• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ternyata, Ada Hubungan Antara Depresi dan Kebiasaan Merokok

Ternyata, Ada Hubungan Antara Depresi dan Kebiasaan Merokok

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Merokok telah lama dikenal dapat memicu munculnya berbagai jenis penyakit di tubuh. Hal ini karena banyaknya kandungan zat berbahaya di dalamnya. Namun, dampak buruk dari kebiasaan merokok tidak hanya berpengaruh pada fisik, tetapi juga psikologis seseorang, lho. 

Salah satu kondisi psikologis yang bisa terjadi akibat kebiasaan merokok adalah depresi. Namun sering kali, para perokok yang mengalami perubahan emosi akibat kebiasaan merokoknya tidak terlalu menggubris hal ini. Padahal jika dibiarkan, hal ini tentu berbahaya bagi kesehatan mentalnya. 

Baca juga: Depresi Bisa Terjadi pada Segala Usia

Mengapa Kebiasaan Merokok Bisa Sebabkan Depresi?

Depresi yang terjadi akibat kebiasaan merokok disebabkan oleh kandungan nikotin di dalamnya, yang memengaruhi kinerja otak. Hal ini menimbulkan rasa ketergantungan, serta mengubah perilaku dan cara berpikir dalam dirinya. Efek ini pun bahkan bisa bersifat permanen. 

Sebab, nikotin sangat mudah terakumulasi di otak. Lewat mukosa mulut saat merokok, nikotin bisa diserap dan mencapai otak hanya dalam 10 detik saja setelah rokok diisap. Efek ketergantungan dan perubahan psikologis ini akan semakin kuat jika kandungan nikotin semakin banyak.

Lebih lanjut, ada 2 cara yang menjadikan rokok bisa menimbulkan depresi pada diri seseorang, yaitu:

1. Perubahan Hormon Dopamine yang Tidak Terkendali

Hormon dopamin dapat meningkat secara tidak terkendali, akibat kebiasaan merokok. Hal ini bisa membuat otak dan tubuh tidak akan merespon hormon seperti sebelumnya. Adapun efek yang ditimbulkan oleh hormon dopamine ini yaitu seorang perokok akan kehilangan rasa kebahagiaannya. 

Baca juga: Cyberbullying Bisa Sebabkan Depresi Hingga Bunuh Diri

Secara tidak langsung, para perokok rentan mengalami depresi akibat kecanduan nikotin. Bagai pisau bermata dua, ketergantungannya terhadap rokok tersebutlah yang membuat mereka jadi mengabaikan perasaannya tersebut dan ingin tetap merokok.

2. Perubahan Mood secara Drastis

Perubahan mood secara drastis bisa dirasakan oleh perokok. Mulai dari rasa bahagia kemudian berubah menjadi sedih, hal ini bisa menunjukkan ciri dari orang yang mengalami depresi. Bagi mereka yang kecanduan, merokok bisa membuat pikiran tenang. Memang benar mungkin saat merokok pikiran akan jauh lebih tenang, tetapi efek yang diterima dari kebiasaan tersebut bisa memperparah kinerja otak, karena bisa menimbulkan depresi.

Agar Kebiasaan Merokok Tidak Membuat Depresi

Untuk menghindari depresi akibat kebiasaan merokok, kamu bisa melakukan cara dengan menghindari kebiasaan tersebut, kemudian melakukan cara untuk berhenti merokok secepat mungkin. Jika cara ini dilakukan, maka kamu akan terhindar dari dampak psikologis yang akan lebih parah lagi, akibat merokok.

Terlebih, perokok yang sudah ketergantungan juga akan melibatkan pada mekanisme lain, yang akan memicu pada ketidakseimbangan pada fungsi otak itu sendiri. Sementara itu, kandungan nikotin tersebut bisa menjadikan diri seseorang mengalami ketergantungan dan memicu peningkatan hormon dopamin pada otak. 

Baca juga: Ciri dan Tanda Gejala Depresi Pada yang Wajib Kamu Ketahui

Selain menyebabkan depresi, merokok juga dapat menimbulkan perubahan pada perilaku diri seseorang. Jadi, penting bagi para perokok untuk mengetahui bahwa kebiasaan merokok juga akan menimbulkan kebiasaan yang akan mempengaruhi pada kehidupan sosial, termasuk menunjukkan sikap yang lebih agresi lagi, menimbulkan rasa stres dan perubahan perilaku lain yang jauh lebih parah lagi. 

Efek samping depresi yang disebabkan oleh kebiasaan merokok akan jauh lebih mudah menyerang wanita muda yang merokok, dibandingkan dengan pria. Namun sayangnya, banyak yang mengabaikan hal ini karena efek ketergantungan yang sudah dirasakan. 

Jadi, agar terhindar dari berbagai bahaya merokok, baik fisik maupun psikis, cobalah untuk menghindari kebiasaan buruk ini dan terapkan pola hidup sehat. Kalau butuh saran dari dokter tentang tips berhenti merokok, kamu bisa download aplikasi Halodoc dan gunakan untuk berbicara dengan dokter, kapan dan di mana saja.

Referensi:
Verywell Health. Diakses pada 2020. Diseases Caused by Smoking: The Long List.  
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2020. Health Effects of Cigarette Smoking.