• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai 10 Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Kanker Paru
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai 10 Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Kanker Paru

Waspadai 10 Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Kanker Paru

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 04 November 2022

“Kanker paru sering kali baru ditemukan ketika sudah stadium lanjut, atau saat sel-sel kanker sudah menyebar sehingga menyebabkan komplikasi. Komplikasinya bisa berupa rasa sakit sampai kompresi sumsum tulang belakang.”

Waspadai 10 Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Kanker ParuWaspadai 10 Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Kanker Paru

Halodoc, Jakarta – Kanker paru adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel ganas di paru-paru. Ini merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia. 

Berdasarkan data dari Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) 2020 yang diperoleh dari International Agency for Research on Cancer, jumlah kasus baru kanker paru menempati urutan ke-3 (8,8%), setelah kanker payudara (16,6%), dan kanker serviks (9,2%). Dan jenis kanker tersebut tetap menjadi penyebab utama kematian karena kanker dengan perkiraan 1,8 juta kasus kematian (18%).

Itulah mengapa kanker paru perlu mendapat perhatian khusus. Pasalnya, tanpa penanganan yang tepat, penyakit tersebut bisa memicu komplikasi serius yang berujung pada kematian.

Komplikasi Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai

Kanker paru-paru sering kali tidak menimbulkan gejala sampai penyakit sudah mencapai stadium lanjut. Ketika kanker sudah mencapai tahap lanjut, gejala dan komplikasi bisa muncul dan memengaruhi berbagai area tubuh.

Komplikasi kanker paru bisa terjadi akibat kanker menyebar ke area lain dari tubuh atau sebagai efek samping dari perawatan. Berikut komplikasi kanker paru:

1. Rasa sakit

Nyeri dapat terjadi pada tulang rusuk atau otot dada atau bagian lain tubuh di mana kanker paru-paru telah menyebar. Kondisi ini biasanya terjadi pada tahap penyakit yang lebih lanjut.

2. Efusi pleura

Kanker paru memicu penyumbatan di saluran udara utama, sehingga menyebabkan penumpukan cairan di sekitar paru-paru (disebut efusi pleura). Kondisi ini ditandai nyeri saat bernapas, batuk, demam, dan sesak napas.

3. Pneumonia

Jika dibiarkan, efusi pleura berpotensi menekan paru-paru, menurunkan fungsi organ tersebut, dan meningkatkan risiko pneumonia. Gejala pneumonia termasuk batuk, nyeri dada, dan demam. Jika tidak diobati, komplikasi kanker paru ini bisa berakibat fatal.

4. Batuk berdarah

Pengidap kanker paru bisa mengalami hemoptisis (batuk berdarah) akibat pendarahan di saluran udara. Ciri batuk darah bisa bermacam-macam. Ada yang berwarna merah muda atau merah terang, tapi ada juga yang memiliki tekstur berbusa atau bahkan bercampur dengan lendir.

5. Neuropati

Neuropati adalah kelainan yang memengaruhi saraf, terutama di tangan atau kaki. Kanker paru yang tumbuh di dekat saraf lengan atau bahu berpotensi menekan saraf, menyebabkan rasa sakit dan kelemahan. Gejalanya berupa mati rasa, kelemahan, rasa sakit, dan rasa geli.

6. Komplikasi jantung

Kanker paru yang menyebar hingga ke dekat jantung bisa menekan atau menyumbat pembuluh darah dan arteri, sehingga memicu pembengkakan di bagian atas tubuh, seperti dada, leher, dan wajah. Kondisi ini rentan mengganggu irama jantung normal dan menyebabkan penumpukan cairan di sekitar jantung. Jika tidak segera mendapat penanganan, komplikasi ini memicu masalah penglihatan, sakit kepala, pusing, dan kelelahan.

7. Komplikasi esofagus

Meskipun jarang terjadi, kanker paru bisa menyebar hingga ke dekat kerongkongan. Gejalanya berupa kesulitan menelan dan nyeri ketika makanan melewati kerongkongan menuju perut.

8. Penyebaran kanker ke bagian tubuh lain

Kanker paru-paru bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh, khususnya otak, hati, tulang, dan kelenjar, dikenal sebagai fase metastasis. Gejala yang muncul berbeda-beda, tergantung pada lokasi penyebarannya.

9. Hiperkalsemia

Terkadang, kanker paru-paru bisa menyebabkan peningkatan kadar kalsium dalam darah yang dikenal sebagai hiperkalsemia. Ini bisa terjadi ketika tubuh melepaskan protein yang disebut protein terkait hormon paratiroid. Gejalanya bisa meliputi rasa haus, mual atau muntah, sakit perut, kelelahan, pusing, dan sering buang air kecil.

10. Kompresi sumsum tulang belakang

Komplikasi kanker paru ini terjadi ketika kanker menyebar ke tulang belakang dan menekan atau menyebabkan tulang belakang menjadi kolaps. Menurut sebuah penelitian tahun 2016, sekitar 28 persen pengidap kanker paru-paru mengembangkan kondisi ini. 

Gejala kompresi sumsum tulang belakang meliputi sakit punggung untuk waktu yang lama, kelemahan pada kaki dan lengan, kesulitan berjalan, dan disfungsi kandung kemih. Komplikasi ini merupakan kondisi darurat karena bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada sumsum tulang belakang. Oleh karena itu, perlu ditangani segera.

Itulah komplikasi kanker paru yang perlu diwaspadai. Menemukan penyakit tersebut lebih awal sebenarnya bisa meningkatkan peluang untuk mengobatinya secara efektif dan menghindari komplikasi. 

Namun sayangnya, kanker paru-paru bisa sulit dideteksi karena gejalanya sering kali tidak muncul sampai stadium lanjut. Oleh karena itu, bila kamu berisiko tinggi terkena kanker ini, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan tahunan untuk memeriksa tanda-tanda penyakit.

Selain itu, kamu bisa mengurangi risiko terkena penyakit ini dengan pola hidup sehat, seperti tidak merokok, mengonsumsi makanan sehat, dan suplemen vitamin. 

Kamu bisa cek obat dan vitamin yang kamu butuhkan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

banner download aplikasi halodoc
Referensi:
Kementerian Kesehatan. Diakses pada 2022. Bagaimana Kanker Paru dapat Diketahui Lebih Awal Sebelum Stadium Lanjut?
Healthline. Diakses pada 2022. Lung Cancer Complications.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Lung cancer