• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terapi untuk Orang yang Alami Keracunan Timbal Kadar Tinggi

Terapi untuk Orang yang Alami Keracunan Timbal Kadar Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya tetap waspada dengan paparan bahan kimia yang memengaruhi kesehatan tubuh, salah satunya adalah kandungan timbal pada beberapa barang yang ada di sekitar kita. Keracunan timbal merupakan kondisi dimana terjadi pengendapan timbal dalam tubuh seseorang. Pengendapan timbal terjadi bukan dalam waktu yang singkat, tetap hasil dari paparan timbal yang terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Baca juga: Mulai Green Living Agar Terhindar dari Keracunan Timbal

Selain orang dewasa, anak-anak juga rentan mengalami keracunan timbal. Anak yang mengalami keracunan timbal akan terganggu tumbuh kembang jika tidak segera diatasi dengan baik. Untuk itu, ketahui pengobatan dan terapi yang perlu dilakukan bagi pengidap keracunan timbal agar tidak berdampak buruk pada kesehatan.

Inilah Gejala Keracunan Timbal

Melansir Mayo Clinic, paparan racun timbal tidak menimbulkan gejala awal saat masuk ke dalam tubuh manusia. Namun, gejala terasa ketika pengendapan kandungan timbal sudah terjadi dalam waktu yang cukup lama dalam tubuh. Biasanya, pengidap mengalami kondisi sakit kepala, hipertensi, nyeri otot, nyeri sendi, sulit untuk berkonsentrasi, nyeri perut, hingga mudah mengalami perubahan suasana hati.

Gejala yang berbeda terjadi pada anak-anak yang mengalami keracunan timbal. Melansir Healthline, anak-anak dengan keracunan timbal dapat mengalami konstipasi, gelisah, muntah, lebih sering mengalami kelelahan. Nafsu makan yang menurun yang disertai dengan penurunan berat badan juga kerap terjadi pada kondisi ini.

Sebaiknya ibu perhatikan kondisi anak ketika anak mengalami beberapa gejala tersebut. Lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat agar kondisi ini dapat segera diatasi. Kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk memudahkan pemeriksaan. 

Lalu, darimana paparan timbal berasal? Cukup banyak benda-benda di lingkungan kita yang memiliki timbal. Misalnya, batu baterai yang digunakan untuk mengisi daya, cat rumah, kosmetik yang digunakan, makanan kaleng, bensin, tanah, hingga debu yang berasal dari peralatan rumah memiliki kandungan timbal yang cukup tinggi. Namun, risiko utama yang paling besar ketika seseorang mengonsumsi air yang terhubung dengan pipa atau tangki yang mengandung logam. 

Baca juga: Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Timbal

Terapi Bagi Pengidap Keracunan Timbal

Tes darah dilakukan untuk memastikan kondisi kadar timbal dalam tubuh seseorang. Jika dipastikan mengalami keracunan timbal, ada beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan sesuai dengan kadar timbal dalam tubuh.

Kadar timbal yang masih terbilang rendah dapat dilakukan pengobatan dengan penggunaan obat-obatan. Namun, untuk kadar timbal yang cukup tinggi ada beberapa terapi yang perlu dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, yaitu:

1. Terapi Kelasi

Melalui perawatan ini, obat yang diberikan melalui mulut dapat mengikat timbal dalam tubuh dan dikeluarkan melalui urine. Biasanya, terapi ini diberikan pada anak-anak yang mengalami keracunan timbal.

2. Terapi Kelasi dengan EDTA

Jika terapi kelasi tidak dapat mengatasi kondisi keracunan timbal, maka perlu dilakukan terapi kelasi EDTA dengan pemberian obat calcium disodium ethylenediaminetetraacetic (EDTA). Pengobatan ini diberikan melalui proses suntikan.

Baca juga: Langkah Pencegahan Keracunan Timbal pada Anak

Itulah terapi yang bisa dilakukan bagi pengidap keracunan timbal untuk memulihkan kondisi kesehatan pengidap. Namun, tidak semua keracunan timbal dapat diatasi khususnya yang sudah menyebabkan penyakit kronis. Untuk itu, pencegahan paparan timbal pada tubuh sangat diperlukan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Lead Poisoning
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Lead Poisoning