• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tanpa Obat, Ini Cara Atasi Biduran

Tanpa Obat, Ini Cara Atasi Biduran

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Mengalami bentol kemerahan akibat digigit serangga mungkin merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, pernahkah kamu mengalami bentol kemerahan secara tiba-tiba pada beberapa bagian tubuh? Jangan khawatir, mungkin kamu mengalami biduran. Biduran adalah reaksi kulit ketika terpapar beberapa pemicu yang menyebabkan kulit bentol kemerahan dan disertai rasa gatal.

Baca juga: Benarkah Biduran Bisa Menular? Ini Faktanya

Meskipun ukuran bentol yang muncul berbeda, biduran yang termasuk dalam kategori akut atau ringan dapat diatasi dengan melakukan perawatan di rumah secara mandiri. Tentunya, perawatan ini dilakukan agar biduran dapat segera pulih dan tidak mengganggu aktivitas pengidapnya.

Lakukan Ini untuk Atasi Biduran Tanpa Obat

Umumnya, pengidap biduran mengalami gejala utama seperti munculnya bentol kemerahan pada kulit. Ukuran bentol yang muncul pun berbeda. Melansir Medical News Today, biduran atau urtikaria terjadi akibat ada reaksi tubuh terhadap faktor pemicu alergi sehingga tubuh melepaskan histamine dan bahan kimia lainnya dari permukaan kulit. 

Produksi histamine dan bahan kimia lainnya pada permukaan kulit menyebabkan peradangan dan juga penumpukan cairan sehingga menimbulkan efek bengkak yang terlihat dalam bentol-bentol. Umumnya, biduran sering terjadi pada beberapa bagian tubuh, seperti tangan dan kaki.

Baca juga: Wajah Membengkak karena Biduran, Ini Penanganannya

Lalu, bisakah mengatasi biduran tanpa obat? Biduran yang termasuk dalam kondisi ringan atau akut dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 24 jam. Kamu dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasi gatal yang dirasakan tanpa menggunakan obat, yaitu:

1. Hindari Pemicu

Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi biduran tanpa obat dengan menghindari pemicu biduran. Melansir National Health Service UK, ada beberapa pemicu yang menyebabkan seseorang mengalami biduran, seperti alergi terhadap makanan, serangga, bahan kimia, paparan sinar matahari, cuacanya dingin, penggunaan obat, hingga tingkat stres seseorang.

2. Jaga Kebersihan Kulit

Jika kamu mengalami biduran, jaga kebersihan kulit untuk mengatasi biduran. Melansir Mayo Clinic, tidak ada salahnya mencoba mandi dengan menggunakan air hangat agar rasa gatal yang kamu rasakan dapat berkurang. Hindari sabun yang menyebabkan kulit menjadi kering, sebaiknya gunakan sabun yang mengandung pelembap. Sebaiknya gosok tubuh yang alami biduran secara perlahan agar tidak mengalami iritasi.

3. Hindari Cuaca Panas

Kamu juga dapat mengatasi biduran dengan mengompres bagian tubuh yang mengalami biduran dengan kompres dingin. Kamu dapat gunakan es yang dibalut dengan kain lembut lalu kompres bagian tubuh yang mengalami biduran selama beberapa menit.

Lakukan beberapa kali dalam satu hari agar biduran yang kamu alami dapat pulih dengan segera. Jangan lupa gunakan tabir surya dan pakaian untuk melindungi bagian tubuh yang alami biduran jika kamu harus melakukan aktivitas di luar ruangan.

4. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat saat kamu mengalami biduran. Melansir American College of Allergy, Asthma, and Immunology, menggunakan pakaian yang longgar dapat membuat gatal yang kamu rasakan berkurang.

Gejala Biduran yang Membutuhkan Penanganan Medis

Biduran kronis tentu akan menimbulkan gejala yang cukup berbeda dengan biduran akut. Tidak hanya bentol dan gatal, biduran kronis akan menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan pada pengidapnya, seperti pembengkakan pada bibir, kelopak mata hingga tenggorokan. 

Baca juga: Kunyit Ampuh untuk Usir Biduran, Apa Kata Dokter?

Selain itu, pengidap akan rentan mengalami pusing, mual, dan juga sesak napas. Jangan ragu untuk segera kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan ketika biduran menyebar ke seluruh bagian tubuh dan disertai dengan demam. Kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc sebelum pergi ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Referensi:
American College of Allergy, Asthma, and Immunology. Diakses pada 2020. Hives (Urticaria)
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Itchy Skin
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Hives
Medical News Today. Diakses pada 2020. What Are Hives (Urticaria)