Ad Placeholder Image

Waspadai Bahaya Konsumsi Makanan Berjamur bagi Kesehatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 15 September 2026

Waspadai risiko kesehatan akibat bahaya konsumsi makanan berjamur bagi tubuh kita.

Waspadai Bahaya Konsumsi Makanan Berjamur bagi KesehatanWaspadai Bahaya Konsumsi Makanan Berjamur bagi Kesehatan

DAFTAR ISI


Bahaya konsumsi makanan berjamur perlu diwaspadai karena jamur dapat tumbuh sekaligus menghasilkan zat beracun yang disebut mikotoksin. Tidak semua jamur terlihat jelas dari permukaan makanan, sehingga membuang bagian yang tampak berjamur belum tentu membuat makanan tersebut aman dikonsumsi.

Beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan setelah makan makanan yang sudah terkontaminasi, seperti mual, muntah, sakit perut, atau diare. Keluhan dapat muncul dalam waktu singkat, terutama bila makanan juga tercemar bakteri penyebab keracunan.

Pada paparan tertentu dan berulang, mikotoksin dapat membebani organ tubuh, termasuk hati dan ginjal. Risikonya dapat lebih besar pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Karena itu, makanan yang berjamur sebaiknya tidak dikonsumsi. Bila muncul keluhan setelah tidak sengaja memakannya, perhatikan gejala dan pastikan tubuh mendapat cukup cairan. Untuk keluhan yang berat atau menetap, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Cara Mencegah Bahaya Konsumsi Makanan Berjamur

Langkah utama untuk mencegah bahaya konsumsi makanan berjamur adalah membuang makanan yang sudah menunjukkan tanda kerusakan. Jangan hanya mengerok bagian berjamur, karena benang jamur dapat menyebar ke bagian yang tidak terlihat, terutama pada makanan lunak.

  • Periksa warna, tekstur, bau, dan tanggal kedaluwarsa sebelum makan.
  • Simpan makanan sesuai petunjuk, termasuk di lemari pendingin bila diperlukan.
  • Gunakan wadah bersih dan tertutup untuk mencegah kontaminasi silang.
  • Jangan mencicipi makanan yang berbau atau terlihat tidak normal.
  • Segera dinginkan makanan matang dan hindari menyimpannya terlalu lama.

Jika seseorang mengalami diare atau muntah, berikan cairan sedikit demi sedikit tetapi sering. Larutan oralit dapat membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, tetapi penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan. Hindari minum obat antidiare tanpa arahan tenaga kesehatan, khususnya bila terdapat demam tinggi, darah pada tinja, atau nyeri perut berat.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter Halodoc bila muntah atau diare berlangsung terus-menerus, sulit minum, sangat lemas, pusing, atau buang air kecil jauh lebih sedikit. Tanda-tanda tersebut dapat menunjukkan dehidrasi yang membutuhkan penanganan.

Pertolongan medis juga diperlukan bila muncul darah pada muntahan atau tinja, demam tinggi, nyeri perut hebat, sesak napas, penurunan kesadaran, atau reaksi alergi seperti bengkak pada wajah dan sulit bernapas. Anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis sebaiknya diperiksa lebih cepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc) disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA.
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar dari apotek terdekat sesuai ketersediaan layanan.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter membantu kamu memperoleh arahan awal terkait gejala setelah mengonsumsi makanan berjamur. Dokter dapat menilai tingkat keparahan, menyarankan perawatan yang sesuai, dan menentukan apakah pemeriksaan langsung diperlukan.

Referensi
WHO. Mycotoxins. Diakses pada 2026.
National Center for Biotechnology Information. Food Poisoning. Diakses pada 2026.
WebMD. Food Poisoning. Diakses pada 2026.
BPOM RI. Informasi Keamanan Pangan. Diakses pada 2026.

FAQ

Apakah makanan yang berjamur masih aman jika dimasak?

Memasak tidak selalu menghancurkan semua mikotoksin yang mungkin telah terbentuk. Untuk keamanan, makanan yang sudah berjamur sebaiknya dibuang.

Apa gejala setelah makan makanan berjamur?

Gejalanya dapat berupa mual, muntah, diare, kram perut, atau pusing. Keluhan berat seperti sesak napas, penurunan kesadaran, atau darah pada tinja membutuhkan pertolongan medis segera.

Apakah semua makanan berjamur berbahaya?

Tidak semua jamur memiliki tingkat bahaya yang sama, tetapi jamur pada makanan yang tidak sengaja tumbuh dapat disertai mikotoksin atau bakteri. Karena sulit membedakannya secara kasatmata, makanan tersebut sebaiknya tidak dimakan.

Bagaimana mencegah dehidrasi akibat muntah atau diare?

Minumlah cairan sedikit demi sedikit tetapi sering. Jika muntah atau diare berlanjut, gunakan oralit sesuai petunjuk dan konsultasikan kondisi kepada dokter.