Tak Hanya Menopang Tubuh, Ini 4 Fungsi Tulang Paha Manusia
Tulang paha merupakan tulang yang penting untuk menopang tubuh dan menahan berat badan saat berdiri dan beraktivitas.

DAFTAR ISI
Tulang paha atau femur adalah tulang terpanjang dan terkuat di tubuh manusia. Tulang ini merentang sepanjang dari pinggul hingga lutut.
Tulang paha juga sangat kuat dan tidak mudah patah. Biasanya, dibutuhkan trauma berat, seperti jatuh atau kecelakaan mobil untuk mematahkan tulang paha.
Hati-hati, patah tulang paha bisa berakibat fatal karena bisa menyebabkan perdarahan internal yang signifikan.
Lantas, apa fungsi tulang paha? Yuk, cari tahu di sini.
Fungsi Tulang Paha
Tulang paha memiliki fungsi penting bagi tubuh, mulai dari menahan beban tubuh hingga terlibat dalam proses memproduksi sel darah.
1. Menahan Beban Tubuh
Salah satu fungsi utama tulang paha adalah untuk menopang berat tubuh pada kaki, sementara semua tulang kaki lainnya melekat di bagian bawah tulang paha.
Tulang ini sangat kuat, sehingga bisa menahan beban tubuhmu saat berdiri dan bergerak.
2. Menstabilkan Tubuh Saat Bergerak
Bukan hanya menopang berat tubuh, tulang paha juga yang memungkinkan tubuh untuk berdiri dengan mantap dan seimbang.
Tanpa tulang paha, kamu tidak bisa berdiri dengan tegap. Tulang ini juga menjadi penyeimbang tubuh saat bergerak.
3. Menjadi Penghubung Pinggul dengan Lutut
Fungsi penting tulang paha lainnya adalah menghubungkan pinggul dan lutut.
Tulang ini juga menghubungkan otot, tendon, dan ligamen di pinggul dan lutut ke seluruh tubuh.
4. Memproduksi Sel Darah dan Menyimpan Lemak
Tidak hanya membantu menopang dan menstabilkan tubuh, tulang paha juga berperan penting dalam memproduksi sel darah dan menyimpan lemak.
Hal itu karena terdapat sumsum tulang kuning dan merah di batang tulang paha.
Anatomi Tulang Paha
Ada empat jenis tulang di tubuh, yaitu tulang panjang, tulang pendek, tulang pipih, dan tulang tidak beraturan.
Nah, tulang paha termasuk jenis tulang panjang. Tulang ini memiliki jaringan tulang spons di kedua ujungnya dan rongga berisi sumsum tulang di batangnya.
Ujung tulang paha yang paling dekat dengan jantung (ujung proksimal) disebut caput femoralis. Ini adalah bagian bola dari sendi pinggul ball-and-socket.
Di bawah caput femur adalah leher dan trokanter mayor. Trokanter mayor melekat pada tendon yang terhubung ke gluteus minimus dan otot gluteus medius. Otot-otot ini menarik kaki untuk membantu berjalan dan berlari.
Di bawah trokanter mayor adalah trokanter minor, terletak di dasar leher femur. Lesser trochanter adalah bagian tulang paha yang menempel pada sepasang otot yang membantu melenturkan paha untuk mengangkat kaki ke depan.
Di bawah trokanter minor adalah tuberositas gluteal, di mana gluteus maximus melekat.
Batang utama tulang paha dikenal sebagai tubuh. Ujung distal tulang paha (ujung terjauh dari jantung) adalah di mana ia terhubung dengan patela (tutup lutut), dan tulang kaki bagian bawah (tibia dan fibula).
Ujung tulang paha ini memiliki pelana yang bertumpu di atas tibia. Ini memiliki tepi bulat di kedua sisi sendi lutut, yang dikenal sebagai kondilus. Depresi antara kondilus disebut alur patela.
Di dalam tubuh tulang paha adalah rongga meduler, yang berisi sumsum tulang. Di ujung tulang paha adalah area tulang kompak, yang padat dan tidak mengandung sumsum.
Sekitar tulang kompak adalah tulang spons, yang memiliki banyak rongga kecil tersebar di seluruh itu. Leher dan kepala femur terdiri dari tulang spons.
Masalah yang Bisa Terjadi di Tulang Paha
Tulang paha atau femur adalah tulang terpanjang dan terkuat di tubuh manusia.
Meski begitu, tulang ini juga bisa mengalami berbagai masalah kesehatan yang memengaruhi mobilitas dan kualitas hidup. Berikut beberapa kondisi yang umum terjadi pada tulang paha:
- Fraktur femur (patah tulang paha)
- Fraktur bisa terjadi akibat trauma besar, seperti kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari ketinggian.
- Gejalanya berupa nyeri hebat, bengkak, perubahan bentuk paha, hingga ketidakmampuan menahan beban tubuh.
- Penanganan biasanya memerlukan operasi pemasangan pen, sekrup, atau plat logam agar tulang kembali stabil.
- Osteoporosis pada tulang paha
- Kondisi ini membuat tulang femur menjadi rapuh dan mudah retak.
- Umumnya terjadi pada lansia, terutama wanita pascamenopause akibat berkurangnya hormon estrogen.
- Pencegahannya dengan menjaga asupan kalsium, vitamin D, olahraga teratur, dan terapi obat bila diperlukan.
- Nekrosis avaskular (kematian jaringan tulang)
- Terjadi ketika aliran darah ke tulang paha terganggu, sehingga jaringan tulang mulai mati.
- Kondisi ini bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih, penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang, atau trauma.
- Jika tidak ditangani, nekrosis avaskular bisa menyebabkan kerusakan sendi panggul permanen.
- Infeksi tulang (osteomielitis)
- Infeksi bakteri dapat menyerang tulang paha, menyebabkan nyeri, demam, dan pembengkakan.
- Biasanya terjadi setelah operasi tulang atau akibat penyebaran bakteri dari infeksi lain di tubuh.
- Pengobatannya memerlukan antibiotik jangka panjang atau pembedahan untuk membersihkan area terinfeksi.
- Tumor tulang
- Tumor jinak maupun ganas bisa muncul di tulang paha.
- Gejalanya meliputi nyeri terus-menerus, benjolan, dan tulang yang mudah patah.
- Diagnosis dilakukan dengan rontgen, MRI, atau biopsi, dan pengobatan tergantung jenis tumornya.
Nah, itulah anatomi dan fungsi penting dari tulang paha. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang paha dengan berolahraga secara rutin, dan memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tulang.
Jika mengalami gejala kesehatan pada tulang, hubungi dokter spesialis orthopedi di Halodoc.
Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



