktanya, Obesitas Tingkatkan Risiko Terkena 9 Penyakit Ini. 

Apakah Ada Sisi Positif Boba?

Bahan dasar boba yaitu teh, mengandung antioksidan yang baik untuk jantung dan metabolisme jika dikonsumsi tanpa gula berlebih.

Antioksidan dalam teh dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Tetapi, manfaat itu bisa hilang atau tertutupi oleh gula dan sirup manis dalam boba.

Tips Konsumsi Boba yang Lebih Sehat

Berikut ini tips konsumsi boba agar lebih sehat:

  • Pilih minuman dengan kandungan gula rendah (less sugar).
  • Pesan ukuran gelas yang lebih kecil.
  • Pilih teh non-gula atau tanpa susu berlemak tinggi.
  • Kurangi topping yang manis.
  • Hanya nikmati boba sebagai sesekali, bukan minuman harian.

Alternatif Boba yang Lebih Sehat

Jika tetap ingin menikmati minuman serupa boba, kamu bisa mencoba beberapa alternatif yang lebih sehat, seperti:

  • Boba dengan pemanis alami: Ganti gula pasir dengan madu, stevia, atau sirup maple dalam jumlah sedikit.
  • Boba buah: Tambahkan potongan buah segar sebagai pengganti topping manis.
  • Boba teh herbal: Gunakan teh herbal tanpa kafein sebagai bahan dasar.
  • Boba tanpa boba: Nikmati minuman teh susu tanpa tambahan bola tapioka.

Kesimpulan

Minuman boba tidak berbahaya secara langsung. Namun, konsumsi boba rutin yang tinggi gula dan kalori dapat berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk obesitas, diabetes, kerusakan gigi, atau gangguan metabolik jika terlalu sering diminum.

Konsumsi boba sebaiknya dibatasi dan diimbangi dengan gaya hidup sehat, seperti diet seimbang dan olahraga teratur.

Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang dampak boba bagi kesehatan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli dan tepercaya.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. What These 11 Drinks Do to Your Teeth? What Is the Nutritional Value of Boba?
Very Well Fit. Diakses pada 2025. Boba Nutrition Facts: Calories, Carbs, and Health Benefits of Boba.
WebMD. Diakses pada 2026. Is Bubble Tea Bad for You?

FAQ

1. Apakah boba menyebabkan kanker?

Tidak ada bukti ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa boba menyebabkan kanker. Namun, konsumsi boba berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes, yang merupakan faktor risiko kanker.

2. Berapa batas aman konsumsi boba dalam seminggu?

Sebaiknya batasi konsumsi boba maksimal 1-2 kali dalam seminggu, dengan memperhatikan kandungan gula dan ukuran porsi.

3. Apakah boba aman untuk ibu hamil?

Ibu hamil perlu membatasi konsumsi boba karena kandungan gula dan kafeinnya. Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan saran yang lebih personal.