Waspada, Ini Komplikasi dari Kelainan Tulang Lordosis
Lordosis ditandai dengan tulang punggung bagian bawah melengkung secara berlebihan.

DAFTAR ISI
- Beragam Penyebab Lordosis yang Harus Diketahui
- Jenis-Jenis Lordosis
- Gejala Lordosis yang Perlu Diwaspadai
- Diagnosis Lordosis
- Diagnosis Banding Lordosis
- Cara Mengatasi Lordosis
- Latihan untuk Penderita Lordosis Lumbal
- Pencegahan Lordosis: Investasi untuk Kesehatan Tulang Belakang
- Kapan Harus ke Dokter?
Lordosis adalah kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan kelengkungan berlebihan ke arah depan. Kondisi ini dapat terjadi di area punggung bawah (lumbal) atau leher (servikal).
Secara visual, lordosis membuat postur tubuh tampak melengkung tidak normal, seolah-olah tulang tertarik ke depan.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjaga postur tubuh yang baik sangat penting untuk mencegah berbagai masalah tulang belakang, termasuk lordosis.
Beragam Penyebab Lordosis yang Harus Diketahui
Pada kondisi normal, tulang memang akan sedikit melengkung. Namun, pengidap lordosis umumnya mengalami lengkungan tulang yang terlalu dalam.
Alhasil, tulang belakang mendapatkan tekanan berlebihan dan muncul rasa sakit serta tidak nyaman.
Semakin lama, kondisi ini bisa menjadi semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kelainan tulang ini memang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada beragam penyebab dan faktor risiko yang harus diwaspadai, antara lain:
1. Kelebihan berat badan
Kelebihan berat badan alias obesitas adalah salah satu penyebab lordosis.
Kondisi ini bisa memengaruhi postur tubuh dengan memberi tekanan yang terlalu besar pada tulang belakang.
Hal itulah yang menjadi pemicu terjadinya gangguan tulang lordosis.
2. Riwayat kelainan tulang
Risiko penyakit ini disebut meningkat pada orang yang memiliki riwayat kelainan tulang, yaitu osteoporosis. Kondisi ini umumnya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia.
Osteoporosis memicu keropos pada tulang punggung bagian bawah sehingga mudah melengkung. Kelainan tulang spondylolisthesis juga harus diwaspadai.
Spondylolisthesis adalah kelainan yang menyebabkan tulang belakang bergeser dari posisi seharusnya. Hal ini menyebabkan tulang menjadi tidak sejajar dan mudah melengkung.
Ketahui lebih lanjut mengenai Sendi dan Tulang: Anatomi, Fungsi, dan Cara Menjaga Kesehatannya berikut ini.
3. Sedang hamil
Pada wanita, risiko lordosis bisa meningkat pada masa kehamilan. Hal ini terjadi karena ada peningkatan berat badan dan beban yang memengaruhi postur tubuh.
Kabar baiknya, gangguan tulang belakang pada wanita hamil biasanya akan hilang setelah melahirkan.
4. Mengangkat beban berat
Mengangkat beban yang terlalu berat juga bisa meningkatkan risiko kelainan tulang lordosis. Risiko penyakit ini menjadi lebih besar jika mengangkat beban dilakukan dengan postur tubuh yang buruk.
Jenis-Jenis Lordosis
Lordosis dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasinya:
- Lordosis lumbal: Terjadi di area punggung bawah.
- Lordosis servikal: Terjadi di area leher.
Perbedaan utama antara keduanya terletak pada lokasi kelengkungan dan gejala yang muncul.
Lordosis lumbal umumnya menyebabkan nyeri punggung bawah, sedangkan lordosis servikal menyebabkan nyeri leher dan sakit kepala.
Jika mengalami masalah tulang, Catat, Ini Rekomendasi Dokter Ortopedi di Halodoc yang bisa kamu hubungi.
Gejala Lordosis yang Perlu Diwaspadai
Gejala lordosis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi kelengkungan. Beberapa gejala umum meliputi:
- Nyeri pada leher atau punggung bawah
- Kekakuan pada area yang terdampak
- Postur tubuh yang tidak biasa (perut tampak lebih menonjol, punggung bawah melengkung berlebihan atau swayback)
- Kesulitan bergerak atau keterbatasan mobilitas
- Sakit kepala atau vertigo (pada kasus lordosis servikal yang parah)
- Mati rasa, kesemutan, atau nyeri menusuk pada kaki (pada kasus lordosis lumbal yang parah, akibat saraf terjepit)
Diagnosis Lordosis
Diagnosis lordosis melibatkan beberapa langkah, meliputi:
- Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa postur tubuh, rentang gerak, dan mencari area nyeri atau kelemahan.
