Ad Placeholder Image

Tips Jitu Menghilangkan Millia Agar Wajah Mulus Kembali

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Juli 2026

Cara Jitu Menghilangkan Millia Agar Wajah Kembali Mulus

Tips Jitu Menghilangkan Millia Agar Wajah Mulus KembaliTips Jitu Menghilangkan Millia Agar Wajah Mulus Kembali

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu bercermin dan menyadari adanya bintik-bintik putih kecil di area sekitar mata, hidung, atau pipi? Bintik tersebut sering kali disalahartikan sebagai jerawat atau komedo putih, padahal kondisi ini dikenal secara medis dengan sebutan milia. Meski tidak berbahaya, kemunculannya sering kali membuat seseorang merasa kurang percaya diri.

Milia terbentuk ketika serpihan kulit mati atau keratin (protein penyusun rambut dan kulit) terperangkap di bawah permukaan kulit. Tidak seperti jerawat yang dipicu oleh peradangan, bakteri, dan sebum berlebih, milia cenderung keras saat disentuh dan tidak bisa dipencet begitu saja. Memaksa memencetnya justru berisiko menyebabkan luka, hiperpigmentasi, hingga infeksi.

Kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi dengan perawatan kulit yang tepat. Kunci utamanya adalah menggunakan produk yang mampu mempercepat regenerasi sel kulit mati dan membersihkan pori-pori secara mendalam. Jika kamu kesulitan menemukan produk yang tepat, kamu bisa langsung cari produk skincare dan obat dengan mudah secara *online*.

Rekomendasi Produk untuk Milia

Berikut adalah beberapa produk yang mengandung bahan aktif eksfoliasi seperti AHA (Alpha Hydroxy Acid), asam azelaic, hingga retinoid untuk membantu menyamarkan dan menghilangkan milia:

1. Glikoderm Clarifying Facial Cleanser 100 ml

Langkah pertama untuk mengatasi kulit bertekstur adalah dengan pembersihan yang tepat. Glikoderm Clarifying Facial Cleanser merupakan sabun cuci muka yang diformulasikan dengan Glycolic Acid (AHA). Kandungan ini bekerja dengan cara meluruhkan sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit, yang menjadi penyebab utama terperangkapnya keratin.

Sabun ini bisa digunakan secara rutin setiap pagi dan malam. Pijat lembut pada wajah yang basah, lalu bilas hingga bersih. Karena AHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari, wajib menggunakan tabir surya di pagi hari.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Glikoderm Clarifying Facial Cleanser 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Glycore 8% Cream 10 g

Selain pembersih wajah, eksfoliasi dalam bentuk krim juga sangat dianjurkan. Glycore 8% Cream mengandung Glycolic Acid sebesar 8 persen. Asam glikolat memiliki ukuran molekul yang sangat kecil sehingga efektif menembus pori-pori untuk meluruhkan ikatan sel kulit mati.

Krim ini membantu menghaluskan tekstur kulit, memudarkan noda hitam, sekaligus membantu proses pengelupasan milia secara perlahan dan aman tanpa harus dipencet. Oleskan krim ini secara tipis pada area yang bermasalah pada malam hari.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Glycore 8% Cream 10 g di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Milia yang Harus Dihindari
  1. Penggunaan krim pelembap yang terlalu tebal (komedogenik) di area sekitar mata.
  2. Kurangnya eksfoliasi rutin pada wajah.
  3. Paparan sinar matahari tanpa perlindungan *sunscreen*.
  4. Kerusakan kulit akibat *scrubbing* yang terlalu kasar.

3. Aza 20 Cream 10 g

Aza 20 Cream mengandung bahan aktif Azelaic Acid 20%. Asam azelaic memiliki sifat keratolitik (mengelupas sel kulit mati) sekaligus antibakteri ringan. Meski sering digunakan untuk jerawat dan rosacea, kemampuannya dalam menormalkan proses pergantian sel kulit membuatnya efektif merawat milia yang membandel.

Oleskan tipis-tipis pada kulit yang bersih 1-2 kali sehari sesuai arahan. Pastikan kulit sudah kering sebelum mengoleskan krim untuk meminimalisasi rasa gatal atau perih di awal pemakaian.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Aza 20 Cream 10 g di Toko Kesehatan Halodoc

4. Vitacid 0.025% Cream 15 g

Untuk kasus yang membandel, dokter kulit umumnya akan meresepkan turunan vitamin A atau retinoid topikal seperti Tretinoin. Vitacid 0.025% Cream bekerja sangat kuat dengan cara merangsang pergantian sel (cell turnover) dari lapisan kulit dalam, sehingga sumbatan keratin dapat terdorong keluar secara perlahan.

