Ad Placeholder Image

Upaya Efektif Mencegah Masalah Stunting di Indonesia

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 14 September 2026

Cara Efektif Mencegah Masalah Stunting di Indonesia untuk Generasi Anak Sehat dan Cerdas.

Upaya Efektif Mencegah Masalah Stunting di IndonesiaUpaya Efektif Mencegah Masalah Stunting di Indonesia

DAFTAR ISI


Mengenal Stunting di Indonesia

Stunting di Indonesia adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak optimal. Anak dengan stunting memiliki tinggi badan lebih rendah dibandingkan anak seusianya berdasarkan standar pertumbuhan yang ditetapkan.

Masalah ini dapat dimulai sejak masa kehamilan dan berlanjut terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak terbentuknya janin hingga anak berusia 2 tahun. Dampaknya tidak hanya terlihat dari pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kesehatan saat dewasa.

Stunting berbeda dari anak pendek biasa. Penilaiannya perlu dilakukan menggunakan pengukuran panjang atau tinggi badan, berat badan, serta usia secara tepat. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak mendiagnosis sendiri hanya berdasarkan penampilan anak.

Upaya pencegahan meliputi pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhan gizi ibu dan anak, pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi seimbang, imunisasi, kebersihan lingkungan, serta pemantauan pertumbuhan di Posyandu. Bila pertumbuhan anak tampak melambat, konsultasi dengan dokter penting dilakukan untuk mencari penyebabnya.

Cara Mencegah Stunting pada Anak

  • Penuhi kebutuhan protein dari telur, ikan, ayam, daging, kacang-kacangan, dan sumber pangan bergizi lainnya.
  • Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan, kemudian lanjutkan ASI bersama MPASI yang beragam dan sesuai usia.
  • Pastikan anak mendapat imunisasi sesuai jadwal serta vitamin atau suplementasi hanya berdasarkan anjuran tenaga kesehatan.
  • Biasakan mencuci tangan, gunakan air bersih, dan jaga kebersihan makanan untuk mencegah infeksi berulang.
  • Pantau berat dan panjang atau tinggi badan anak secara berkala di Posyandu atau fasilitas kesehatan.
Perhatikan tanda pertumbuhan anak
  1. Segera konsultasikan jika berat badan tidak bertambah, anak sulit makan terus-menerus, sering sakit, atau kemampuan perkembangan tampak terlambat.

Kapan Harus ke Dokter?

Orang tua sebaiknya membawa anak ke dokter jika berat atau tinggi badan tidak bertambah sesuai pemantauan, anak mengalami penurunan berat badan, sering mengalami diare atau infeksi, serta tampak sangat lemas. Dokter dapat melakukan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan, menilai asupan gizi, serta menentukan pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.

Jangan memberikan obat atau suplemen penambah nafsu makan tanpa anjuran dokter. Penanganan stunting perlu disesuaikan dengan kondisi dan penyebab pada setiap anak.

Studi Terkait

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pencegahan stunting perlu dimulai sejak kehamilan melalui perbaikan gizi ibu, perawatan antenatal, pencegahan infeksi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Intervensi yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan keluarga serta layanan kesehatan dapat membantu menurunkan risikonya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc , lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Stunting merupakan kondisi medis yang memerlukan penilaian pertumbuhan dan riwayat kesehatan anak secara menyeluruh. Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam dapat membantu orang tua memperoleh arahan awal, kapan saja dan di mana saja.

Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. Stunting in Children.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pencegahan dan Penurunan Stunting.
PubMed. Diakses pada 2026. Child Stunting: Context, Causes and Consequences.
WebMD. Diakses pada 2026. What Is Stunting?
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Keamanan Pangan dan Gizi Anak.

FAQ

Apakah anak pendek pasti mengalami stunting?

Tidak selalu. Stunting ditentukan melalui pengukuran tinggi atau panjang badan berdasarkan usia dan standar pertumbuhan, sehingga perlu dinilai oleh tenaga kesehatan.

Kapan stunting mulai terjadi?

Risiko stunting dapat dimulai sejak masa kehamilan dan paling berpengaruh selama 1.000 hari pertama kehidupan. Pencegahan perlu dilakukan sejak ibu hamil hingga anak berusia 2 tahun.

Apakah stunting bisa diatasi?

Penanganan bergantung pada usia, penyebab, dan kondisi anak. Perbaikan gizi, pengobatan infeksi, stimulasi, serta pemantauan rutin dapat membantu, terutama jika dilakukan sedini mungkin.

Apakah susu atau suplemen dapat mencegah stunting?

Susu atau suplemen tidak otomatis mencegah stunting dan bukan pengganti makanan bergizi seimbang. Penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sesuai kebutuhan anak.