Ad Placeholder Image

Waspada Bahaya Cacing Darah dan Cara Pencegahannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 Juni 2026

Mengenal Bahaya Cacing Darah dan Cara Mengatasinya

Waspada Bahaya Cacing Darah dan Cara PencegahannyaWaspada Bahaya Cacing Darah dan Cara Pencegahannya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar tentang infeksi cacing darah? Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan sebutan skistosomiasis atau demam keong. Penyakit ini disebabkan oleh parasit cacing pipih dari genus Schistosoma yang hidup di perairan tawar seperti danau, sungai, atau waduk, terutama di daerah tropis dan subtropis. Di Indonesia sendiri, penyakit ini menjadi perhatian khusus, terutama di kawasan Lembah Napu dan Danau Lindu, Sulawesi Tengah.

Seseorang bisa terinfeksi ketika melakukan kontak langsung dengan air yang telah terkontaminasi oleh larva cacing ini. Larva tersebut mampu menembus kulit manusia yang sehat, masuk ke dalam aliran darah, dan berkembang biak di dalam organ tubuh seperti usus atau kandung kemih. Gejala awalnya sering kali tidak disadari, namun beberapa orang mungkin mengalami ruam gatal yang disebut swimmer’s itch dalam beberapa hari setelah terpapar.

Jika infeksi cacing darah dibiarkan tanpa penanganan, parasit ini dapat bertelur dan menyebar ke berbagai organ. Hal ini bisa memicu reaksi sistem kekebalan tubuh yang parah (dikenal sebagai sindrom Katayama), ditandai dengan demam tinggi, menggigil, batuk, dan nyeri otot. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada hati, usus, paru-paru, hingga sistem saraf. Oleh karena itu, pengobatan medis yang tepat dan cepat sangatlah krusial.

Untuk mengatasi infeksi ini serta meredakan gejala penyerta yang ditimbulkannya, dokter biasanya akan meresepkan obat anti-parasit spesifik beserta obat-obatan suportif lainnya. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat yang umum digunakan dalam penanganan skistosomiasis.

Rekomendasi Obat untuk Mengatasi Infeksi

1. Biltricide Praziquantel 600 mg Tablet

Biltricide mengandung bahan aktif Praziquantel, yang merupakan pengobatan utama dan paling efektif untuk membasmi parasit Schistosoma. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan permeabilitas membran sel cacing terhadap ion kalsium, sehingga menyebabkan kontraksi dan kelumpuhan otot cacing. Akibatnya, cacing akan terlepas dari pembuluh darah dan hancur oleh sistem kekebalan tubuh.

Dosis umum untuk infeksi skistosomiasis biasanya diberikan berdasarkan berat badan, yang ditentukan langsung oleh dokter berdasarkan keparahan infeksi. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Biltricide Praziquantel 600 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Sanmol Paracetamol 500 mg Tablet

Infeksi akut sering kali memicu demam tinggi dan nyeri otot (sindrom Katayama). Sanmol yang mengandung Paracetamol 500 mg dapat digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang. Obat ini bekerja pada pusat pengatur suhu di otak untuk menurunkan panas tubuh.

Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1-2 tablet, diminum 3-4 kali sehari sesudah makan. Jangan melebihi dosis maksimal harian untuk mencegah gangguan hati. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Paracetamol 500 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Infeksi di Daerah Endemis
  1. Hindari berenang, mandi, atau mencuci di sungai maupun danau air tawar di area yang diketahui endemis skistosomiasis.
  2. Gunakan sepatu bot karet tahan air jika kamu harus menyeberangi perairan atau bekerja di sawah dan lahan basah.
  3. Rebus air tawar hingga mendidih selama setidaknya 1 menit sebelum digunakan untuk mandi atau minum.
  4. Keringkan tubuh dengan handuk secara kuat dan cepat setelah tidak sengaja terpapar air yang dicurigai terkontaminasi.