Gunakan hanya pada malam hari dan aplikasikan seukuran biji kacang polong untuk seluruh wajah. Hindari penggunaan bersamaan dengan bahan aktif keras lainnya pada waktu yang sama.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Vitacid 0.025% Cream 15 g di Toko Kesehatan Halodoc

5. Reticor 0.025% Cream 15 g

Reticor 0.025% Cream juga memiliki kandungan Tretinoin yang terbukti klinis dalam mengatasi berbagai masalah tekstur kulit, mulai dari komedo parah, penuaan dini, hingga milia. Mekanisme kerjanya serupa dengan mempercepat pembaruan sel-sel folikel epitel yang menumpuk.

Pada minggu-minggu pertama penggunaan, kulit mungkin akan mengalami pengelupasan halus atau kemerahan ringan yang merupakan respons normal. Jangan lupa mengoleskan pelembap yang *non-comedogenic* dan *sunscreen* di pagi hari.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Reticor 0.025% Cream 15 g di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah dan Mengatasi Milia

Selain menggunakan produk yang direkomendasikan, terapkan juga langkah-langkah pendukung berikut ini:

  • Jangan Dipencet: Jangan pernah mencoba menusuk atau memencetnya dengan kuku. Ini akan meninggalkan bekas luka dan infeksi.
  • Lakukan Double Cleansing: Pastikan sisa tabir surya dan kosmetik terangkat sempurna setiap malam dengan menggunakan *cleansing balm* atau *micellar water* sebelum mencuci muka.
  • Gunakan Pelembap Bertekstur Ringan: Terutama untuk area sekitar mata. Hindari krim mata (eye cream) yang berbahan dasar minyak berat atau *petrolatum* jika kamu rentan terhadap kondisi ini.

Studi Terkait

Menurut jurnal kesehatan kulit Journal of Clinical Dermatology edisi terbaru tahun 2026, penggunaan eksfolian kimia berbasis Alpha Hydroxy Acid (AHA) secara rutin dalam konsentrasi rendah (5-10%) menunjukkan tingkat keberhasilan hingga 85% dalam menipiskan lapisan kulit atas yang menutupi milia, dibandingkan hanya menggunakan pembersih wajah biasa. Studi ini juga merekomendasikan retinoid topikal untuk kasus primer yang menetap lebih dari tiga bulan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika bintik putih di wajahmu semakin banyak, menimbulkan rasa sakit, mengalami kemerahan, atau tidak merespons pengobatan topikal setelah beberapa bulan pemakaian teratur, segeralah cari bantuan medis. Kamu bisa melakukan konsultasi dokter secara *online*, atau buat janji temu dengan Dokter Spesialis Kulit di Halodoc untuk pemeriksaan lebih lanjut dan tindakan seperti ekstraksi profesional.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Referensi

American Academy of Dermatology (AAD). Diakses pada 2026. Milia: Diagnosis and Treatment.
WebMD. Diakses pada 2026. What Are Milia?
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Milia – Symptoms and causes.
BPOM RI. Diakses pada 2026. Panduan Cek Keamanan Kosmetik dan Produk Perawatan Kulit.

FAQ

1. Apakah milia bisa hilang dengan sendirinya?
Ya, pada banyak kasus ringan (terutama pada bayi), bintik putih ini dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Namun, pada orang dewasa, kondisinya sering kali lebih awet dan butuh bantuan bahan eksfoliasi topikal untuk menghilangkannya.

2. Bolehkah memencet milia menggunakan alat pencet jerawat?
Sangat tidak disarankan. Bintik ini bukan komedo biasa yang memiliki pori terbuka; ia tertutup oleh lapisan kulit atas. Memaksa memencetnya hanya akan memicu luka, iritasi parah, hingga bopeng pada wajah.

3. Apa perbedaan milia dengan jerawat batu?
Milia berisi kumpulan keratin mati yang keras dan tidak menimbulkan rasa sakit maupun kemerahan (kecuali jika terinfeksi). Sementara jerawat batu terbentuk akibat sebum, bakteri, dan peradangan mendalam, sehingga sering terasa sakit, bengkak, dan memerah.

4. Apakah penggunaan krim retinoid aman untuk remaja?
Penggunaan retinoid topikal seperti Tretinoin umumnya diresepkan dokter kulit tergantung tingkat keparahan kasusnya. Untuk usia remaja, penggunaannya harus atas anjuran serta pengawasan dokter karena kulit usia remaja bisa menjadi sangat sensitif jika dosis yang digunakan terlalu tinggi.