• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tertawa Bisa Bantu Atasi Cemas karena Corona, Ini Faktanya

Tertawa Bisa Bantu Atasi Cemas karena Corona, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Hampir sebulan sudah, Indonesia berada pada masa darurat corona (COVID-19), dan aktivitas masyarakat pun kian dibatasi. Dengan situasi seperti itu, ditambah jumlah pengidap corona yang terus bertambah, tak ayal membuat semua orang cemas dan stres. Namun, tahukah kamu, bahwa sebenarnya ada cara mudah untuk atasi cemas karena corona? Caranya adalah tertawa.

Mungkin terdengar konyol, tetapi tertawa dan berbagi lelucon adalah salah salah satu cara efektif untuk meredakan cemas dan stres, di tengah pandemi corona yang terus berlanjut. Sebab, bagi orang yang sedang mengisolasi diri di rumah, ataupun yang masih harus beraktivitas di luar rumah, dapat memunculkan rasa cemas, stres, dan risiko depresi yang cukup tinggi. Di saat seperti ini, tertawa bisa dibilang merupakan penawarnya.

Baca juga: Efek Panik Baca Berita Corona, Waspada Gejala Psikosomatis

Bagaimana Tertawa Bisa Bantu Atasi Cemas karena Corona?

Konsultan manajemen stres, Loretta LaRoche, menjelaskan bahwa tertawa dapat membantu otak untuk relaks di saat banyaknya pikiran dan ketakutan selama menghadapi corona. Mulai dari berita kematian, bertambahnya jumlah korban, hingga ancaman ketiadaan bahan pangan. Saat tertawa, tubuh akan mengeluarkan hormon yang menenangkan dan menimbulkan rasa bahagia. Ketika itu pula, organ-organ tubuh bekerja dengan lebih baik.

Steve Wilson, MA, CSP, seorang psikolog dan terapis tertawa, juga berpendapat bahwa seseorang yang banyak tertawa, dapat memiliki kualitas hidup dan kesehatan mental serta fisik yang lebih baik. Dalam hal ini, rasa humor yang baik, sikap positif, dan dukungan dari keluarga serta orang terdekat mungkin juga berperan.

Secara fisiologis, ketika seseorang tertawa, otot-otot di seluruh wajah dan tubuh akan meregang, disusul dengan naiknya denyut nadi, tekanan darah dan napas yang lebih cepat, sehingga tubuh dapat mengirimkan lebih banyak oksigen ke seluruh jaringan. Tertawa, kata Wilson, bisa menjadi latihan fisik ringan, yang mungkin dapat menawarkan beberapa manfaat yang sama dengan olahraga

Senada dengan Wilson, seorang perintis dalam penelitian tawa, William Fry, mengklaim bahwa butuh waktu sekitar 10 menit dengan mesin dayung agar detak jantung mencapai tingkat yang akan dicapai setelah hanya satu menit tertawa. Terkait hal ini, Maciej Buchowski, seorang peneliti dari Vanderbilt University, juga melakukan penelitian kecil tentang berapa jumlah kalori yang dikeluarkan saat tertawa. Ternyata hasilnya, tertawa selama 10-15 menit, mampu membakar 50 kalori.

Baca juga: Stres di Tengah Pandemi Virus Corona? Ini 3 Tips Mengatasinya

Selain Atasi Cemas, Ini Manfaat Tertawa bagi Tubuh

Dalam beberapa dekade terakhir, para peneliti telah mempelajari efek tertawa pada tubuh dan menemukan beberapa informasi yang cukup menarik. Berikut di antaranya:

  • Sirkulasi darah lancar. Para peneliti di University of Maryland mempelajari efek pada pembuluh darah ketika orang diberi tontonan komedi atau drama. Setelah dilakukan skrining, pembuluh darah kelompok yang menonton komedi itu berperilaku normal, mudah mengembang dan berkontraksi. Namun, pembuluh darah pada orang yang menonton drama cenderung tegang, dan aliran darah jadi kurang lancar.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh. Stres dan cemas karena corona dapat berimbas pada penurunan respons sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kemampuan untuk menggunakan humor dapat meningkatkan tingkat antibodi penangkal infeksi dalam tubuh, serta juga meningkatkan tingkat sel-sel kekebalan tubuh.

  • Menurunkan kadar gula darah. Sebuah studi yang dilakukan terhadap 19 pengidap diabetes melihat efek tertawa pada kadar gula darah. Setelah makan, kelompok menghadiri kuliah yang membosankan. Pada hari berikutnya, kelompok itu mengonsumsi makanan yang sama dan kemudian menonton komedi. Setelah menonton komedi, kelompok tersebut memiliki kadar gula darah lebih rendah daripada yang mereka lakukan setelah menyimak kuliah yang membosankan.

  • Lebih relaks dan kualitas tidur membaik. Fokus pada manfaat tawa benar-benar dimulai dengan memoar Norman Cousin, Anatomy of an Illness. Sepupunya, yang didiagnosis mengidap ankylosing spondylitis, kondisi tulang belakang yang menyakitkan, menemukan bahwa diet komedi, seperti film-film Marx Brothers dan episode Candid Camera, dapat membantunya merasa lebih baik. Ia juga mengatakan bahwa sepuluh menit tertawa membuatnya tidur nyenyak selama dua jam.

Baca juga: 5 Kegiatan agar Physical Distancing Tetap Menyenangkan

Nah itulah beberapa manfaat tertawa bagi tubuh, selain atasi cemas karena corona. Jadi, selama pandemi corona ini, walaupun banyak rutinitas yang berubah dan berita buruk tentang bertambahnya korban, kamu tetap harus tenang dan jangan cemas berlebihan. Sebab, cemas berlebihan karena corona hanya dapat membuat kekebalan tubuh kamu menurun, dan malah jadi mudah terserang penyakit.

Meski cemas dan stres, luangkan waktu untuk melakukan hobi atau mencari hiburan di rumah. Perlu diingat juga bahwa meski tertawa dapat atasi cemas karena corona dan meningkatkan kesehatan, kamu tetap harus mengimbanginya dengan menerapkan pola hidup sehat, ya. Caranya, dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan olahraga teratur. Jika tidak enak badan, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter.

Referensi:
Help Guide. Diakses pada 2020. Laughter is the Best Medicine.
WebMD. Diakses pada 2020. Give Your Body a Boost -- With Laughter.