3. Alleron CTM 4 mg Tablet

Saat larva menembus kulit, hal ini sering kali menimbulkan reaksi alergi lokal berupa ruam kemerahan yang sangat gatal (dermatitis serkaria). Alleron mengandung Chlorpheniramine Maleate (CTM), yaitu antihistamin yang bekerja memblokir histamin di dalam tubuh yang memicu reaksi alergi.

Obat ini sangat efektif untuk meredakan gatal. Dosis umum dewasa adalah 1 tablet, diminum 3-4 kali sehari. Perlu diingat bahwa obat ini dapat menyebabkan kantuk. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Alleron CTM 4 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Pehacort Prednisone 5 mg Tablet

Pada kasus di mana pasien mengalami sindrom Katayama yang berat, sistem imun akan bereaksi secara berlebihan terhadap telur parasit. Pehacort yang mengandung kortikosteroid (Prednisone) digunakan untuk menekan peradangan sistemik yang parah ini. Obat ini sering kali diberikan bersamaan atau sebelum pemberian Praziquantel untuk mencegah perburukan gejala.

Dosis Prednisone harus disesuaikan secara ketat oleh dokter dan tidak boleh dihentikan secara mendadak (harus diturunkan perlahan/tapering off). Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pehacort Prednisone 5 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu baru saja beraktivitas di perairan tawar di daerah endemis dan mengalami ruam gatal yang tak kunjung sembuh, disertai demam, menggigil, batuk, atau nyeri perut hebat, jangan menunda pemeriksaan. Kondisi ini berisiko menjadi komplikasi serius jika tidak ditangani, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis akurat dan resep obat yang tepat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis!
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Studi Terkait

Sebuah studi inovatif yang dipublikasikan pada tahun 2026 dalam The Lancet Infectious Diseases menyoroti perkembangan metode deteksi dini menggunakan biomarker urin, yang diklaim mampu mendeteksi infeksi sekecil apa pun dari parasit Schistosoma bahkan sebelum gejala demam Katayama muncul. Hal ini memungkinkan intervensi pemberian Praziquantel secara lebih cepat, sehingga secara drastis menurunkan angka kerusakan organ kronis pada pasien di negara-negara berkembang.

Selain itu, jurnal dari Tropical Medicine and Health (2026) melaporkan bahwa modifikasi lingkungan dan edukasi masyarakat terpadu mengenai sanitasi air bersih telah menurunkan angka prevalensi penyakit ini hingga 45% di daerah endemis Asia Tenggara, membuktikan bahwa pendekatan gabungan antara pengobatan klinis dan kesehatan masyarakat adalah kunci pemberantasan parasit ini.

FAQ

  • Apa itu infeksi skistosomiasis?
    Skistosomiasis adalah infeksi parasit akut maupun kronis yang disebabkan oleh cacing pipih jenis Schistosoma. Parasit ini masuk ke tubuh manusia dengan cara menembus kulit saat penderita bersentuhan dengan air tawar yang terkontaminasi.
  • Apa saja gejala awal dari penyakit ini?
    Gejala awalnya berupa ruam gatal di kulit yang terpapar air. Dalam waktu beberapa minggu, penderita bisa mengalami demam tinggi, menggigil, batuk, nyeri otot, hingga pembengkakan pada kelenjar getah bening.
  • Bagaimana cara mendiagnosis infeksi ini?
    Diagnosis biasanya ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium. Dokter akan meminta sampel tinja atau urin pasien untuk melihat keberadaan telur parasit di bawah mikroskop, serta bisa melakukan tes darah untuk mendeteksi antibodi.
  • Apakah infeksi ini bisa disembuhkan secara total?
    Ya, infeksi bisa disembuhkan dengan pengobatan yang cepat dan tepat. Obat utama yang digunakan adalah Praziquantel, yang terbukti sangat efektif untuk membunuh parasit di dalam tubuh sebelum menyebabkan kerusakan organ permanen.

Referensi:

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Schistosomiasis.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Pengendalian Skistosomiasis di Indonesia.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Schistosomiasis: Symptoms and Causes.
  • PubMed Central. Diakses pada 2024. Pathogenesis, Diagnosis, and Treatment of Schistosomiasis.