• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Sering Ibu Harus Konsultasi Kehamilan?

Seberapa Sering Ibu Harus Konsultasi Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Seberapa Sering Ibu Harus Konsultasi Kehamilan?

Halodoc, Jakarta – Saat sedang hamil, ibu akan memiliki rutinitas baru, yaitu melakukan konsultasi kehamilan pada dokter kandungan. Tujuannya untuk memastikan kehamilan berjalan sesuai harapan dan menemukan masalah kesehatan sejak dini, sehingga bisa lebih mudah diobati.

Saat melakukan konsultasi kehamilan, ibu hamil juga bisa mengajukan pertanyaan seputar kehamilan, seperti perkiraan tanggal jatuh tempo, panduan nutrisi, dan aktivitas yang penting bagi ibu hamil, serta bagaimana proses persalinan nanti. Lantas, seberapa sering ibu harus melakukan konsultasi kehamilan?

Baca juga: Panduan Aman Periksa Kehamilan saat Pandemi COVID-19

Jadwal Kunjungan Konsultasi Kehamilan

Jumlah kunjungan ke dokter yang perlu ibu lakukan selama kehamilan biasanya sekitar 10-15 kali. Untuk kehamilan yang sehat, berikut jadwal kunjungan prenatal yang direkomendasikan:

  • Minggu 4 sampai 28: 1 kunjungan tiap bulan.
  • Minggu 28 sampai 36: 1 kunjungan tiap 2 minggu.
  • Minggu 36 sampai lahir: 1 kunjungan setiap minggu.

Frekuensi kunjungan prenatal meningkat pada trimester ketiga karena komplikasi kehamilan tertentu seperti preeklamsia lebih mungkin muncul pada usia kehamilan tersebut. Selain itu, masalah dengan pertumbuhan bayi juga cenderung muncul di akhir kehamilan. Jadi, dokter kandungan mungkin ingin mengukur berat badan, lingkar perut, dan faktor lain lebih sering pada trimester terakhir.

Sesibuk apapun, usahakan untuk melakukan konsultasi kehamilan sesuai jadwal yang disarankan dokter ibu. Perawatan prenatal penting untuk kesehatan ibu dan bayi. Faktanya, ibu yang tidak mendapatkan perawatan prenatal lebih berpotensi untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Ketika dokter memeriksa ibu hamil secara teratur, ia bisa menemukan masalah sejak dini dan mengobatinya segera, sehingga ibu bisa memiliki kehamilan yang sesehat mungkin. 

Baca juga: 5 Hal Ini Menunjukan Tanda Kehamilan yang Sehat

Kondisi Kehamilan yang Perlu Perhatian Khusus

Jadwal kunjungan konsultasi kehamilan di atas tidak pasti, melainkan masih bisa berubah. Dokter akan memutuskan seberapa sering ibu harus melakukan konsultasi kehamilan berdasarkan kondisi kesehatan ibu.

Dokter mungkin akan memperbanyak jumlah kunjungan prenatal bila ibu memiliki masalah kesehatan sebelum hamil atau bila masalah berkembang selama kehamilan. Ibu hamil mungkin juga perlu melakukan tes tambahan untuk memastikan ibu dan bayi tetap sehat.

Berikut kondisi kehamilan yang memerlukan konsultasi kehamilan lebih sering:

  • Hamil di Usia 35 Tahun ke Atas 

Untungnya, kebanyakan wanita di usia akhir 30-an dan awal 40-an melahirkan bayi yang sehat dan kuat. Namun, setelah usia 35, ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan cacat lahir. Ibu juga memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi selama kehamilan.

  • Memiliki Masalah Kesehatan Sebelum Hamil

Bila ibu hamil memiliki riwayat diabetes atau tekanan darah tinggi, dokter mungkin akan menjadwalkan kunjungan prenatal lebih sering. Dokter akan membantu ibu untuk mengelola kondisi kesehatan tersebut dengan cermat, sehingga tidak memengaruhi kehamilan atau kesehatan bayi ibu. Masalah kesehatan lain, seperti asma, lupus, anemia, atau obesitas juga memerlukan konsultasi kehamilan lebih sering.

  • Masalah Medis yang Berkembang Selama Kehamilan

Selama konsultasi kehamilan, dokter akan mencari komplikasi yang bisa terjadi setelah ibu hamil. Hal itu termasuk preeklamsia atau tekanan darah tinggi terkait kehamilan, dan diabetes gestasional, sejenis diabetes yang terjadi selama kehamilan. Bila ibu mengalami salah satu dari kondisi kesehatan ini, ibu mungkin perlu lebih sering mengunjungi dokter agar bisa mengawasi kesehatan ibu.

  • Risiko Persalinan Prematur

Bila ibu memiliki riwayat persalinan prematur, atau bila ibu mulai menunjukkan tanda-tanda persalinan prematur, dokter akan memantau ibu lebih sering.

Baca juga: Ketahui Risiko Kelahiran Prematur dan Cara Mencegahnya

Itulah penjelasan mengenai seberapa sering ibu hamil harus konsultasi kehamilan. Melakukan pemeriksaan kesehatan selama kehamilan sekarang sudah lebih mudah dengan adanya aplikasi Halodoc. Ibu tinggal buat janji saja di rumah sakit pilihan ibu melalui aplikasi dan ibu bisa mengunjungi dokter tanpa perlu antre. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. How Often Do I Need Prenatal Visits?
What to Expect. Diakses pada 2021. Your Guide to Prenatal Appointments