
Terapi Fashdu: Manfaat, Prosedur, dan Risiko yang Perlu Diketahui
Terapi Fashdu adalah pengobatan alternatif dengan mengeluarkan darah.

DAFTAR ISI
- Manfaat, Prosedur, dan Risiko Terapi Fashdu
- Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Terapi Fashdu
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Terapi fashdu merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara mengeluarkan darah dari pembuluh darah vena. Secara tinjauan medis, konsep ini memiliki kemiripan dengan prosedur flebotomi (phlebotomy) atau donor darah.
Meskipun populer di kalangan masyarakat sebagai alternatif pengobatan, kamu perlu memahami cara kerja, potensi manfaat, serta risiko medisnya secara cermat sebelum mencobanya.
Manfaat, Prosedur, dan Risiko Terapi Fashdu
Secara tradisional, terapi fashdu diyakini dapat membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti hipertensi, kadar kolesterol tinggi, hingga asam urat. Dari kacamata medis, pengeluaran darah memang dapat merangsang pembentukan sel darah baru dan mengurangi penumpukan zat besi berlebih dalam tubuh. Namun, klaim bahwa terapi ini efektif menyembuhkan berbagai penyakit kronis masih memerlukan bukti ilmiah dan penelitian klinis yang lebih mendalam.
Prosedur terapi ini dilakukan dengan cara menusuk pembuluh darah vena menggunakan jarum steril, kemudian darah dikeluarkan dalam jumlah tertentu sesuai petunjuk praktisi. Tempat penusukan umumnya dilakukan pada area lengan atau kaki. Setelah darah yang ditargetkan keluar, jarum dilepas dan area bekas tusukan dibersihkan lalu ditutup dengan kasa steril.
Di balik potensi manfaatnya, terapi fashdu menyimpan berbagai risiko medis yang cukup signifikan jika tidak dilakukan oleh tenaga medis profesional atau dengan standar sterilitas yang buruk. Risiko yang dapat terjadi antara lain infeksi pada tempat penusukan, pembengkakan atau memar (hematoma), perdarahan hebat, hingga penurunan tekanan darah secara mendadak (hipotensi) yang dapat memicu pingsan.
Selain itu, penggunaan alat yang tidak steril berisiko tinggi menularkan penyakit berbahaya yang ditularkan melalui darah, seperti Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Karena itu, jika kamu memiliki indikasi medis yang membutuhkan tindakan pengambilan darah, disarankan untuk melakukan konsultasi medis terlebih dahulu agar tindakan dilakukan secara aman.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Terapi Fashdu
Sebelum kamu memutuskan untuk menjalani terapi ini, ada beberapa hal krusial yang harus dipertimbangkan demi menjaga keamanan tubuh:
- Kondisi Kesehatan Diri: Penderita anemia, hipotensi (tekanan darah rendah), gangguan pembekuan darah (seperti hemofilia), serta ibu hamil sangat tidak disarankan menjalani terapi fashdu.
- Sterilitas Alat: Pastikan jarum dan peralatan yang digunakan bersifat sekali pakai (disposable) dan masih tersegel utuh sebelum digunakan.
- Kualifikasi Praktisi: Pastikan praktisi memiliki pemahaman anatomi tubuh yang baik agar tidak salah dalam menancapkan jarum ke pembuluh darah arteri atau saraf.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami pusing berat, lemas berlebihan, kemerahan, bengkak, atau keluar nanah pada bekas tusukan setelah melakukan terapi, segera konsultasikan diri ke dokter. Kamu bisa langsung melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan evaluasi medis dan penanganan yang tepat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- ✅ Dokter berpengalaman: Berkonsultasi dengan dokter spesialis dan dokter umum yang terverifikasi dan berlisensi resmi.
- ✅ Bisa konsultasi kapan saja: Layanan konsultasi dokter online siap 24 jam penuh, kapan saja dan di mana saja.
- ✅ Privasi terjamin: Kerahasiaan data medis dan riwayat percakapan kamu dengan dokter aman terjaga.
Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. WHO Guidelines on Drawing Blood: Best Practices in Phlebotomy.
NCBI PubMed. Diakses pada 2026. Therapeutic Phlebotomy: Principles and Applications.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pentingnya Keamanan dan Higienitas Produk Kesehatan Tradisional.
WebMD. Diakses pada 2026. Phlebotomy: Purpose, Procedure, and What to Expect.
FAQ
Apakah terapi fashdu sama dengan terapi bekam?
Tidak, keduanya berbeda. Bekam berfokus pada pengeluaran darah dari pembuluh kapiler di bawah permukaan kulit, sedangkan terapi fashdu mengeluarkan darah langsung dari pembuluh darah vena utama.
Siapa saja yang dilarang melakukan terapi fashdu?
Penderita anemia, hipotensi, gangguan pembekuan darah (hemofilia), orang dengan penyakit infeksi menular, serta ibu hamil dilarang keras menjalani terapi ini tanpa pengawasan dokter.
Apakah terapi fashdu aman dilakukan tanpa bantuan medis?
Tidak aman. Prosedur penusukan vena yang tidak tepat dan penggunaan alat yang tidak steril berisiko tinggi menyebabkan infeksi sistemik, kerusakan pembuluh darah, hingga penularan penyakit virus seperti Hepatitis dan HIV.




