• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tak Selalu Obsesif Kebersihan, Kenali Tanda OCD
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tak Selalu Obsesif Kebersihan, Kenali Tanda OCD

Tak Selalu Obsesif Kebersihan, Kenali Tanda OCD

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 19 Desember 2022

“Tanda obsessive compulsive disorder (OCD) tidak melulu obsesi terhadap kebersihan. Berbagai tanda lainnya yaitu obsesi terhadap pengaturan dan simetri, memiliki pikiran tabu, atau obsesi mengumpulkan barang yang tidak dibutuhkan.”

Tak Selalu Obsesif Kebersihan, Kenali Tanda OCDTak Selalu Obsesif Kebersihan, Kenali Tanda OCD

Halodoc, Jakarta – OCD merupakan kondisi kesehatan mental ketika seseorang sering memiliki pikiran dan obsesi yang membuatnya melakukan suatu perilaku secara berulang (kompulsif). Perilaku berulang ini bisa sangat mengganggu aktivitas dan interaksi sosial pengidapnya. 

Tanda OCD yang paling dikenal yaitu obsesif terhadap kebersihan. Seseorang merasa cemas jika melihat lingkungannya kotor dan rasa takut berlebihan terhadap kuman. Hal tersebut membuat pengidapnya secara kompulsif membersihkan serta memastikan tidak ada debu yang tertinggal. Namun, sebenarnya obsesif terhadap kebersihan hanyalah salah satu tanda OCD. Masih ada jenis dan tanda OCD yang perlu dikenali. 

Berbagai Jenis dan Tanda OCD yang Perlu Dikenali

Tidak semua pengidap OCD memiliki tanda atau obsesi yang sama. Tanda OCD dapat bervariasi tergantung pada jenisnya. Namun, seseorang mungkin bisa memiliki beberapa gejala dari setiap jenis OCD. 

Berikut ini tanda OCD berdasarkan dengan jenisnya:

1. Cleaning and contamination

Pengidap jenis OCD ini memiliki pikiran obsesif tentang sakit dan kuman. Mereka memiliki obsesi terhadap kebersihan, melebihi cara normal orang mempraktikan kebersihan. Gejala OCD jenis cleaning and contamination yaitu:

  • Selalu khawatir tentang kuman atau penyakit. 
  • Memiliki ketakutan berlebihan dengan paparan darah, zat beracun, virus, atau sumber kontaminasi lainnya. 
  • Selalu obsesi untuk mencuci tangan atau membersihkan barang-barang yang terkontaminasi.
  • Memiliki ritual pembersihan yang sangat berlebihan. Contohnya, menggosok tangan atau permukaan benda yang akan dibersihkan secara berkali-kali. 

2. Symmetry and ordering

Jenis OCD selanjutnya yaitu symmetry and ordering, yang pengidapnya memiliki obsesi terhadap presisi simetri dan keteraturan di sekitarnya. Namun, perilaku pengaturan tersebut terlalu berlebihan dan berbeda dengan mengatur serta merapikan rumah seperti pada umumnya. 

Orang dengan OCD jenis ini menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengatur objek secara berulang kali hingga memenuhi standar tertentu. Sementara itu gejala lainnya berupa:

  • Barang-barang yang dimiliki harus sejajar secara jarak dan presisi tertentu.
  • Memiliki kebutuhan untuk simetri dalam tindakan. Misalnya, jika kamu menggaruk lutut kiri, maka lutut kana juga harus digaruk meskipun tidak perlu. 
  • Memiliki dorongan untuk mengatur barang sampai terasa “pas”.
  • Memiliki ritual menghitung, seperti perlu menghitung ke nomor tertentu beberapa kali.
  • Memiliki pikiran magis, atau percaya sesuatu yang buruk akan terjadi jika kamu tidak mengatur segala hal dengan cara yang benar.

3. Forbidden thought

Orang dengan jenis OCD ini memiliki pemikiran terlarang yang mengganggu jika pikiran tersebut terpikirkan. Setiap orang mungkin memiliki pemikiran tabu (yang tidak dapat diterima) sesekali. Namun orang dengan OCD jenis ini mungkin lebih sulit membiarkan pikiran terlarang tersebut muncul.

Gejalanya berupa:

  • Pikiran terlarang atau tabu biasanya bersifat seksual atau kekerasan.
  • Memiliki rasa bersalah, malu, atau kesulitan tentang pikiran yang terlarang.
  • Selalu khawatir jika akan bertindak berdasarkan pikiran yang mengganggu, atau merasa sebagai orang jahat jika membiarkan pikiran tersebut.
  • Sering khawatir bahwa dirinya akan menyakiti diri sendiri atau orang lain tanpa sengaja. 
  • Memiliki perasaan tanggung jawab terus menerus karena menyebabkan hal buruk terjadi.
  • Memiliki ritual untuk menghilangkan atau membatalkan pikiran. 

4. Hoarding

Jenis OCD berikutnya yaitu hoarding atau menimbun. Pengidapnya merasa tidak ingin membuang benda apa pun, meskipun suatu benda sudah tidak memiliki nilai atau fungsi. Pengidap OCD jenis ini sering kali mengumpulkan koran bekas, pakaian, bungkus makanan, dan benda lain tanpa alasan yang jelas. Gejala lainnya dapat berupa:

  • Khawatir jika membuang sesuatu dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain.
  • Selalu memiliki kebutuhan untuk mengumpulkan sejumlah barang untuk diri sendiri atau orang lain dari bahaya.
  • Memiliki ketakutan ekstrem membuang barang penting atau tidak penting secara tidak sengaja.
  • Memiliki dorongan untuk membeli banyak barang yang sama, bahkan ketika tidak membutuhkan sebanyak itu. 
  • Kesulitan membuang barang, karena jika menyentuhnya dapat menyebabkan kontaminasi kuman. 

Perlu dipahami, hoarding dalam konteks OCD berbeda dengan gangguan penimbunan. Perbedaan utama keduanya adalah tekanan yang berkaitan dengan penimbunan. Pengidap OCD yang melakukan penimbunan tidak menginginkan semua barang yang dikumpulkan, tapi mungkin merasa terdorong untuk menyimpannya hanya karena pikiran obsesif atau kompulsif.

Itulah jenis-jenis dan tanda OCD yang perlu diketahui. Sering kali gejala OCD sangat mengganggu interaksi sosial dan aktivitas sehari-hari, sehingga diperlukan penanganan untuk mengatasinya. 

Untuk mendapatkan penanganan atau terapi untuk mengatasi OCD sebaiknya bicarakan pada psikolog atau psikiater. Kamu juga bisa membuat janji medis dengan profesional yang tepat melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Are There Types of OCD?
GoodRx Health. Diakses pada 2022. What Are the 4 Main Types of Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Obsessive-compulsive disorder (OCD)