Ad Placeholder Image

Waspadai Berbagai Penyebab Ambeyen yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 05 Agustus 2026

Kenali berbagai penyebab ambeyen yang sering terjadi dan cara mencegahnya agar tetap nyaman.

Waspadai Berbagai Penyebab Ambeyen yang Sering DiabaikanWaspadai Berbagai Penyebab Ambeyen yang Sering Diabaikan

DAFTAR ISI


Ambeyen atau hemoroid merupakan kondisi medis berupa pembengkakan atau peradangan pada pembuluh darah vena di sekitar anus dan rektum bagian bawah. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, dan sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas harian.

Secara umum, ambeyen timbul akibat meningkatnya tekanan pada pembuluh darah di area panggul dan dubur. Tekanan berlebih tersebut menyebabkan vena meregang, membengkak, dan menonjol hingga membentuk benjolan yang rentan mengalami iritasi atau pendarahan.

Gejala awal yang kerap muncul meliputi rasa gatal pada area anus, benjolan lunak di luar atau dalam dubur, hingga timbulnya darah berwarna merah segar saat buang air besar. Memahami pemicunya secara pasti sangat penting agar kamu dapat mencegah perburukan kondisi ini sejak dini.

Jika kamu mengalami gejala yang memicu rasa sakit parah atau pendarahan berulang, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Penyebab Ambeyen yang Sering Diabaikan

Ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di rektum. Berikut adalah beberapa penyebab utama ambeyen yang sering terjadi:

  1. Mengejan Terlalu Keras saat BAB: Kebiasaan mengejan akibat sembelit kronis atau konstipasi membuat tekanan darah di area anus meningkat tajam sehingga pembuluh darah mudah membengkak.
  2. Duduk Terlalu Lama: Duduk dalam durasi panjang tanpa jeda, baik saat bekerja di meja kantor maupun duduk di toilet, menghambat aliran darah balik di area panggul.
  3. Pola Makan Kurang Serat: Diet yang minim sayur, buah, dan biji-bijian membuat konsistensi feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
  4. Kurang Minum Air Putih: Dehidrasi menyebabkan usus menyerap lebih banyak air dari sisa makanan sehingga feses menjadi padat dan keras.
  5. Kehamilan: Pembesaran rahim seiring bertambahnya usia kehamilan menekan vena di panggul, ditambah faktor perubahan hormon progesterone yang melonggarkan dinding pembuluh darah.
  6. Kebiasaan Mengangkat Beban Berat: Mengangkat beban berat secara terus-menerus memicu peningkatan tekanan intra-abdominal yang berdampak ke pembuluh darah anus.
  7. Obesitas: Berat badan berlebih memberikan beban tambahan secara konstan pada area panggul dan pembuluh darah rektum.
Faktor Pemicu Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari
  1. Sering menunda dorongan untuk buang air besar.
  2. Main ponsel atau membaca saat duduk di kloset terlalu lama.
  3. Kurang melakukan aktivitas fisik atau jarang berolahraga.

Faktor Risiko dan Pencegahan Ambeyen

Seiring bertambahnya usia, jaringan penyokong pembuluh darah di rektum dan anus dapat melemah dan menipis. Hal ini membuat lansia lebih rentan mengalami hemoroid dibanding usia muda. Meski begitu, perubahan gaya hidup modern juga membuat usia muda makin berisiko.

Pencegahan utama ambeyen dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, minum air putih minimal 2 liter per hari, serta rutin berolahraga. Selain itu, segeralah beli obat online di Halodoc jika kamu membutuhkan suplemen serat atau pelunak feses untuk menjaga kelancaran pencernaan.

Studi Terkait

Berdasarkan publikasi riset kesehatan gastrointestinal terbaru pada tahun 2026, lebih dari 50% populasi dewasa pernah mengalami gejala hemoroid setidaknya sekali dalam hidup mereka. Studi ini menegaskan bahwa intervensi gaya hidup berupa penambahan asupan serat harian hingga 25–30 gram serta pengurangan durasi duduk di toilet mampu menurunkan risiko kekambuhan ambeyen hingga 68%.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari, terasa makin nyeri, atau terdapat pendarahan hebat saat buang air besar, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Memeriksakan masalah kesehatan panggul dan pencernaan langsung dengan ahli medis sangat penting untuk mendapat diagnosis yang tepat. Melalui Halodoc, kamu bisa berkonsultasi secara privat, cepat, dan terjangkau kapan saja tanpa perlu merasa canggung atau keluar rumah.

Referensi

World Journal of Gastroenterology. Diakses pada 2026. Etiology, Pathophysiology, and Modern Management of Hemorrhoidal Disease.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Risk Factors and Dietary Interventions for Hemorrhoids in Adults.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Digestive Health and Fiber Intake Recommendations.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Panduan Kesehatan Pencernaan dan Pencegahan Konstipasi.

FAQ

Apakah ambeyen bisa sembuh sendiri tanpa obat?
Ambeyen derajat ringan biasanya bisa membaik dengan sendirinya melalui konsumsi makanan tinggi serat dan minum cukup air. Namun, jika benjolan membesar atau terasa amat nyeri, penanganan medis tetap diperlukan.

Apakah sering duduk di lantai dingin menyebabkan ambeyen?
Ini adalah mitos yang umum beredar. Mual atau duduk di lantai dingin tidak secara langsung menyebabkan ambeyen, melainkan posisi duduk terlalu lama tanpa bergerak yang meningkatkan tekanan pembuluh darah.

Apakah ambeyen berbahaya jika dibiarkan?
Jika dibiarkan tanpa penanganan, ambeyen dapat memicu komplikasi seperti anemia akibat pendarahan kronis, atau pembekuan darah (trombosis) pada benjolan yang menimbulkan nyeri hebat.

Makanan apa saja yang harus dihindari saat ambeyen?
Sebaiknya kurangi makanan pedas, makanan berlemak tinggi, olahan olahan rendah serat, serta minuman berkafein atau beralkohol yang dapat memicu konstipasi dan iritasi saluran cerna.