• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada 2 Jenis Kutu yang Bisa Menyerang Kucing Peliharaan

Waspada 2 Jenis Kutu yang Bisa Menyerang Kucing Peliharaan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Waspada 2 Jenis Kutu yang Bisa Menyerang Kucing Peliharaan

Halodoc, Jakarta - Sama halnya dengan manusia, kucing bisa mengalami serangan kutu yang membuatnya mengalami gatal-gatal. Oleh sebab itu, kamu yang memelihara kucing harus senantiasa menjaga kesehatan bulu dan tubuhnya. Selain bisa menginfeksi kucing kesayangan, dapat juga menjangkiti manusia.Ingat, meski kucing kesayanganmu hanya berada di dalam rumah atau ruangan, ancaman serangan kutu tetap ada. Namun, ancamannya tentu tidak sebesar kucing yang berkeliaran di luar rumah (kucing liar). Kutu-kutu yang menyerang kucing ini terdiri dari berbagai jenis. Nah, berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Ragam Makanan Kesukaan Kucing yang Perlu Diketahui

1.Ctenocephalides felis

Ctenocephalides felis adalah jenis pinjal kucing yang terbilang sangat umum. Meski begitu, parasit ini bisa menyerang anjing atau hewan peliharaan atau ternak lainnya. Pinjal kucing betina ini menghasilkan lebih banyak telur ketika mereka makan dengan cara menghisap darah kucing atau spesies inang lainnya.

Dalam kondisi optimal, pinjal kucing betina dapat bertelur sekitar 25 telur per harinya selama sebulan. Tuh, cukup banyak bukan? Siklus hidup jenis pinjal kucing yang satu ini bisa bertahan hingga satu tahun.

Ukuran tubuhnya juga bisa dilihat dengan mata telanjang, yakni seukuran semut kecil. Hati-hati, Ctenocephalides felis bisa menimbulkan masalah ketika menggigit manusia. Seseorang yang tergigit juga akan mengalami rasa gatal yang amat mengganggu.

Tak cuma itu saja, untuk beberapa orang gigitannya bisa menyebabkan infeksi yang lebih parah, seperti penyakit zoonosis yang disebut cat scratch disease. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae, yang salah satunya dibawa oleh pinjal kucing. 

Seseorang yang mengalami cat scratch disease mengalami beragam keluhan. Mulai dari benjolan kecil pada lokasi gigitan, mual, muntah, demam, kelelahan, menggigil, nyeri pada bagian kelenjar getah bening, hingga peradangan.

Baca juga: Ketahui Porsi Makan yang Tepat untuk Diberikan pada Kucing

2.Otodectes cynotis

Otodectes cynotis adalah jenis tungau kucing yang perlu diwaspadai. Otodectes cynotis juga dikenal dengan ear mites, salah satu penyebab gangguan atau masalah pada telinga kucing. Nah, kucing yang terjangkit tungau ini mengalami gatal-gatal pada bagian telinganya, sehingga sering kali menggaruk telinga secara berlebihan. 

Kucing yang mengalami serangan tungau ini menunjukkan gejala eksternal yang amat jelas. Gejalanya berupa telinga luar kucing kemungkinan besar meradang, kucing menempelkan telinganya ke kepalanya, menggaruknya hampir tanpa henti, dan sering menggelengkan kepalanya, seolah-olah mencoba “melepaskan” telinganya.

Di samping itu, gejalanya bisa dilihat pada bagian dalam saluran telinga. Di sana akan terlihat tumpukan kotoran lilin dan tungau yang gelap, lengket, dan berbau busuk.

“Jika tungau berjalan-jalan di sepanjang bagian belakang atau perut kucing, hewan itu (kucing) akan membersihkannya dengan lidahnya dan menelannya. Tapi, parasit itu aman apabila bisa masuk ke saluran telinga, di mana kaki atau lidah kucing tidak bisa menjangkaunya,” ungkap William Miller Jr., VMD, profesor dermatologi di Cornell University’s College of Veterinary Medicine.

Baca juga: Ketahui Seluk-Beluk Tentang Cat Flu pada Kucing Peliharaan

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter hewan melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
Kompas.com. Diakses pada 2020. Kucing Berkutu Penting untuk Segera Diobati
ScienceDirect. Diakses pada 2020. Ctenocephalides Felis
Cornell University College of Veterinary. Diakses pada 2020. Ear Mites: Tiny Critters that can Pose a Major Threat
Pro Plan Indonesia. Diakses pada 2020. Jenis Kutu Pada Kucing & Cara Mengatasinya