• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Trauma Masa Kecil Ternyata Dapat Sebabkan PTSD

Trauma Masa Kecil Ternyata Dapat Sebabkan PTSD

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – PTSD alias post-traumatic stress disorder ternyata bisa muncul akibat kejadian traumatis, termasuk yang terjadi pada masa kecil. PTSD atau gangguan stres pascatrauma merupakan gangguan mental yang bisa menyerang siapa saja dan bisa dipicu oleh kejadian tragis yang pernah disaksikan atau dialami sendiri. 

Kondisi ini menyebabkan pengidapnya tidak dapat melupakan trauma yang pernah dialami atau dilihat, seperti kecelakaan lalu lintas, bencana alam, pengalaman perang, tindak kriminal, seperti perampokan, hingga pelecehan seksual atau pemerkosaan. Meski begitu, bukan berarti orang-orang yang mengingat kejadian trauma masa kecil pasti mengidap PTSD. 

Baca juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

PTSD dan Gejala yang Sering Muncul 

Gangguan PTSD masuk dalam kategori kecemasan yang membuat pengidapnya sulit untuk melupakan kejadian traumatis yang pernah dialami atau disaksikan. Pada tingkat yang parah, gangguan ini bisa menyebabkan pengidapnya selalu berpikiran negatif terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Pikiran-pikiran seperti itu bisa memengaruhi pandangan hidup yang pada akhirnya membuat gejala PTSD rentan muncul. 

Tidak semua orang yang mengalami kejadian traumatis pasti akan berujung dengan PTSD. Namun, risiko gangguan ini menjadi lebih tinggi pada orang-orang yang memiliki pengalaman seperti itu. Orang yang mengidap penyakit mental ini umumnya bisa dikenali melalui beberapa gejala. Bahkan, gejala yang muncul bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama yang berhubungan dengan orang lain dan lingkungan sekitar.

Lantas, apa saja gejala PTSD yang umum terjadi dan perlu diketahui? 

  • Mengingat Kejadian Traumatis 

Penyebab seseorang mengalami gangguan mental ini adalah pernah mengalami trauma, termasuk saat masa kanak-kanak. Pengidap PTSD umumnya selalu mengingat kejadian traumatis yang dialami dan selalu mengulanginya. Bahkan, hal itu kerap muncul sebagai mimpi buruk yang mengganggu tidur. 

Baca juga: Emosi Meledak-Ledak, Tanda Mental yang Tidak Stabil?

  • Bertindak Impulsif 

Pengidap PTSD sering mengalami perubahaan emosi secara acak, baik secara fisik maupun emosi. Kondisi ini pada akhirnya mendorong tindakan yang impulsif, sulit berkonsentrasi, mudah takut dan terkejut, mudah kesal dan merah, hingga kesulitan tidur. 

  • Berpikiran Negatif

Pengidap PTSD cenderung sulit untuk menolak ingatan terhadap masa lalu yang traumatis, kemudian berujung pada kebiasaan selalu berpikiran negatif. Ingatan dari kejadian traumatis yang dialami sering mengganggu dan membuat pengidap PTSD tidak nyaman. 

  • Putus Asa

Semakin sering berpikiran negatif terhadap terhadap diri sendiri atau orang lain, semakin menyusahkan pengidap penyakit ini. Tak hanya itu, PTSD juga bisa membuat pengidapnya merasa putus asa dalam menghadapi masa depan. 

Pada sebagian kasus PTSD, gejala gangguan ini bisa saja membaik dalam beberapa minggu meski tanpa penanganan khusus. Namun, gejala PTSD bisa bertambah parah akibat beberapa hal, termasuk ingatan dari kejadian traumatis di masa lalu. Gejala tersebut bisa menyebabkan pengidap PTSD tidak memiliki gairah untuk menjalani aktivitas harian, tidak bersemangat, bahkan menimbulkan gangguan kesehatan tertentu. 

Gejala PTSD yang memburuk sebaiknya ditangani segera. Tujuannya untuk meringankan gejala dan menghindari hal-hal buruk terjadi, salah satunya kemungkinan muncul komplikasi, seperti depresi, gangguan makan, hingga gangguan kecemasan. Pengobatan yang dibutuhkan merupakan kombinasi terapi psikologis dan pemberian obat khusus. 

Baca juga: Orang Bisa Kena PTSD Tanpa Disadari

Cari tahu lebih lanjut mengenai PTSD dan gangguan mental lain dengan bertanya pada psikolog di aplikasi Halodoc. Ahli psikologi bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi paling lengkap dan terpercaya dari dokter berpengalaman. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
American Psychiatric Association. Diakses pada 2020. What is Posttraumatic Stress Disorder?
NHS. Diakses pada 2020. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).
Healthline. Diakses pada 2020. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).