• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tetap Ingin Donor Darah saat Puasa, Perhatikan Hal Ini

Tetap Ingin Donor Darah saat Puasa, Perhatikan Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Donor darah memiliki banyak manfaat, bukan hanya bagi orang lain, tapi juga bagi diri sendiri. Faktanya, donor darah dapat menjaga kesehatan organ jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, menjaga berat badan ideal, serta mendeteksi adanya penyakit serius dalam tubuh yang sebelumnya belum diketahui. Namun, jika ingin melakukan donor darah saat puasa, apa yang perlu diperhatikan?

Baca juga: Jangan Salah, Ini Manfaat dan Efek Samping Donor Darah

Donor Darah saat Puasa, Apa yang Harus Diperhatikan?

Donor darah saat puasa, mengapa tidak? Namun sebelum melakukannya, kamu perlu memahami bahwa ada risiko kesehatan tersendiri yang bisa saja terjadi. Kamu akan berisiko pingsan, karena selama berpuasa tubuh tidak memperoleh energi dari makanan dan minuman yang kamu konsumsi. Oleh karena itu, tubuh kemudian beralih pada simpanan energi dari glukosa yang tersimpan pada organ hati dan otot.

Pemakaian cadangan energi tersebut sudah dimulai sejak 8 jam setelah makanan terakhir yang kamu konsumsi. Glukosa sendiri memegang peranan penting dalam kerja otak dan organ vital dalam tubuh. Jika kadarnya terlalu rendah, cadangan energi tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan guna menjalankan kinerja tubuh dan otak.

Baca juga: 5 Alasan Donor Darah Harus Dilakukan Rutin

Bukan hanya itu saja, berpuasa juga akan berisiko mengalami dehidrasi, karena tubuh tidak cukup mendapat cairan yang dibutuhkan. Padahal, air dalam tubuh terus-menerus terbuang lewat keringat atau urine. Saat berpuasa, air juga bisa hilang dari pembuluh darah, sehingga akan berujung pada terganggunya sirkulasi darah dalam tubuh. 

Hal-hal tersebut yang membuat kamu akan mengalami komplikasi, seperti sulit fokus, asam lambung, sakit kepala, lemas, serta gemetar saat menjalani puasa. Di samping itu, zat besi dalam tubuh juga ikut hilang setelah kamu menjalani donor darah. Untuk mengimbanginya, zat besi yang tersisa dalam tubuh akan diedarkan ke seluruh tubuh. Jika kandungannya kurang untuk memenuhi kebutuhan, kadar hemoglobin otomatis akan berkurang.

Hemoglobin sendiri bertanggung jawab dalam membawa darah beroksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak. Jika kandungan hemoglobin dalam tubuh tidak mencukupi, jaringan otak tidak menerima cukup oksigen. Hal yang sama juga terjadi pada natrium dan kalium dalam tubuh, yang sangat berpengaruh pada denyut jantung dan tekanan darah yang dapat menurunkan aliran darah menuju otak.

Tips Aman Donor Darah saat Puasa

Donor darah saat puasa memang berpotensi menyebabkan pingsan. Meski demikian, kamu tetap boleh melakukannya dengan terlebih dulu menyiapkan gizi dan cairan yang cukup dalam waktu empat jam sebelum donor darah dilakukan. Amannya, pendonor yang melakukan ibadah puasa harus minum air putih sebanyak 500 mililiter sebelum atau sesudah mendonorkan darah.

Tips aman lainnya, yaitu mendonorkan darah setelah berbuka puasa. Berbuka adalah kesempatanmu untuk mengisi ulang tubuh dengan asupan nutrisi dan air yang cukup guna mencegah kemungkinan terjadinya pingsan setelah mendonor darah. Selain cairan, kamu juga dapat mengonsumsi daging merah, ikan, ayam, susu, biji-bijian, kacang-kacangan, atau bayam guna menambah kandungan zat besi dalam tubuh.

Baca juga: Adakah Pengaruh Puasa Terhadap Kadar Gula Darah?

Jika kamu ingin bertanya seputar prosedur yang akan dilakukan saat proses donor darah berlangsung, kamu dapat mendiskusikannya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya! Usahakan untuk bertanya sejelas-jelasnya tentang prosedur atau kemungkinan komplikasi yang bisa saja terjadi.

Referensi:

American Red Cross. Diakses pada 2020. Blood Donation Process.
UAE. Diakses pada 2020. If You're Fasting, You Can Still Donate Blood.
UAE Health. Diakses pada 2020. Blood Donation Encouraged During Ramadan.