Ad Placeholder Image

Waspadai Bahaya Ciplukan Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 07 September 2026

Waspadai efek samping dan bahaya ciplukan bagi kesehatan sebelum rutin mengonsumsinya setiap hari.

Waspadai Bahaya Ciplukan Bagi Kesehatan yang Jarang DiketahuiWaspadai Bahaya Ciplukan Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

DAFTAR ISI


Ciplukan merupakan tanaman yang buahnya sering dikonsumsi sebagai camilan atau digunakan dalam pengobatan tradisional. Meski begitu, cara konsumsi, tingkat kematangan, dan bagian tanaman yang digunakan dapat memengaruhi keamanannya.

Bahaya ciplukan umumnya perlu diperhatikan ketika buah masih mentah atau tanaman dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Bukti mengenai manfaat dan keamanan ciplukan sebagai obat herbal masih terbatas, sehingga penggunaannya tidak boleh menggantikan pemeriksaan dan pengobatan dari dokter.

Risiko Mengonsumsi Ciplukan

Buah ciplukan yang matang biasanya memiliki warna kuning-oranye dan rasa manis. Sebaliknya, buah yang masih hijau atau belum matang dapat mengandung senyawa alami yang berpotensi menimbulkan keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Daun, batang, dan akar ciplukan juga tidak dapat dianggap aman hanya karena berasal dari tanaman. Keamanan serta dosis penggunaan bagian tersebut belum memiliki bukti klinis yang cukup untuk dijadikan panduan pengobatan mandiri.

Orang yang sedang hamil atau menyusui, anak-anak, lansia, serta pasien dengan penyakit kronis sebaiknya lebih berhati-hati. Interaksi dengan obat tertentu belum sepenuhnya diketahui, sehingga konsultasi diperlukan sebelum mengonsumsi ciplukan sebagai herbal.

Cara Aman Mengonsumsi Ciplukan

  • Pilih buah yang benar-benar matang, tidak berjamur, tidak busuk, dan telah dicuci dengan air mengalir.
  • Hindari mengonsumsi buah yang masih hijau serta bagian tanaman seperti daun, batang, atau akar tanpa arahan tenaga kesehatan.
  • Jangan menggunakan ciplukan untuk menggantikan obat yang diresepkan dokter.
  • Hentikan konsumsi jika muncul mual, muntah, nyeri perut, diare, pusing, atau keluhan lain.
  • Simpan tanaman dan buah ciplukan jauh dari jangkauan anak-anak.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika setelah mengonsumsi ciplukan muncul muntah berulang, diare berat, nyeri perut hebat, sesak napas, penurunan kesadaran, atau tanda alergi seperti bengkak pada wajah dan bibir. Konsultasikan juga penggunaan ciplukan jika kamu sedang hamil, memiliki penyakit tertentu, atau mengonsumsi obat rutin.

Untuk menilai keluhan dan menentukan penanganan yang tepat, kamu dapat konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Studi Terkait

Penelitian mengenai Physalis angulata banyak dilakukan pada tingkat laboratorium dan hewan. Hasil tersebut belum cukup untuk memastikan efektivitas atau keamanan ciplukan sebagai terapi pada manusia.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc , lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter membantu kamu memperoleh arahan awal mengenai keluhan setelah mengonsumsi ciplukan. Dokter juga dapat menilai apakah kamu memerlukan pemeriksaan lanjutan atau penanganan segera.

Referensi
PubMed. Diakses pada 2026. Physalis angulata: A Review of Its Traditional Uses and Pharmacological Activities.
WebMD. Diakses pada 2026. Nightshades and Potential Toxicity.
World Health Organization. Diakses pada 2026. WHO Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Keamanan Obat Bahan Alam.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia.

FAQ

Apakah ciplukan berbahaya?

Ciplukan yang matang dan dikonsumsi sewajarnya umumnya berbeda risikonya dari buah yang masih mentah atau bagian tanaman lainnya. Namun, keamanan penggunaannya sebagai obat herbal belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Apa efek samping ciplukan mentah?

Ciplukan mentah berpotensi menyebabkan mual, muntah, sakit perut, atau diare. Risiko dapat meningkat jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Apakah ciplukan boleh dikonsumsi ibu hamil?

Keamanan ciplukan sebagai herbal selama kehamilan belum memiliki bukti yang memadai. Ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Kapan harus ke dokter setelah makan ciplukan?

Segera ke dokter jika muncul muntah berulang, diare berat, nyeri perut hebat, sesak napas, atau penurunan kesadaran. Jangan menunda pertolongan jika gejala memburuk.