Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Kolposkopi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Kolposkopi

Halodoc, Jakarta - Jangan kaget ya, menurut data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan 2015, data Globocan tahun 2012 menunjukkan, tiap harinya ada 26 wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks. Sangat mengkhawatirkan, bukan? 

Dengan kata lain, setiap jam setidaknya ada seorang perempuan di Indonesia meninggal akibat kanker serviks. Padahal, kanker serviks merupakan kanker yang paling bisa dicegah dan cenderung bisa diobati. Asalkan, dideteksi dan diatasi sedini mungkin.

Lalu, seperti apa sih cara mendiagnosis atau mendeteksi dini kanker serviks? 

Baca juga: Kenali Tanda Kanker Serviks Sejak Dini

Berbagai Metode Pemeriksaan

Mengapa perlu melakukan pemeriksaan dini? Simpel jawabannya, deteksi dini kanker serviks bisa meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Sebenarnya kanker serviks merupakan kanker paling bisa dicegah dan disembuhkan dibandingkan dengan kanker lain. 

Oleh sebab itu, banyak dokter menganjurkan untuk melakukan skrining kanker serviks. Berikut ini pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks:

  • Pap Smear

Melalui tes ini, tahapan pre-kanker atau kondisi sebelum kanker terjadi dapat dideteksi. Pemeriksaan ini mengecek kondisi jaringan sel serviks atau leher rahim seseorang. 

Dalam tes ini, dokter akan mengambil sedikit bagian dari leher rahim, kemudian dilanjutkan pengecekan di laboratorium. Oleh karena itu, tes ini wajib dilakukan saat sedang tidak mengalami menstruasi. Pap smear lebih baik dilakukan secara rutin, misalnya tiga tahun sekali ketika wanita sudah aktif secara seksual. 

  • Tes IVA

Tes IVA atau Inspeksi Visual Asam Asetat merupakan pemeriksaan leher rahim yang dijadikan untuk mendeteksi kanker serviks pertama. Pemeriksaan dan hasil diolah langsung tanpa menunggu hasil laboratorium. Dalam tes IVA dibutuhkan asam asetat atau asam cuka dengan kadar 3–5 persen, yang kemudian diusapkan pada leher rahim. Setelah itu, hasilnya langsung ketahuan, apakah Miss V terserang kanker serviks atau tidak.

Apabila jaringan leher rahim memiliki sel kanker, maka biasanya jaringan terlihat luka, berubah menjadi putih, ataupun mengeluarkan darah ketika diberikan asam asetat. Sementara itu, jaringan leher rahim yang normal tidak akan menunjukkan perubahan.

  • Pemeriksaan HPV DNA

Pemeriksaan ini hampir sama seperti pap smear. Di sini dokter akan menggunakan spekulum untuk membuka vagina. Kemudian, dokter akan mengambil sampel dari sel dari leher rahim untuk diperiksa di laboratorium. Tes HPV ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan virus HPV yang bisa memicu kanker serviks. 

Kembali ke judul utama, apa peran dari kolposkopi? 

Baca juga: Penting untuk Wanita, Ini 4 Cara Mencegah Kanker Serviks

Kolposkopi, Mencari Kelainan Sel

Setelah menjalani tes di atas, bila seseorang diduga mengidap kanker serviks, maka dokter akan menyarankan untuk menjalani kolposkopi. Kolposkopi sendiri merupakan pemeriksaan untuk mencari kelainan di sel leher rahim. 

Prosedur kolposkopi sebenarnya hampir sama dengan skrining kanker serviks di atas. Kolposkopi ini dilakukan untuk membuka vagina menggunakan spekulum. Selanjutnya, dokter akan menggunakan mikroskop kecil yang dilengkapi lampung pada ujungnya (kolposkopi) untuk melihat kondisi rahim. 

Nah, andaikan pemeriksaan kolposkopi menunjukkan adanya kelainan, maka dokter akan mengambil sampel sel dari leher rahim melalui biopsi dan diperiksa di laboratorium. Metode biopsi yang digunakan berupa punch dan kerucut. 

Nah, andaikan serangkaian pemeriksaan di atas menunjukkan adanya kanker serviks, maka dokter akan menjalani berbagai tes lainnya untuk mengetahui tingkat penyebaran (stadium) kanker. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What’s a Colposcopy?  
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Colposcopy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Cervical Cancer.