• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Beda Gejala Herpes Zoster dan Jerawat Biasa
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Beda Gejala Herpes Zoster dan Jerawat Biasa

Waspada, Ini Beda Gejala Herpes Zoster dan Jerawat Biasa

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 Juli 2022

“Sebaiknya ketahui perbedaan gejala herpes zoster dan jerawat. Hal ini dilakukan agar kamu dapat melakukan penanganan dengan tepat.”

Waspada, Ini Beda Gejala Herpes Zoster dan Jerawat BiasaWaspada, Ini Beda Gejala Herpes Zoster dan Jerawat Biasa

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan abaikan munculnya benjolan yang menyerupai jerawat pada wajah atau bagian tubuh lain. Apalagi jika benjolan tersebut memiliki cairan di dalamnya dan tidak kunjung membaik dalam waktu beberapa minggu. Ini bisa jadi bukan jerawat biasa, melainkan gejala herpes zoster yang perlu penanganan berbeda dengan jerawat.

Kondisi ini dialami Setya, warga Jakarta yang menceritakan kisahnya di media sosial beberapa hari lalu. Ia mengeluhkan adanya benjolan pada dahi dan kelopak matanya yang tidak kunjung membaik. Ia mengira bahwa benjolan tersebut hanyalah jerawat biasa, namun hasil pemeriksaan malah menunjukkan ia mengalami herpes zoster. 

Supaya kamu bisa lebih paham cara penanganannya, yuk simak dahulu ulasan mengenai beda gejala herpes zoster dan jerawat biasa berikut ini! 

Beda Gejala Herpes Zoster dan Jerawat Biasa

Menjaga kesehatan kulit, terutama wajah menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan agar kesehatan kulit wajah tetap optimal, seperti menjaga kebersihan kulit, menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai, hingga memastikan peralatan yang digunakan untuk perawatan dalam kondisi bersih.

Nah, peralatan yang tidak steril ini bisa memicu perpindahan virus atau bakteri pada kulit wajah. Bukan hanya jerawat, kamu juga berisiko mengalami gangguan kesehatan kulitnya, seperti misalnya herpes zoster yang dialami oleh Setya, seorang warga Jakarta. 

Awalnya, Setya mengeluhkan munculnya benjolan pada area dahi dan kelopak mata yang tidak membaik dalam waktu satu minggu. Merasa benjolan yang muncul bukanlah jerawat biasa, ia memeriksakan diri pada dokter. Bermula dari kemerahan yang muncul seperti jerawat biasa, nyatanya Setya mengidap herpes zoster.

Agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat, sebaiknya ketahui beda gejala herpes zoster dan jerawat biasa. Berikut perbedaannya:

1. Herpes Zoster

Herpes zoster disebabkan oleh infeksi virus Varicella Zoster. Biasanya, gejala herpes zoster akan muncul pada salah satu bagian sisi tubuh saja. Setelah terinfeksi virus herpes, bagian kulit yang terpapar akan mengalami rasa gatal dan nyeri. Kondisi ini bisa terjadi selama beberapa hari hingga akhirnya ruam kemerahan muncul pada tubuh.

Selain pada salah satu sisi tubuh, ruam kemerahan herpes zoster juga akan muncul hanya pada salah satu sisi bagian wajah. Serupa dengan yang dialami Setya, ruam kemerahan lebih rentan menyerang area mata. Jika imun tubuh pengidap herpes zoster tidak optimal, kondisi ini bisa dialami di hampir seluruh bagian tubuh.

Setelah beberapa hari, ruam kemerahan akan menonjol dan berubah menjadi lenting dengan cairan di dalamnya. Kemudian, benjolan dapat melepuh dan terbuka yang menyebabkan luka. Umumnya, lepuh dan luka dapat mengering dalam waktu 10 hari. Luka yang mengering dapat menghilang dalam waktu 2 hingga 3 minggu. 

Gejala tersebut biasanya juga akan disertai dengan gejala lainnya, seperti demam ringan, sakit kepala, kelelahan, hingga lebih sensitif terhadap cahaya. 

2. Jerawat

Berbeda dengan herpes zoster, jerawat merupakan gangguan kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, produksi minyak wajah yang berlebih, penyumbatan folikel rambut, hingga peradangan kulit. 

Jerawat biasanya ditandai dengan munculnya komedo putih atau hitam. Jika komedo tidak diatasi dengan baik, kondisi ini bisa menyebabkan peradangan yang memicu jerawat. Ada berbagai tanda yang perlu diwaspadai sebagai tanda jerawat:

  • Komedo Putih dan Hitam. Kondisi ini merupakan benjolan kecil pada pori-pori yang merupakan bakal jerawat. Komedo putih akibat pori-pori yang tertutup, sedangkan komedo hitam akibat pori-pori terbuka. 
  • Papula. Komedo akan berkembang menjadi benjolan kecil berwarna merah dan lunak.
  • Pustula. Benjolan berkembang lebih besar dengan cairan nanah pada ujung benjolan.
  • Nodul. Benjolan besar dan terasa padat. Pada tahap ini, jerawat akan menyebabkan rasa nyeri di bawah kulit.
  • Kista. Benjolan menjadi besar dan padat. Cairan nanah akan semakin banyak dan menjadi lebih terasa nyeri.

Berbeda dengan herpes zoster, jerawat tidak disertai dengan gejala lainnya, seperti demam hingga kelelahan. Namun, jerawat dapat memicu infeksi kulit jika tidak diatasi dengan baik.

Itulah perbedaan gejala herpes zoster dan jerawat biasa. Jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan pada rumah sakit ketika kamu mengalami gangguan pada kulit. Kamu juga bisa memenuhi kebutuhan medis yang diperlukan melalui aplikasi Halodoc. Caranya download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Shingles.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Acne.
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2022. Acne.
CDC. Diakse pada 2022. Shingles (Herpes Zoster).