• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Shaken Baby Syndrome saat Menenangkan Bayi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Shaken Baby Syndrome saat Menenangkan Bayi

Waspada Shaken Baby Syndrome saat Menenangkan Bayi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 03 November 2022

“Bayi memiliki otot leher yang lemah dan tidak dapat menopang berat kepalanya. Jika bayi diguncang dengan paksa, otak yang rapuh bergerak maju mundur di dalam tengkorak dan menyebabkan memar, bengkak, dan pendarahan.”

Waspada Shaken Baby Syndrome saat Menenangkan BayiWaspada Shaken Baby Syndrome saat Menenangkan Bayi

Halodoc, Jakarta –  Shaken baby syndrome adalah cedera otak yang diakibatkan dari gerakan menggoyang untuk menenangkan bayi. Sindrom ini dapat menghancurkan sel-sel otak anak dan mencegah otaknya mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kesehatan bayi, melainkan juga bisa menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian.

Bayi memiliki otot leher yang lemah dan tidak dapat menopang berat kepalanya. Jika bayi diguncang dengan paksa, otak yang rapuh bergerak maju mundur di dalam tengkorak dan menyebabkan memar, bengkak, dan pendarahan. Informasi selengkapnya mengenai shaken baby syndrome bisa dibaca di sini!

Pemicu Shaken Baby Syndrome

Pada dasarnya shaken baby syndrome terjadi ketika orang tua mengguncang bayi atau balita terlalu keras. Oleh karena itu, orang tua perlu menenangkan bayi dengan lebih lembut. 

Guncangan dapat menyebabkan bayi mengalami beberapa masalah medis, termasuk:

  • Hematoma Subdural

Darah mengumpul di antara otak anak dan selaput luar keras yang mengelilingi otak. Guncangan bisa terjadi ketika pembuluh darah yang menghubungkan otak anak dengan selaput tersebut meregang terlalu jauh, menyebabkan air mata dan pendarahan.

  • Pendarahan Subarachnoid

Pendarahan yang terjadi antara otak anak dan arachnoid (selaput seperti jaring yang mengelilingi otak anak)

  • Trauma Otak Langsung

Ini dapat terjadi ketika otak anak mengenai permukaan bagian dalam tengkorak mereka.

  • Kerusakan Otak

Kerusakan otak dapat terjadi akibat kekurangan oksigen jika anak berhenti bernapas saat gemetar akibat guncangan.

  • Kerusakan Sel Otak

Ini dapat terjadi ketika sel-sel saraf yang terluka melepaskan bahan kimia sehingga membuat otak bayi kekurangan oksigen.

  • Pendarahan Retina

Pendarahan di bagian belakang retina anak.

  • Kerusakan Leher dan Sumsum Tulang Belakang

Cedera pada saraf tulang belakang leher anak.

  • Patah Tulang

Ini mungkin termasuk patah tulang tengkorak serta patah tulang rusuk, tulang selangka, lengan, dan kaki bayi.

Cara Menenangkan Bayi Tanpa Harus Menggoyang

Jadi, saat bayi rewel, kamu tak selalu harus menggendong bayi dan menggoyangnya berlebihan. Ada cara lain untuk menenangkan bayi yang benar, misalnya: 

  • Ajak bayi jalan-jalan, atau ibu bisa bolak-balik jalan di seputaran kamar/rumah. 
  • Bernyanyi atau berbicaralah dengan bayi dengan suara yang menenangkan.
  • 3Menggosok punggung, dada, atau perut bayi dengan lembut.
  • Menawarkan dot atau coba alihkan perhatian bayi dengan mainan.
  •  Selimuti bayi dengan kain lembut. 
  • Nyalakan musik untuk menenangkan bayi dengan bunyi-bunyian.

Cobalah lakukan masing-masing hal di atas selama beberapa menit sebelum mencoba sesuatu yang lain, atau coba beberapa bersama-sama. Jika tidak ada yang berhasil, tidak apa-apa meninggalkan bayi di tempat yang aman seperti buaian atau kursi bayi dan luangkan waktu untuk menenangkan diri. 

Ingat, semua bayi menangis dan begitulah cara bayi berkomunikasi. Bayi mulai menangis lebih sering menginjak usia 2 minggu. Tangisan meningkat dan memuncak pada bulan kedua kehidupan, tetapi dapat meningkat hingga bayi berusia 4-5 bulan. Bayi akan lebih sering menangis terutama di malam hari.

Menangis bisa berlangsung 30-40 menit dan bahkan lebih lama. Bayi dapat menghabiskan hingga 4-5 jam sehari untuk menangis, bahkan untuk bayi yang sehat dan normal. Bayi sering menangis keras ketika mereka tidak kesakitan, meskipun mereka terlihat seperti kesakitan.

Terkadang bayi mungkin perlu menangis untuk menghilangkan stres, dan tidak apa-apa membiarkannya menangis. Menangis mungkin datang dan pergi, dan orang tua bisa jadi tidak tahu penyebabnya. 

Merawat anak adalah proses dan terkadang bisa membuat orang tua stres. Jika ibu atau ayah memerlukan konsultasi mengenai perawatan anak, jangan sungkan untuk buat janji medis bertemu dengan psikolog lewat aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Children’s Hospital Colorado. Diakses pada 2022. Calming Techniques for a Crying Baby.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Shaken Baby Syndrome.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Shaken Baby Syndrome.
American Association of Neurological Surgeons. Diakses pada 2022. Shaken Baby Syndrome.