• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai 4 Ciri-Ciri Preeklampsia pada Ibu Hamil Ini

Waspadai 4 Ciri-Ciri Preeklampsia pada Ibu Hamil Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang sering terlambat disadari. Pasalnya, gejala dari kondisi ini seringnya baru muncul setelah kehamilan memasuki usia 20—24 minggu atau beberapa saat setelah bayi lahir. Selain itu, dalam beberapa kasus preeklamsia bisa berkembang tanpa menunjukkan gejala atau hanya gejala yang ringan.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Preeklamsia dalam Kehamilan bisa Terulang

Preeklamsia pada ibu hamil ditandai dengan meningkatnya tekanan darah (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ lain. Berita buruknya, kondisi ini bisa sangat membahayakan ibu maupun janin yang dikandung. Preeklamsia yang tidak disadari oleh calon ibu bisa berkembang menjadi eklamsia, yaitu sebuah kondisi yang jauh lebih serius dan mengancam.

Kondisi Kehamilan yang Dapat Sebabkan Preeklamsia

Kondisi ini sering dikaitkan dengan kelainan yang terjadi pada plasenta, yaitu organ yang berfungsi menerima suplai darah dan nutrisi untuk janin selama di dalam kandungan. Meski begitu, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab preeklamsia bisa terjadi pada masa kehamilan.

Gangguan preeklamsia yang terjadi selama kehamilan bisa menyebabkan terganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk kelancaran peredaran darah plasenta. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih sempit dari seharusnya, sehingga bisa menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang bisa dialirkan.

Tidak ada salahnya, sebaiknya ibu ketahui beberapa kondisi yang dapat sebabkan ibu alami preeklampsia saat menjalani kehamilan. Dilansir dari American Pregnancy Association, seorang ibu yang menjalani kehamilan pertama nyatanya rentan alami preeklamsia. Tidak hanya itu, riwayat keluarga dengan preeklamsia atau kehamilan sebelumnya dengan kondisi yang serupa dapat menyebabkan seorang ibu alami preeklamsia.

Ibu dengan kehamilan kembar juga berisiko alami preeklamsia. Ibu yang menjalani kehamilan di usia sebelum 20 tahun atau lebih dari 40 tahun juga rentan dengan kondisi ini, sehingga pemeriksaan teratur pada rumah sakit terdekat sangat diperlukan untuk memastikan kondisi kehamilan dalam keadaan sehat.

Gejala dan Ciri Preeklamsia pada Ibu Hamil

Salah satu tanda yang cukup khas dari kondisi ini adalah tekanan darah yang terus meningkat. Karena itu, memantau tekanan darah selama kehamilan adalah hal yang penting untuk dilakukan. Ibu hamil harus waspada jika tekanan darah sudah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.

Baca juga: Inilah Penyebab Preeklamsia pada Ibu Hamil

Selain hipertensi, ada gejala lain yang muncul saat seorang ibu hamil mengalami preeklamsia, yaitu:

  1. Terjadi Pembengkakan di Sejumlah Area Tubuh

Dilansir dari National Library of Medicine, preeklamsia pada kehamilan dapat menyebabkan calon ibu tiba-tiba mengalami pembengkakan. Kondisi ini bisa terjadi di telapak kaki, wajah, mata, dan tangan. Ibu hamil yang mengalami preeklamsia juga bisa mengalami peningkatan berat badan dalam 1 atau 2 hari.

  1. Nyeri yang Mengganggu

Preeklamsia meningkatkan risiko ibu hamil mengalami nyeri pada sejumlah bagian tubuh. Nyeri yang muncul bisa sangat mengganggu dan menyiksa. Ibu hamil mungkin akan mengalami nyeri di perut bagian atas, nyeri kepala yang parah, dan nyeri di bagian tubuh lain. Tidak hanya nyeri yang membuat ibu hamil tidak nyaman dan mengganggu, menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, ibu hamil yang alami preeklamsia juga berisiko alami sakit kepala yang sulit hilang atau reda.

  1. Tekanan Darah Melonjak

Salah satu gejala yang cukup khas dari kondisi ini adalah meningkatnya tekanan darah secara drastis. Ibu hamil yang mengalami preeklamsia bisa mengalami peningkatan tekanan darah menjadi sangat tinggi, yaitu lebih dari 140/90 mmHg.

Baca juga: 5 Cara Cegah Preeklampsia Usai Persalinan

  1. Gangguan Lain

Preeklamsia juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami gangguan lain. Mulai dari sesak napas akibat cairan di paru-paru, mual dan muntah, hingga gangguan fungsi hati, dan menurunnya jumlah trombosit dalam darah. Tidak hanya itu, melansir National Health Service UK, ibu hamil yang mengalami preeklamsia umumnya akan mengalami gangguan penglihatan.

Menurut Harvard Medical School, beberapa kondisi preeklamsia tidak menunjukan gejala yang signifikan sehingga penting bagi ibu hamil lakukan pemeriksaan secara rutin pada dokter kandungan ketika menjalani masa kehamilan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui preeklampsia sejak dini dan mencegah kondisi ini menjadi parah.

Ada beberapa komplikasi yang terjadi ketika preeklamsia tidak ditangani dengan baik, seperti stroke, gangguan pada organ tubuh ibu, gangguan pembekuan darah, dan gangguan pada kesehatan bayi. 

Referensi:
Harvard Medical School. Diakses pada 2019. Preeclampsia dan Eclampsia
American Pregnancy Association. Diakses pada 2019. Preeclampsia
National Library of Medicine. Diakses pada 2019. Preeclampsia
National Health Service UK. Diakses pada 2019. Preeclampsia
The American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses pada 2019. Preeclampsia and High Blood Pressure During Pregnancy