- Anamnesis: Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, termasuk gejala yang dialami dan aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan penunjang:
- Rontgen: Untuk melihat struktur tulang belakang dan mengukur derajat kelengkungan.
- MRI (Magnetic Resonance Imaging): Untuk melihat jaringan lunak di sekitar tulang belakang, seperti saraf dan otot.
- CT Scan (Computed Tomography): Untuk memberikan gambaran lebih detail tentang tulang belakang.
Diagnosis Banding Lordosis
Beberapa kondisi lain dapat menunjukkan gejala serupa dengan lordosis, sehingga penting untuk melakukan diagnosis banding.
Beberapa diagnosis banding lordosis meliputi:
- Kifosis: Kelengkungan tulang belakang yang berlebihan ke arah belakang.
- Skoliosis: Kelengkungan tulang belakang ke samping.
- Nyeri otot punggung: Nyeri akibat ketegangan atau cedera otot.
- Penyakit disk degeneratif: Perubahan pada bantalan tulang belakang yang dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan.
Cara Mengatasi Lordosis
Penanganan lordosis bertujuan untuk mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas, dan mencegah komplikasi dari kondisi.
Pilihan pengobatan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan lordosis. Beberapa opsi penanganan meliputi:
- Fisioterapi: Latihan peregangan dan penguatan untuk memperbaiki postur tubuh dan meningkatkan fleksibilitas.
- Penggunaan penyangga (brace): Pada anak-anak dan remaja, penyangga dapat membantu mencegah penambahan derajat kelengkungan.
- Obat-obatan: Pereda nyeri dan anti-inflamasi untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.
- Operasi: Jarang diperlukan, tetapi mungkin menjadi pilihan jika lordosis parah dan tidak membaik dengan perawatan lain. Operasi bertujuan untuk memperbaiki kelengkungan tulang belakang dan menstabilkannya.
Program latihan yang terstruktur secara signifikan dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien lordosis lumbal.
Jika butuh informasi terkait pengobatan lordosis lebih lanjut, berikut Rekomendasi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi yang bisa dihubungi.
Latihan untuk Penderita Lordosis Lumbal
Berikut adalah beberapa contoh latihan yang dapat membantu mengurangi lordosis lumbal:
- Pelvic tilt: Berbaring telentang dengan lutut ditekuk. Kencangkan otot perut dan tekan punggung bawah ke lantai. Tahan selama beberapa detik, lalu rileks.
- Knee-to-chest stretch: Berbaring telentang dengan lutut ditekuk. Tarik satu lutut ke arah dada, tahan selama beberapa detik, lalu ulangi dengan kaki lainnya.
- Cat-cow stretch: Mulai dengan posisi merangkak. Secara bergantian, lengkungkan punggung ke atas (seperti kucing) dan turunkan punggung ke bawah (seperti sapi).
- Bridge: Berbaring telentang dengan lutut ditekuk. Angkat pinggul dari lantai, tahan selama beberapa detik, lalu turunkan kembali.
Konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis sebelum memulai program latihan apa pun.
Mereka dapat membantumu menentukan latihan yang paling tepat dan aman untuk kondisimu.
Pencegahan Lordosis: Investasi untuk Kesehatan Tulang Belakang
Meskipun tidak semua penyebab lordosis dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko komplikasi kondisi ini:
- Jaga postur tubuh yang baik: Perhatikan postur tubuh saat duduk, berdiri, dan berjalan. Gunakan kursi yang mendukung punggung bawah dan hindari membungkuk.
- Pertahankan berat badan ideal: Kelebihan berat badan memberikan tekanan ekstra pada tulang belakang.
- Lakukan latihan penguatan dan peregangan: Latihan yang teratur dapat membantu menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot-otot yang mendukung tulang belakang.
- Tidur dengan posisi yang tepat: Gunakan bantal yang menopang leher agar tulang belakang tetap lurus.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami gejala lordosis, terutama jika disertai dengan:
- Nyeri yang parah dan tidak membaik dengan istirahat atau obat pereda nyeri
- Kelemahan atau mati rasa pada kaki
- Kesulitan mengontrol buang air kecil atau buang air besar
Jika kamu mengalami gejala lordosis, segera konsultasikan dengan dokter spesialis orthopedi di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.
Kamu bisa klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter spesialis di Halodoc!



