• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Bahaya Alergi Terhadap Bulu Kucing

Waspada, Ini Bahaya Alergi Terhadap Bulu Kucing

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Bagi sebagian orang, kucing mungkin adalah binatang yang lucu dan menggemaskan. Tak jarang juga yang akhirnya menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan di rumah. Namun, lain halnya dengan orang yang memiliki alergi terhadap bulu kucing. Melihat hewan yang satu ini berkeliaran di dekatnya akan memunculkan sejumlah gejala alergi yang mengganggu.

Alergi bulu kucing adalah kondisi ketika tubuh mengalami reaksi atau gejala ketika terpapar bulu kucing yang mengandung pemicu alergi. Lalu, apakah alergi bulu kucing berbahaya? Tentu itu tergantung pada kondisi setiap orang yang mengalaminya. Jika reaksi alergi ringan, tentu bisa dikelola dengan menghindari pemicu alergi dan tidak berbahaya. Namun, jika reaksi alergi yang dialami berat (bahkan sampai anafilaksis), tentu itu berbahaya.

Baca juga: Ini 4 Bahaya Bulu Kucing yang Mesti Diwaspadai

Gejala Alergi Bulu Kucing

Umumnya, alergi bulu kucing ditandai oleh berbagai gejala yang mirip dengan gejala alergi lainnya. Ada beberapa yang sifatnya ringan dan berlangsung sebentar, tetapi tak menutup kemungkinan reaksi alergi yang muncul cukup serius sehingga perlu penanganan medis sesegera mungkin.

Berikut gejala atau ciri-ciri alergi bulu kucing yang perlu diketahui dan diwaspadai:

1. Bersin

Gejala alergi bulu kucing yang mudah dikenali adalah bersin-bersin. Gejala ini mungkin sering luput dari perhatian banyak orang. Alih-alih alergi kucing, kebanyakan orang mungkin menganggap jika bersin yang terjadi akibat reaksi alergi debu. Jadi, jika kamu memiliki kucing peliharaan dan sering bersin-bersin, bisa jadi kamu mengidap alergi bulu kucing.

2. Gatal-Gatal

Alergi terhadap bulu kucing juga ditandai dengan gejala gatal-gatal pada beberapa bagian tubuh, seperti alergi kucing pada mata dan alergi kucing pada kulit. Reaksi alergi kucing ini ada yang langsung muncul sesaat setelah menyentuh bulu kucing, tetapi ada juga yang baru merasakan beberapa jam atau hari setelahnya, tergantung kemampuan respons sistem imun masing-masing orang.

Baca juga: Tidak Hanya Anjing, Kucing Juga Dapat Sebabkan Rabies

3. Pembengkakan

Gejala alergi bulu kucing juga bisa berupa pembengkakan, misalnya pada mata. Sama seperti gejala gatal, pembengkakan pada mata juga dapat langsung muncul beberapa menit setelah terpapar bulu kucing, atau dalam kurun waktu beberapa jam hingga hari kemudian.

4. Peradangan

Sinus yang meradang setelah menyentuh kucing menjadi tanda bahwa sebenarnya kamu mengidap alergi bulu kucing. Gejala ini tergolong cukup serius dan tergantung pada seberapa besar sensitivitas sistem imun tubuh. Jika mengalami gejala alergi kucing yang satu ini, kamu perlu memeriksakan diri ke dokter. Agar lebih mudah, download saja aplikasi Halodoc dan gunakan untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit.

5. Sesak Napas

Alergi kucing juga tidak lepas dari potensi gejala syok anafilaksis, yakni kondisi ketika reaksi alergi yang tergolong parah dan bahkan bisa mengancam jiwa, jika tidak segera ditangani. Syok anafilaksis akibat alergi kucing umumnya berupa penyumbatan pada tenggorokan yang kemudian mengakibatkan sesak napas. Jika tidak segera ditangani di rumah sakit, sesak napas akibat syok anafilaksis bisa mengancam jiwa. 

Baca juga: Cara Merawat Kucing Peliharaan agar Tak Terjangkit Toksoplasmosis

Mengapa Seseorang Bisa Alergi Terhadap Bulu Kucing?

Alergi bulu kucing sebenarnya tidak seratus persen disebabkan oleh bulunya. Kontak dengan sel kulit mati (dander), air liur dan urine yang telah terkontaminasi bakteri dan virus adalah penyebab alergi bulu kucing yang sesungguhnya.

Ketika kucing melepaskan sel kulit mati atau menjilati tubuhnya dengan air liur, bakteri dan virus yang ada pada kulit mati dan air liur tersebut akan berpindah ke bulu kucing. Nah, saat tangan kamu menyentuh bulu tersebut, atau tanpa disadari bulunya terlepas dan terhirup, bakteri atau virus pada bulu kucing akan masuk ke dalam tubuh.

Jika masuk ke tubuh, sistem imun akan mendeteksi bahaya tersebut dan segera memproduksi zat antibodi untuk melakukan perlawanan. Akibatnya, terjadilah reaksi alergi. Reaksi alergi bulu kucing bisa terjadi sesaat setelah atau beberapa jam setelah pengidapnya melakukan kontak langsung dengan kucing.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Cat Allergies.
Healthline. Diakses pada 2020. Cat Allergies.