• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Usia Berapa Sebaiknya Melakukan Kolposkopi?

Usia Berapa Sebaiknya Melakukan Kolposkopi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Wanita yang mencurigai ada masalah pada area intim, terutama mulut rahim disarankan untuk waspada dan menjalani pemeriksaan. Salah satu pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan kesehatan organ intim wanita adalah kolposkopi. Pemeriksaan apa itu? Kapan sebaiknya tes ini mulai dilakukan? 

Kolposkopi merupakan jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi mulut rahim alias serviks. Tes ini dilakukan dokter bila ada tanda-tanda terdapat sel-sel tidak normal di mulut rahim atau di vagina. Kolposkopi umumnya dilakukan jika pemeriksaan pap smear tidak menunjukkan hasil yang baik. Pemeriksaan ini bisa dilakukan saat seorang wanita berada di usia produktif atau sudah aktif secara seksual.

Baca juga: Apakah Kolposkopi Sebabkan Efek Samping?

Mengenal Lebih Jauh Pemeriksaan Kolposkopi

Jika seorang wanita kurang puas atau belum mendapat hasil yang baik dari pap smear, maka bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan yang disebut kolposkopi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi mulut rahim atau Miss V. Melalui pemeriksaan ini, bisa diketahui adanya kutil kelamin, peradangan serviks, atau tanda-tanda kanker di sekitar organ vagina.

Jenis tes ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut kolposkop. Melalui alat tersebut, dokter akan meneropong kondisi di dalam vagina hingga mulut rahim. Jika ditemukan ada bentuk yang tidak normal atau kemungkinan gangguan pada serviks atau vagina, dokter akan melanjutkan prosedur pemeriksaan dengan melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan ini mungkin terdengar menakutkan bagi sebagian perempuan. Namun, sebenarnya kolposkopi hanya membutuhkan waktu 15 menit dan jarang menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan bertujuan untuk mengambil sampel jaringan yang nantinya akan diperiksa. Dengan kolposkop, dokter akan melihat ada tidaknya bagian yang tidak normal, lalu mengambil foto atau video dari bagian tersebut.

Apabila dokter menemukan ada kelainan atau jaringan yang tampak tidak normal, sampel jaringan tersebut akan diambil dan dikirim ke laboratorium. Ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum menjalani tes ini, salah satunya adalah menemukan waktu yang tepat. Jadwalkan pemeriksaan kolposkopi saat tidak sedang datang bulan. 

Baca juga: Seberapa Efektif Kolposkopi untuk Cegah Kanker Serviks?

Selain itu, hindari melakukan hubungan seksual setidaknya 24–48 jam sebelum pemeriksaan kolposkopi. Hindari juga penggunaan cairan pembersih vagina (vaginal douche) selama kurun waktu tersebut. Jika sedang hamil, sampaikan pada dokter dan sebaiknya bicarakan terlebih dahulu seputar kondisi tubuh untuk mengetahui apakah pemeriksaan ini bisa dilanjutkan atau tidak.

Kamu juga perlu menyampaikan pada dokter jika memiliki riwayat alergi, sedang mengonsumsi obat tertentu, atau pernah menjalani pengobatan infeksi vagina, serviks, atau pelvis. Dokter perlu mengetahui riwayat dan kondisi tubuh pasien selama melakukan observasi. Sebelum mulai menjalani pemeriksaan, kamu akan diminta untuk mengosongkan terlebih dahulu kandung kemih.

Untuk mengurangi rasa cemas dan membantu pemeriksaan, pastikan kamu menerima informasi yang tepat dan dibutuhkan seputar prosedur ini. Kamu bisa bertanya pada dokter atau tenaga kesehatan dan mintalah informasi secara terperinci. Pastikan juga untuk terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa kondisi tubuh cukup aman dan bisa menjalani pemeriksaan kolposkopi.

Baca juga: Siapa Saja yang Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Kolposkopi?

Jika ragu, kamu bisa bertanya seputar pemeriksaan ini pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Melalui Halodoc, kamu juga bisa menyampaikan keluhan kesehatan yang dialami dan mendapatkan rekomendasi serta tips hidup sehat dari  dokter terpercaya. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Colposcopy – Directed Biopsy: Purpose, Procedure, and Risks.
Web MD. Diakses pada 2020. What’s Colposcopy?