Ad Placeholder Image

Update Kode ICD Asma Terbaru untuk Diagnosis Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juni 2026

Cek Daftar Kode ICD Asma Lengkap untuk Diagnosis Medis

Update Kode ICD Asma Terbaru untuk Diagnosis MedisUpdate Kode ICD Asma Terbaru untuk Diagnosis Medis

DAFTAR ISI


Asma adalah kondisi pernapasan kronis yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran udara, sehingga menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas, mengi, dada terasa sesak, hingga batuk-batuk. Dalam dunia medis, pencatatan dan diagnosis penyakit ini harus dilakukan secara terstandar agar penanganan dan klaim asuransi dapat berjalan lancar. Di sinilah kode icd asma memainkan peranan yang sangat penting bagi tenaga kesehatan dan pihak rumah sakit.

ICD atau International Classification of Diseases adalah sistem klasifikasi penyakit yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Untuk asma, sistem ICD-10 menggunakan kode dasar J45. Namun, kode ini memiliki turunan yang lebih spesifik tergantung pada tingkat keparahan dan jenis asma yang dialami pasien. Misalnya, J45.0 untuk asma alergi (predominantly allergic asthma), J45.1 untuk asma non-alergi, dan J45.9 untuk asma yang tidak spesifik (unspecified asthma).

Mengetahui dan mencatat kode ICD dengan benar membantu dokter spesialis paru untuk menentukan rencana perawatan yang paling tepat, mulai dari peresepan obat pelega pernapasan (reliever) hingga obat pengontrol (controller). Bagi pasien, mendapatkan diagnosis yang tepat berarti mendapatkan akses ke pengobatan yang bisa meningkatkan kualitas hidup dan mencegah terjadinya serangan asma akut yang mengancam nyawa.

Jika kamu atau anggota keluargamu telah didiagnosis mengidap asma oleh dokter, ketaatan dalam menggunakan obat adalah kunci utama. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi obat asma yang sering diresepkan oleh dokter untuk membantu mengendalikan gejala dan meredakan serangan.

Rekomendasi Obat Asma

Berdasarkan diagnosis dari dokter, kamu mungkin akan diberikan obat-obatan jenis inhaler atau oral. Berikut adalah beberapa rekomendasinya:

1. Ventolin Inhaler 100 mcg

Ventolin Inhaler mengandung bahan aktif Salbutamol sulfate 100 mcg per semprotan. Obat ini bekerja sebagai bronkodilator golongan agonis reseptor beta-2 kerja cepat (SABA). Cara kerjanya adalah dengan merelaksasi otot-otot polos pada saluran pernapasan secara cepat, sehingga saluran udara melebar dan udara dapat mengalir dengan lancar. Obat ini sangat bermanfaat untuk meredakan serangan asma akut (sesak napas tiba-tiba) dan mencegah asma yang dipicu oleh olahraga.

Dosis umum untuk orang dewasa dalam meredakan bronkospasme akut adalah 1-2 semprotan sesuai kebutuhan. Untuk pencegahan sebelum olahraga, gunakan 2 semprotan sekitar 10-15 menit sebelum aktivitas. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ventolin Inhaler 100 mcg di Toko Kesehatan Halodoc

2. Symbicort 160/4.5 mcg Turbuhaler

Symbicort Turbuhaler merupakan kombinasi dari Budesonide (kortikosteroid) dan Formoterol fumarate (bronkodilator kerja panjang/LABA). Budesonide berfungsi untuk mengurangi dan mencegah peradangan pada saluran pernapasan, sementara Formoterol bekerja menjaga saluran napas tetap terbuka dalam waktu yang lama. Obat ini digunakan sebagai terapi pemeliharaan (controller) sekaligus pelega (reliever) pada penderita asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis).

Dosis umum untuk orang dewasa sebagai terapi pemeliharaan adalah 1-2 hisapan, dua kali sehari (pagi dan malam). Pasien dianjurkan untuk berkumur setelah menggunakan obat ini untuk mencegah infeksi jamur pada mulut. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Symbicort 160/4.5 mcg Turbuhaler di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Serangan Asma yang Perlu Dihindari
  1. Paparan debu dan tungau di kasur, karpet, atau gorden.
  2. Bulu hewan peliharaan seperti kucing dan anjing.
  3. Perubahan cuaca ekstrem, terutama udara dingin dan kering.
  4. Asap rokok, polusi kendaraan, dan asap pembakaran sampah.
  5. Stres berlebihan yang dapat memicu ketegangan otot pernapasan.

3. Seretide Diskus 50/250 mcg

Seretide Diskus mengandung kombinasi Salmeterol 50 mcg dan Fluticasone propionate 250 mcg. Fluticasone bertindak sebagai antiinflamasi steroid yang kuat untuk menekan peradangan paru, sedangkan Salmeterol membuka saluran udara dalam jangka panjang. Obat ini secara spesifik diresepkan untuk pasien yang asmanya tidak dapat dikontrol hanya dengan kortikosteroid inhalasi dan membutuhkan bronkodilator tambahan.

