Tangan Kesemutan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kesemutan terjadi ketika saraf mengalami gangguan dalam mengirimkan sinyal ke otak.

DAFTAR ISI
- Bagaimana Tangan Kesemutan Bisa Terjadi?
- Kenali Penyebab Tangan Kesemutan
- Begini Cara Mengatasi Tangan Kesemutan
- Apa Kata Riset?
Kesemutan di tangan merupakan sensasi yang umum dirasakan oleh banyak orang.
Meskipun sering dianggap sepele, kondisi ini bisa menjadi tanda dari gangguan ringan hingga masalah kesehatan serius. Sensasi ini biasanya digambarkan seperti rasa tertusuk jarum atau mati rasa pada jari, tangan, atau lengan.
Agar tidak menyepelekan kondisi ini, penting untuk memahami bagaimana tangan kesemutan bisa terjadi, apa saja penyebabnya, hingga cara mengatasinya secara tepat.
Bagaimana Tangan Kesemutan Bisa Terjadi?
Tangan kesemutan, atau dalam istilah medis disebut parestesia, terjadi ketika saraf mengalami gangguan dalam mengirimkan sinyal ke otak.
Gangguan ini bisa bersifat sementara atau kronis, tergantung pada penyebabnya.
Kesemutan yang sementara umumnya disebabkan oleh tekanan pada saraf akibat posisi tubuh yang kurang tepat, seperti saat tidur dengan tangan tertindih.
Saraf sensorik di tangan membawa informasi ke otak tentang sentuhan, suhu, dan nyeri.
Jika jalur komunikasi ini terganggu, baik karena kompresi, peradangan, atau kerusakan, maka otak akan menerima sinyal yang salah, sehingga muncullah sensasi kesemutan.
Kenali Penyebab Tangan Kesemutan
Tangan kesemutan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan hingga yang lebih serius.
Inilah berbagai penyebab tangan kesemutan yang perlu kamu ketahui:
1. Posisi Tubuh yang Salah
Salah satu penyebab paling umum dari tangan kesemutan adalah tekanan yang terlalu lama pada saraf atau pembuluh darah karena posisi tubuh yang tidak ergonomis.
Misalnya, saat kamu tidur dengan tangan tertindih atau duduk terlalu lama dengan lengan menekan meja.
Kondisi ini menyebabkan aliran darah terganggu dan saraf mengalami kompresi sementara.
Begitu tekanan dilepaskan, aliran darah dan impuls saraf kembali normal, dan sensasi kesemutan akan menghilang dalam beberapa menit.
2. Carpal Tunnel Syndrome
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi ketika saraf median, yang berjalan dari lengan bawah ke tangan, terjepit di pergelangan tangan.
Gejala CTS meliputi kesemutan, mati rasa, dan rasa terbakar pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.
Kondisi ini sering terjadi pada orang yang melakukan gerakan tangan berulang, seperti mengetik, menggunakan mouse, atau bekerja di pabrik.
Jika tidak ditangani, CTS bisa menyebabkan kelemahan otot tangan.
3. Diabetes
Neuropati perifer adalah komplikasi umum dari diabetes, di mana kadar gula darah yang tinggi merusak saraf di seluruh tubuh, termasuk di tangan dan kaki.
Kesemutan karena diabetes biasanya terjadi secara bertahap dan bisa menjadi kronis.
Menurut American Diabetes Association, sekitar 50 persen penderita diabetes mengalami beberapa bentuk neuropati.
4. Defisiensi Vitamin
Kekurangan vitamin tertentu, terutama vitamin B12, dapat menyebabkan kerusakan pada saraf perifer.
Vitamin B12 penting untuk menjaga kesehatan sistem saraf, dan defisiensinya bisa menyebabkan kesemutan, kelemahan otot, hingga gangguan kognitif.
Vitamin B12 umumnya diperoleh dari makanan hewani. Oleh karena itu, vegetarian atau vegan berisiko lebih tinggi mengalami defisiensi ini jika tidak mengonsumsi suplemen.
Nah, Ini 5 Rekomendasi Vitamin B12 untuk Pembentukan Sel Darah Merah.
5. Penyakit Autoimun
Beberapa kondisi autoimun seperti multiple sclerosis (MS) dan lupus dapat menyerang sistem saraf pusat dan perifer.
Multiple sclerosis menyebabkan peradangan pada selubung mielin yang melindungi saraf, sehingga mengganggu transmisi sinyal.
Akibatnya, penderita bisa mengalami kesemutan yang menetap atau datang dan pergi secara berkala, sering kali disertai gejala neurologis lain seperti kelemahan otot dan gangguan penglihatan.
6. Cedera Saraf
Trauma atau cedera pada tulang belakang leher, bahu, atau lengan atas dapat menyebabkan gangguan pada saraf yang mengarah ke tangan.
Cedera ini bisa disebabkan oleh kecelakaan, jatuh, atau aktivitas olahraga berat.
Dalam beberapa kasus, gangguan ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan MRI atau CT scan untuk memastikan apakah ada kompresi saraf atau herniasi diskus.
Begini Cara Mengatasi Tangan Kesemutan
Cara mengatasi tangan kesemutan tergantung pada penyebabnya. Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Perbaiki postur tubuh tubuhmu. Jika kesemutan disebabkan oleh posisi yang tidak tepat, segera ubah posisi dan lakukan peregangan ringan.
- Hindari menekuk pergelangan tangan terlalu lama.
- Untuk penderita Carpal Tunnel Syndrome, penggunaan wrist splint atau penyangga tangan dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf median.
- Apabila kesemutan disebabkan oleh defisiensi vitamin, sebaiknya konsumsi suplemen vitamin B1, B6, dan B12.
- Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil sangat penting untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.
- Dalam kasus CTS atau cedera saraf, fisioterapi atau terapi okupasi bisa membantu memperbaiki kekuatan dan fleksibilitas tangan.
Selain itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf apabila kesemutan menetap atau disertai gejala lain, agar mendapatkan diagnosis dan saran penanganan yang akurat.
Fakta Menarik
1. Masalah pada tulang belakang leher juga bisa menyebabkan gejala kesemutan menjalar ke tangan.
2. Kesemutan juga dipicu oleh stres dan kecemasan, karena dapat mempersempit pembuluh darah dan mengurangi suplai darah ke ekstremitas.
Apa Kata Riset?
Sebuah studi yang dipublikasikan oleh jurnal Annals of Joint ini meninjau prevalensi dan mekanisme parestesia dan mati rasa pada tangan yang dialami oleh pasien dengan berbagai patologi bahu umum yang tidak secara langsung melibatkan kompresi saraf.
Melalui penelusuran literatur di PubMed, Scopus, Embase, dan Cochrane Library, tiga studi relevan dianalisis.
Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kesemutan tangan dirasakan oleh 54 persen pasien dengan sindrom impingemen subakromial, 35 persen pasien dengan robekan rotator cuff, dan 40 persen pasien dengan robekan Bankart atau SLAP.
Menariknya, prevalensi parestesia dan mati rasa pada tangan berkorelasi positif dengan intensitas nyeri bahu yang lebih tinggi di semua studi yang dianalisis.
Studi ini menyimpulkan bahwa parestesia dan mati rasa pada tangan memang dialami oleh pasien dengan berbagai kondisi bahu, namun prevalensi dan mekanisme pasti di balik gejala-gejala ini pada patologi bahu lainnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Nah, jika kamu atau orang terdekat mengalami kesemutan yang berkepanjangan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dokter di Halodoc telah berpengalaman, sehingga mampu memberikan diagnosis serta saran perawatan yang tepat.
Melalui Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan mudah dan aman, tanpa harus ke luar rumah.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!


