Ad Placeholder Image

Waspada, Ini Gejala Khas dari Omicron XBB

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 07 Oktober 2026

Kenali gejala varian Omicron XBB yang berkembang di Singapura.

Waspada, Ini Gejala Khas dari Omicron XBBWaspada, Ini Gejala Khas dari Omicron XBB

DAFTAR ISI


COVID-19 akibat varian Omicron dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan infeksi saluran pernapasan lain. Keluhan yang muncul juga dapat berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat, tergantung kondisi tubuh dan faktor risikonya.

Gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terinfeksi COVID-19. Pemeriksaan seperti tes antigen atau PCR dapat membantu memastikan diagnosis, terutama setelah terjadi kontak erat atau saat muncul keluhan yang menetap.

Gejala COVID-19 Varian Omicron

Gejala yang sering dilaporkan meliputi sakit tenggorokan, batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit kepala, demam, kelelahan, dan nyeri otot. Sebagian orang juga dapat mengalami bersin, mual, muntah, atau diare.

Hilangnya penciuman dan perasa masih dapat terjadi, tetapi tidak selalu muncul. Tingkat keparahan gejala tidak dapat ditentukan hanya dari varian yang dicurigai karena dipengaruhi usia, status vaksinasi, penyakit penyerta, dan kondisi daya tahan tubuh.

Jika mengalami gejala, batasi kontak dengan orang lain, gunakan masker ketika harus berada di sekitar orang lain, dan lakukan tes sesuai anjuran. Antibiotik seperti cefixime, azithromycin, atau ciprofloxacin tidak digunakan untuk mengatasi virus COVID-19 dan tidak boleh diminum tanpa resep dokter; karena itu, tidak ada rekomendasi antibiotik untuk kondisi ini.

Cara Meredakan Gejala di Rumah

Istirahat cukup, minum cairan secara teratur, dan pantau suhu tubuh serta keluhan yang muncul. Untuk obat pereda gejala, pilih berdasarkan kondisi kesehatan dan gunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.

Jangan mengonsumsi antibiotik secara mandiri. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan efek samping dan berkontribusi terhadap resistansi antibiotik, sementara antibiotik tidak bermanfaat untuk infeksi virus.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan kondisi ke dokter bila demam menetap, batuk atau sesak memburuk, tubuh sangat lemas, sulit makan dan minum, atau gejala tidak membaik. Orang lanjut usia, ibu hamil, anak kecil, serta pasien dengan penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi lebih awal.

Dapatkan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja, untuk membantu menilai gejala serta menentukan pemeriksaan atau penanganan yang sesuai.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter membantu kamu mendapatkan penilaian awal mengenai gejala COVID-19, kebutuhan tes, serta tanda bahaya yang perlu dipantau. Dokter juga dapat menentukan apakah kamu memerlukan obat tertentu atau pemeriksaan lanjutan.

Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. Coronavirus disease (COVID-19).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.
WebMD. Diakses pada 2026. COVID-19 Symptoms and Causes.
PubMed. Diakses pada 2026. Clinical Characteristics of COVID-19 Associated with the Omicron Variant.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Penggunaan Antibiotik yang Bijak.

FAQ

Apakah gejala Omicron selalu ringan?

Tidak selalu. Sebagian orang mengalami gejala ringan, tetapi COVID-19 tetap dapat menjadi berat, terutama pada lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta.

Apakah sakit tenggorokan berarti pasti COVID-19?

Belum tentu, karena sakit tenggorokan juga dapat disebabkan oleh flu, alergi, atau infeksi lain. Tes COVID-19 diperlukan untuk membantu memastikan penyebabnya.

Apakah antibiotik dapat menyembuhkan COVID-19?

Tidak. Antibiotik bekerja melawan bakteri, bukan virus, sehingga penggunaannya untuk COVID-19 harus berdasarkan diagnosis dan resep dokter jika memang terdapat infeksi bakteri.

Kapan perlu mencari pertolongan segera?

Segera cari pertolongan medis bila mengalami sesak napas, nyeri atau tekanan di dada, kebingungan, sulit dibangunkan, atau bibir dan wajah tampak kebiruan. Jangan menunda pemeriksaan jika kondisi memburuk.