Jangan Sepelekan Cakaran Kucing, Ini Dampaknya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
dampak cakaran kucing

Halodoc, Jakarta - Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak digemari. Jangan salah, meskipun terlihat menggemaskan, binatang yang satu ini juga bisa membuat jengkel karena kebiasaan mencakar yang tidak dapat diprediksi. Bagi pemelihara kucing, hal ini merupakan hal yang biasa saja. Namun, tidak bagi orang yang jarang bersentuhan dengan kucing, cakaran bahkan dapat membuat mereka memiliki trauma tersendiri.

Cakaran kucing pada kulit memang terasa perih dan menyakitkan pada awalnya, tetapi lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya. Hal tersebut yang sering diremehkan oleh orang-orang. Padahal, cakaran kucing dapat menimbulkan dampak kesehatan tertentu. 

Baca juga: Bahaya Cakaran Kucing yang Perlu Diwaspadai

Dampak Cakaran Kucing yang Disepelekan

Cakaran kucing yang dibiarkan akan menimbulkan infeksi bakteri yang disebut dengan cat scratch fever atau cat scratch disease (CSD). Seseorang akan mengalami infeksi ini jika dicakar atau digigit kucing yang telah terinfeksi bakteri Bartonella henselae. Tak hanya kucing dewasa, infeksi bakteri ini dapat berasal dari gigitan anak kucing.

Tidak hanya melalui cakaran atau gigitan saja, infeksi bakteri ini juga dapat menular dari air liur kucing yang masuk ke dalam luka terbuka atau bagian putih pada mata. Bahkan, infeksi bakteri yang satu ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia lain. Jika sudah terjadi, komplikasi serius bisa saja dialami oleh manusia, seperti gangguan fungsi jantung dan kerusakan otak.

Sebelum komplikasi parah terjadi, gejala terinfeksi bakteri dapat dilihat dengan tanda, seperti demam, sakit kepala, dan pembengkakan kelenjar bening. Terlihat sepele memang, tetapi jika gejala yang muncul dibiarkan begitu saja, komplikasi parah bisa saja muncul dan mengganggu kesehatanmu secara total.

Baca juga: Tidak Hanya Anjing, Kucing Juga Dapat Sebabkan Rabies

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Dicakar Kucing

Penanganan yang dilakukan akan tergantung pada keparahan luka yang dialami. Jika bekas cakaran hanya berupa sayatan kecil dan tidak dalam, biasanya hal ini tidak berbahaya. Jika mengalami hal tersebut, berikut langkah pengobatan yang dapat kamu lakukan secara mandiri di rumah:

  • Hal pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan luka dengan air mengalir dan sabun guna menghilangkan bakteri atau kotoran lain dari kuku kucing.

  • Bersihkan dengan cara menekan bekas luka cakaran agar bakteri dan kotoran keluar dari dalam kulit.

  • Setelah dibersihkan, keringkan kulit dengan handuk atau tisu.

  • Setelah kering, sterilkan luka dengan alkohol atau obat merah.

  • Kemudian oleskan krim antibiotik guna mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut. Jangan lupa baca aturan pakai sebelum menggunakannya.

  • Biarkan luka terkena udara agar cepat kering dan pastikan luka selalu bersih.

Baca juga: Ini 4 Bahaya Bulu Kucing yang Mesti Diwaspadai

Sedangkan jika luka cakaran sudah merobek hingga bagian dalam kulit dan kulit mengeluarkan banyak darah, segera basuh luka dengan air mengalir. Kemudian, hentikan pendarahan dengan menekan luka menggunakan kain bersih. Jika cara ini tidak berhasil menghentikan pendarahan, segera temui dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc, ya.

Dalam hal ini, kemungkinan kamu akan memerlukan perawatan lebih lanjut, seperti beberapa jahitan dan obat antibiotik guna mempercepat pemulihan. Temui dokter juga ketika kamu dicakar atau digigit kucing liar dan terlihat penyakitan. Kucing jenis ini dapat membawa penyakit yang berbahaya. Jadi, selalu berhati-hati dan perhatikan kesehatanmu di mana pun kamu berada, ya!

Referensi: 
CDC. Diakses pada 2019. Cat-Scratch Disease.
SA Health. Diakses pada 2019. Cat-Scratch Disease - Including Symptoms, Treatment and Prevention.