05 October 2018

Biduran, Alergi atau Sakit Kulit?

biduran alergi atau sakit kulit

Halodoc, Jakarta – Muncul bentol-bentol berwarna merah atau putih di kulit dan terasa gatal? Itu artinya kamu mengalami biduran. Dikenal juga dengan istilah medisnya yaitu urtikaria, biduran merupakan reaksi kulit yang umumnya disebabkan oleh alergi. Kondisi kulit ini biasanya terjadi pada wajah, badan, lengan, atau kaki. Namun, kamu sebaiknya tidak menyepelekan biduran, karena menurut para ahli, kondisi ini juga bisa disebabkan karena adanya penyakit yang perlu diwaspadai.

Mengenal Biduran

Biduran sebenarnya merupakan kondisi yang umum dialami oleh semua orang dari berbagai kalangan usia. Namun, biduran lebih sering terjadi pada anak-anak dan wanita yang berusia sekitar 30–60 tahun. Orang yang memiliki alergi juga berisiko tinggi untuk terkena biduran.

Ada beberapa jenis biduran atau urtikaria,yaitu:

- Urtikaria akut. Jenis biduran ini biasanya terjadi kurang dari enam minggu,

- Urtikaria kronis. Jenis biduran ini dapat berlangsung lebih dari enam minggu, atau bersifat kambuhan selama beberapa bulan sampai tahunan. Nah, jenis urtikaria kronis inilah yang perlu diwaspadai, karena bisa saja merupakan gejala dari penyakit lain seperti penyakit tiroid atau lupus.

- Urtikaria fisik. Kondisi ini disebabkan oleh stimulasi fisik secara langsung pada kulit, seperti suhu panas atau dingin, sinar matahari, tekanan, ataupun keringat.

- Dermatographism. Jenis biduran ini terjadi setelah menggaruk kulit dengan keras.

Gejala Biduran

Gejala utama biduran adalah munculnya bilur berwarna merah atau putih yang terasa gatal. Selain gatal, ruam ini juga bisa terasa perih dan menyengat. Ruam ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh, termasuk pada bibir, lidah, tenggorokan, dan telinga. Gejalanya bisa berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari.

Penyebab Biduran

Penyebab biduran yang pasti masih belum diketahui. Namun, umumnya biduran disebabkan oleh beberapa hal berikut:

- Paparan udara panas atau dingin.

- Kontak langsung dengan alergen atau pemicu alergi, misalnya serangga, serbuk sari, dan hewan peliharaan.

- Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antibiotik dan obat anti-inflamasi nonsteroid.

- Infeksi.

Sementara itu, penyebab munculnya bilur pada kulit saat biduran adalah karena meningkatnya kadar histamin dan senyawa kimia lain yang dilepaskan oleh lapisan di bawah kulit. Hal itu menyebabkan pembengkakan jaringan. Histamin kadang-kadang juga bisa menyebabkan bocornya cairan plasma dari pembuluh darah, sehingga terjadi penumpukan cairan atau angioedema. Kelebihan cairan inilah yang menyebabkan kulit bengkak dan terasa gatal.

Beberapa faktor seperti konsumsi minuman beralkohol atau berkafein, stres, dan suhu udara panas juga bisa membuat kondisi biduran semakin parah.

Penyakit yang Bisa Menyertai Biduran

Saat kamu terkena biduran, ada kemungkinan kamu juga akan mengalami angioedema. Angioedema adalah pembengkakan pada lapisan kulit yang lebih dalam. Pembengkakan ini biasanya terjadi pada bagian mata, bibir, dan alat kelamin. Selain itu, biduran juga bisa berkembang menjadi anafilaksis, yaitu reaksi alergi yang parah yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian.

Cara Mengobati Biduran

Biduran tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala-gejala biduran juga akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, bila kamu merasa terganggu dengan rasa gatalnya, kamu bisa mengonsumsi obat antihistamin. Sedangkan bila kondisi semakin parah, maka konsumsilah tablet kortikosteroid.

Bila kamu mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai gejala biduran, tanyakan saja pada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter dan minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: