Pingsan

Pengertian Pingsan

Pingsan atau sinkop adalah hilangnya kesadaran sementara yang terkait dengan kurangnya aliran darah ke otak.

Gejala Pingsan

Penyebab pingsan yang paling utama adalah kehilangan kesadaran secara tiba-tiba dan bersifat sementara (2,5 menit di sinkop vasovagal dan 3 detik pada sinkop yang terkait dengan aritmia). Penyebab lainnya dapat berupa pucat, pusing, penglihatan seperti dalam terowongan, mual, keringat dingin, menguap, penglihatan kabur.

Penyebab dan Faktor Risiko Pingsan

Sinkop biasanya disebabkan oleh kurangnya oksigen ke otak. Penyebabnya meliputi masalah paru, aliran darah, atau keracunan karbon monoksida.

Jika kadar darah dan oksigen dalam otak turun dalam jumlah yang cukup drastis, otak secara otomatis akan “mendisfungsikan” bagian-bagian tubuh lain yang tidak vital dengan tujuan untuk mengalirkan lebih banyak darah dan oksigen ke organ-organ vital. Saat otak mendeteksi kembalinya asupan oksigen yang normal, tubuh mulai bernapas dengan dangkal dan cepat (hiperventilasi) sebagai dampak dari kurangnya oksigen.

Denyut jantung meningkat dengan tujuan untuk membawa oksigen lebih banyak ke otak. Peningkatan ini menyebabkan penurunan tekanan darah. Hiperventilasi dan hipotensi menyebabkan hilang ingatan jangka pendek dan kebingungan, kelemahan otot, dan pingsan.

Penyebabnya termasuk sinkop neurokardiogenik (vasovagal), dengan gejala berupa segala kejadian yang memicu malfungsi sementara dari sistem saraf otonom. Pemicu yang mungkin terjadi adalah:

  • Melihat sesuatu yang tidak menyenangkan secara tiba-tiba, seperti melihat darah.
  • Stres emosional.
  • Perasaan malu yang mendalam.
  • Berdiri untuk waktu yang lama.
  • Berada dalam tempat yang panas dan penuh.

Sinkop situasional adalah bagian dari neurokardiogenik, pemicunya adalah hal fisik dan bukan emosional, seperti:

  • Batuk atau bersin.
  • Tertawa.
  • Menelan.
  • Defekasi dan miksi.
  • Olahraga berat.

Sinkop ortostatik adalah tipe sinkop lainnya, cirinya adalah pengidap jatuh setelah berdiri secara tiba-tiba dari posisi duduk atau berbaring. Hal ini terjadi karena darah terkumpul di bagian tungkai, sehingga tekanan darah di bagian tubuh lainnya cenderung rendah.

Normalnya, sistem saraf tubuh bereaksi dengan cara meningkatkan nadi dan menyempitkan pembuluh darah untuk menstabilkan tekanan darah. Namun, terkadang ada sesuatu yang mengganggu proses stabilisasi ini dan menyebabkan penurunan asupan oksigen ke otak. Pemicu dalam hal ini termasuk:

  • Dehidrasi.
  • Diabetes yang tidak ditangani.
  • Obat-obatan tertentu seperti diuretic.
  • Alkohol.
  • Penyakit Parkinson.
  • Sindrom Sinus Carotid.

Terakhir adalah Sinkop kardiak, kondisi kelainan jantung yang sudah ada dapat mengakibatkan penurunan asupan darah dan oksigen ke otak. Kondisi kelainan jantung yang dapat menyebabkan sinkop antara lain:

  • Aritmia.
  • Stenosis.
  • Hipertensi.
  • Serangan jantung.

Diagnosis Pingsan

Diagnosis untuk sinkop vasovagal biasanya dilakukan dengan cara menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan lain, khususnya masalah jantung. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan antara lain:

  • EKG.
  • Echokardiogram.
  • Exercise stress test.
  • Tes darah.

Penanganan Pingsan

Penanganan sinkop dilakukan berdasarkan penyebabnya, seperti misalnya tidak diperlukan penanganan untuk sinkop vasovagal. Jika sinkop terjadi terlalu sering dan mengganggu fungsi tubuh, dokter dapat menawarkan pemberian obat-obatan seperti fludrokortison asetat atau inhibisi reseptor serotonin selektif.

Pencegahan Pingsan

Demi mencegah pingsan, pengidap harus mengidentifikasikan pemicu dan menghindarinya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu merasakan gejala di atas, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.