Dosis umum untuk asma pada orang dewasa adalah 1 hisapan (blister), diberikan dua kali sehari secara teratur. Ingat, obat ini bukanlah untuk meredakan serangan sesak napas akut secara tiba-tiba. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Seretide Diskus 50/250 mcg di Toko Kesehatan Halodoc

4. Singulair 10 mg 28 Tablet

Singulair mengandung Montelukast sodium 10 mg. Berbeda dengan inhaler, obat ini berbentuk tablet oral yang bekerja sebagai antagonis reseptor leukotrien. Leukotrien adalah zat kimia dalam tubuh yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan saluran napas pada penderita asma, sering kali dipicu oleh alergi. Dengan memblokir leukotrien, Singulair membantu mencegah serangan asma dan meredakan rinitis alergi.

Dosis umum untuk dewasa dan remaja usia 15 tahun ke atas adalah 1 tablet (10 mg) diminum satu kali sehari pada malam hari. Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Singulair 10 mg 28 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Lasal Expectorant Sirup 100 ml

Lasal Expectorant Sirup adalah obat minum yang mengandung kombinasi Salbutamol 2 mg dan Guaifenesin 75 mg tiap 5 ml. Salbutamol bekerja melonggarkan saluran pernapasan, sementara Guaifenesin adalah ekspektoran yang membantu mengencerkan dahak kental yang sering kali menyertai asma bronkial atau bronkitis. Obat ini sangat membantu jika penderita asma mengalami batuk berdahak yang sulit dikeluarkan.

Dosis dewasa yang umumnya dianjurkan adalah 2-4 sendok takar (10-20 ml), diminum 2-3 kali sehari sesuai anjuran medis. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lasal Expectorant Sirup 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Mencegah Serangan Asma

Selain menggunakan obat-obatan dan memahami sistem diagnosis seperti kode icd asma yang diberikan dokter untuk memonitor kondisi kronis ini, kamu juga perlu melakukan langkah pencegahan mandiri. Pencegahan yang paling efektif adalah dengan mengelola gaya hidup dan kebersihan lingkungan sekitar.

Rutinlah membersihkan area rumah dari debu, gunakan filter udara (air purifier) ber-HEPA, dan cuci sprei menggunakan air hangat setidaknya seminggu sekali. Selain itu, pastikan kamu selalu membawa obat pereda cepat (inhaler) ke mana pun kamu pergi. Lakukan juga senam asma atau latihan pernapasan dalam (diaphragmatic breathing) secara teratur untuk memperkuat kapasitas paru-paru dan melatih otot pernapasan agar tidak mudah tegang saat stres melanda.

Studi Terkait

Berbagai penelitian terus dikembangkan untuk memonitor prevalensi asma global menggunakan sistem koding medis. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Lancet Respiratory Medicine pada awal tahun 2026 menyoroti bahwa pemanfaatan rekam medis elektronik terintegrasi dengan kode J45.x mampu meningkatkan keakuratan prediksi serangan asma akut hingga 40%. Penelitian ini menemukan bahwa pasien yang diklasifikasikan dengan kode spesifik (seperti asma eosionofilik vs non-eosinofilik) mendapatkan intervensi biologis yang jauh lebih tepat sasaran, sehingga secara drastis mengurangi angka rawat inap harian di unit gawat darurat akibat eksaserbasi asma berat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis!
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami serangan sesak napas yang tidak kunjung membaik meski telah menggunakan inhaler sesuai dosis, atau bibir dan kuku mulai tampak kebiruan, ini merupakan kondisi gawat darurat. Segera konsultasi dengan Dokter Paru di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis dan evaluasi pengobatan lebih lanjut.

Referensi

  • WHO. Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – J45 Asthma.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pengendalian Asma Terpadu.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Asthma: Symptoms and causes, Diagnosis and treatment.
  • PubMed. Diakses pada 2026. Accuracy of ICD-10 codes for asthma in electronic health records: A systematic review.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan kode ICD untuk asma?
Kode ICD (International Classification of Diseases) untuk asma secara umum adalah J45. Kode ini digunakan secara internasional oleh tenaga medis dan pihak asuransi untuk mencatat diagnosis, membedakan jenis asma (alergi atau non-alergi), serta menentukan tingkat keparahannya.

2. Apakah asma bisa disembuhkan secara total?
Hingga saat ini, asma tidak dapat disembuhkan secara total karena merupakan penyakit kronis. Namun, dengan pengobatan yang tepat dan penghindaran faktor pemicu, gejala asma bisa dikontrol sepenuhnya sehingga penderita dapat hidup normal tanpa hambatan.

3. Kapan saya harus menggunakan inhaler controller dibandingkan reliever?
Inhaler pelega (reliever) digunakan hanya saat kamu mengalami gejala sesak napas akut secara tiba-tiba. Sedangkan inhaler pengontrol (controller) digunakan rutin setiap hari sesuai resep dokter, meskipun kamu tidak sedang merasakan gejala, guna mencegah peradangan pada paru-paru.

4. Apakah penggunaan obat asma steroid aman untuk jangka panjang?
Kortikosteroid inhalasi umumnya aman untuk penggunaan jangka panjang karena dosisnya sangat kecil dan bekerja langsung di paru-paru, sehingga efek samping sistemiknya sangat minim. Dokter akan selalu memantau dan memberikan dosis terendah yang paling efektif untuk mengontrol asma kamu.