• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Bahaya yang Bisa Terjadi pada Kucing Obesitas

Waspada, Ini Bahaya yang Bisa Terjadi pada Kucing Obesitas

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Jika kamu melihat video atau kucing gemuk di sosial media, mungkin kamu menganggap kucing tersebut lucu dan menggemaskan. Namun, sebenarnya kucing tersebut mengalami obesitas. Terkadang kucing gemuk tidak terlihat seperti masalah besar karena dianggap menggemaskan. Padahal, kondisi ini tidak sehat. 

Kucing yang obesitas rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Sebenarnya, hal ini dapat dicegah dengan pemberian makan dengan porsi yang sesuai dan teratur sejak awal. Nah, apabila kamu memelihara kucing, perlu memahami bahaya-bahaya yang terjadi apabila kucing mengalami obesitas.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Bahaya Bulu Kucing untuk Ibu Hamil

Risiko Kesehatan Kucing Obesitas

Obesitas dapat memperpendek umur kucing dan membuat mereka rentan terserang penyakit. Dengan kelebihan berat badan, artinya sedang terjadi pengurangan harapan hidup kucing. Pada kucing, peningkatan mortalitas 2,8 kali lipat terjadi pada kucing gemuk (berusia 8-12 tahun) dibandingkan dengan kucing kurus. 

Lemak pada kucing sering dianggap sebagai jaringan yang relatif tidak aktif, yang hanya menyimpan energi berlebihan dan menambah massa tubuh. Padahal, jaringan lemak tersebut aktif secara biologis. Lemak mengeluarkan hormon inflamasi dan menciptakan stres oksidatif pada jaringan tubuh, yang berkontribusi pada banyak penyakit. 

Kucing yang obesitas meningkatkan risiko untuk mengalami beberapa kondisi, seperti:

  • Berbagai jenis kanker, diabetes melitus, penyakit jantung, dan hipertensi.
  • Osteoartritis dan degenerasi sendi yang terjadi lebih awal.
  • Batu kandung kemih.
  • Komplikasi anestesi karena kucing kurang tahan panas.

Kucing obesitas yang berhenti makan berisiko besar untuk mengalami kondisi yang mengancam nyawa, yaitu lipidosis hati (penyakit hati). Komplikasi potensial lainnya yang bisa dialami kucing obesitas yaitu masalah kulit dan kesulitan melawan penyakit menular. 

Baca juga: Jangan Sepelekan Cakaran Kucing, Ini Dampaknya

Obesitas Kucing Bisa Dicegah Sejak Awal

Cara terbaik untuk mengatasi obesitas pada hewan peliharaan yaitu mencegahnya dari awal. Mungkin menyenangkan saat memberi makan kucing dan camilan setiap ia memintanya. Namun, tindakan terbaik yaitu membatasi makanan dan camilan kucing. Makanan dan camilan harus diberikan dalam porsi yang disarankan oleh dokter hewan atau pada kemasan makanan kucing. 

Saat memberi makan dan camilan, jangan diberikan secara cuma-cuma dan membiarkan kucing yang menentukan berapa banyak yang harus dimakan. Hewan peliharaan dalam ruangan biasanya cepat bosan, dan mengemil adalah kegiatan untuk mengatasi bosan. Jadi, penting sekali menentukan porsi makan kucing yang tepat. 

Kamu juga perlu melihat dengan cermat apa saja kandungan makanan kucing. Kucing adalah karnivora, artinya daging sebagai asupan yang penting untuk makanannya. Kucing rumahan mungkin masih bisa menikmati roti, sayuran, atau makanan ringan lainnya. Makanan kucing yang berkualitas tinggi akan menjadikan daging sebagai bahan utamanya.

Baca juga: Bolehkah Memelihara Kucing saat Hamil? Temukan Jawabannya di Sini!

Kesimpulannya, selalu perhatikan porsi dan kualitas makanan yang diberikan pada kucing kesayangan kamu. Hindari terlalu sering memberikan makanan atau camilan, karena kebiasaan tersebut meningkatkan risiko kucing mengalami obesitas. 

Kucing yang obesitas rentan terkena penyakit dan bisa berakibat serius. Jadi, demi kebaikan kucing peliharaanmu, mulailah lebih bijak dalam merawat kucing, ya! Di samping itu, kamu juga perlu berdiskusi dengan dokter hewan melalui aplikasi Halodoc mengenai kebutuhan khusus kucing kamu berdasarkan usia, gaya hidup, dan kesehatannya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cherry Hill Animal Hospital. Diakses pada 2020. Overweight or Obese Cats and the Risks to their Health
Pet Coach. Diakses pada 2020. 6 Health Risks for Overweight Cats