Waspada, Ketahui Dampak Tubuh Kekurangan Vitamin D
Kekurangan vitamin D dapat memicu osteoporosis, demensia, hingga masalah kesehatan jantung.

DAFTAR ISI
- Gejala Kekurangan Vitamin D
- Dampak Defisiensi Vitamin D
- Pentingnya Memenuhi Asupan Vitamin D
- Apa Bedanya Vitamin D dan D3?
Banyak hal yang bisa menyebabkan tubuh kekurangan vitamin D, seperti kurang paparan sinar matahari, obesitas, dan tak kalah pentingnya, tak tercukupi kebutuhan dari makanan sehari-hari yang kamu konsumsi.
Makanan kaya vitamin D, termasuk keju, telur, minyak ikan, hati sapi, atau susu yang telah diperkaya vitamin tersebut.
Tentunya, setiap orang memiliki kebutuhan akan vitamin D yang berbeda, bergantung pada usia. Misalnya, bayi membutuhkan asupan harian vitamin D sebanyak 10 mikrogram atau 400 IU (international unit). Sementara itu, anak dan dewasa membutuhkan 15 mikrogram atau 600 IU. Lalu, lansia membutuhkan sekitar 20 mikrogram atau 800 IU.
Gejala Kekurangan Vitamin D
Gejala akibat kurang asupan vitamin D sering kali tidak terlihat dan tidak terasa oleh pengidapnya. Mereka baru menyadari hal tersebut saat melakukan pemeriksaan darah ke dokter. Memang tidak ada gejala khusus saat tubuh mengalami defisiensi vitamin D.
Namun, biasanya gejala kekurangan vitamin D akan ditandai dengan:
- Nyeri tulang dan otot.
- Tubuh mudah lelah.
- Luka lebih lama sembuh.
- Tulang mengeropos.
- Suasana hati mudah berubah.
- Mudah terserang penyakit.
Kamu bisa cari tahu juga, Cara Tepat Memenuhi Asupan Vitamin D untuk Tubuh
Dampak Defisiensi Vitamin D
Apa yang dirasakan ketika kurang vitamin D? Apabila kebutuhan vitamin D tidak terpenuhi, tubuh sangat rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah osteoporosis dan osteomalasia, juga demensia, skizofrenia, dan masalah kesehatan jantung.
Sementara pada bayi, defisiensi vitamin D yang parah mengakibatkan otot menjadi kaku, tubuh mengalami kejang, hingga mengalami kesulitan bernapas.
Studi pada tahun 2013 menyebutkan, terdapat hubungan antara defisiensi vitamin D dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini diduga karena vitamin D memiliki efek perlindungan terhadap jantung dan memiliki manfaat sebagai antiinflamasi.
Sebuah studi lainnya menunjukkan, rendahnya kadar vitamin D dikaitkan dengan hipertensi dan sindrom metabolik. Defisiensi vitamin D juga dikaitkan dengan menurunnya pelepasan insulin, peningkatan resistensi insulin, dan peningkatan risiko diabetes melitus tipe 2 di dalam berbagai studi.
Lalu, apabila terjadi pada usia anak-anak, dampak yang mungkin muncul, antara lain:
- Rakitis. Gangguan kesehatan ini mengakibatkan anak mengalami nyeri di bagian tulang kaki, lemas, dan nyeri pada otot. Tak hanya itu, rakitis juga memicu terjadinya masalah pada kaki anak, seperti kaki berbentuk X atau O.
- Masalah pertumbuhan. Kurang asupan vitamin D pada anak juga berdampak pada masalah pertumbuhan, terutama tinggi badan.
- Tumbuh gigi yang terlambat.
- Mudah mengalami perubahan emosi dan suasana hati.
- Sangat rentan mengalami infeksi, termasuk pada sistem pernapasan.
- Otot jantung melemah atau kardiomiopati.
Simak selengkapnya, informasi mengenai Suplemen Vitamin D Bisa Menurunkan Risiko COVID-19? Ini Faktanya.
Pentingnya Memenuhi Asupan Vitamin D
Tingginya risiko akan berbagai masalah kesehatan, baik sejak bayi hingga dewasa membuat asupan harian vitamin D tentu harus tercukupi.
Banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya dengan berjemur setiap pagi sebelum jam menunjukkan pukul 10.00. Tidak hanya itu, kamu juga bisa memenuhi kebutuhan harian vitamin D dengan mengonsumsi makanan yang kaya kandungan tersebut.
Terdapat juga sebuah fakta yang menarik mengenai tingginya tingkat kejadian orang mengalami defisiensi vitamin D. Sebuah studi di tahun 2020 menyebutkan bahwa kurang lebih 50% dari penduduk dunia mengalami defisiensi vitamin D.
Tingkat kejadian ini lebih tinggi pada pekerja kantoran, di mana berdasarkan tinjauan dari 71 penelitian di seluruh dunia, lebih dari ¾ atau 78% pekerja kantoran (yang bekerja di dalam ruangan) mengalami defisiensi vitamin D.
Cari tahu juga, berikut ini 4 Makanan Sehat yang Dapat Menjadi Sumber Vitamin D
Memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, termasuk vitamin D tentu sangat penting.
Jadi, untuk menghindari berbagai risiko masalah kesehatan yang mungkin terjadi karena defisiensi vitamin D, pastikan kamu mengonsumsi makanan tinggi vitamin D dan suplemennya dan lakukan pemeriksaan kesehatan, ya!
Apa Bedanya Vitamin D dan D3?
Walaupun keduanya sering dianggap sama karena sama-sama berfungsi menjaga kesehatan tulang dan imun, terdapat perbedaan mendasar pada struktur kimia, sumber, serta efektivitasnya di dalam tubuh.
Berikut adalah poin-poin yang menjelaskan perbedaan antara vitamin D dan vitamin D3:
- Definisi umum: Vitamin D sebenarnya adalah istilah kolektif yang mencakup dua bentuk utama, yaitu vitamin D2 (ergocalciferol) dan vitamin D3 (cholecalciferol). Jadi, vitamin D3 adalah salah satu bentuk spesifik dari vitamin D.
- Sumber perolehan: Vitamin D2 biasanya berasal dari sumber tanaman seperti jamur atau makanan yang diperkaya. Sementara itu, vitamin D3 secara alami diproduksi oleh kulit manusia saat terpapar sinar matahari dan ditemukan pada sumber hewan seperti ikan berlemak, minyak ikan, dan kuning telur.
- Efektivitas dalam tubuh: Riset menunjukkan bahwa vitamin D3 jauh lebih efektif dalam meningkatkan dan menjaga kadar vitamin D total dalam darah dibandingkan dengan vitamin D2. Hal ini dikarenakan struktur kimia D3 lebih mendekati bentuk vitamin D yang diproduksi secara alami oleh tubuh kita.
- Ketahanan: Vitamin D3 cenderung bertahan lebih lama di dalam aliran darah, sehingga lebih efisien untuk memperbaiki kondisi defisiensi (kekurangan) vitamin D dalam jangka panjang.
Butuh rekomendasi vitamin D untuk mendukung kesehatan tubuh? Simak selengkapnya pada artikel berikut ini: Rekomendasi Suplemen Vitamin D yang Bagus di Apotek.
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter, sebelum kamu mengonsumsi vitamin jenis apapun.
Konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


