• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Penularan Virus Campak pada Si Kecil

Waspada Penularan Virus Campak pada Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Ibu pasti sudah sering mendengar informasi mengenai campak yang rentan dialami bayi. Bayi rentan mengalami campak karena belum memiliki sistem imun yang kuat.  Melansir Centers for Diseases Control and Prevention, campak mudah menyebar melalui droplets yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Penyakit ini sangat menular sehingga jika satu orang memilikinya, 9 dari 10 orang di sekitarnya dapat untuk tertular penyakit ini. Terlebih pada bayi, mereka bisa terkena campak hanya karena berada di dalam ruangan yang sama dengan pengidapnya, bahkan hingga dua jam setelah orang itu pergi. Orang yang terinfeksi dapat menularkan campak kepada orang lain bahkan sebelum mengetahui bahwa ia mengidap penyakit tersebut. Mulai empat hari sebelum terkena ruam campak hingga empat hari sesudahnya.

Baca juga: Ini 5 Mitos tentang Penyakit Campak pada Bayi

Campak adalah Penyakit yang Berbahaya untuk Bayi

Beberapa orang dewasa menganggap bahwa campak hanya penyakit ringan dengan gejala ruam dan demam yang bisa hilang setelah beberapa hari. Padahal apabila campak menyerang bayi, maka kondisi ini bisa berbahaya. Mereka dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Berikut beberapa fakta yang perlu kamu ketahui: 

  • Dilaporkan bahwa sekitar 1 dari 5 orang di Amerika Serikat yang terkena campak harus dirawat di rumah sakit.

  • 1 dari 1.000 pengidap campak mengalami pembengkakan otak, yang dapat menyebabkan kerusakan otak;

  • 1 hingga 3 dari 1.000 orang yang menderita campak akan meninggal, bahkan sudah diberikan perawatan terbaik.

Nah, beberapa gejala campak yang lebih umum antara lain: 

  • Demam tinggi (bisa melonjak hingga lebih dari 40 derajat Celcius);

  • Batuk;

  • Pilek;

  • Mata merah, berair (konjungtivitis), dan

  • Ruam (3-5 hari setelah gejala dimulai).

Jika bayi memiliki gejala seperti di atas, atau secara tidak sengaja melakukan kontak dengan pengidap campak, segera periksakan bayi ke rumah sakit. Pastikan gejala ini tidak semakin gawat demi mencegah komplikasi. Kamu bisa buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc supaya lebih praktis.

Baca juga: Begini Cara Efektif Obati Campak pada Bayi

Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Alami Campak? 

Risiko yang ditimbulkan pada bayi dan keluarga tergantung pada tempat kamu tinggal dan persentase komunitas yang telah divaksinasi campak. Tanyakan kepada petugas kesehatan untuk mengetahui jumlah kasus campak di tempat kamu tinggal. Jika kamu memiliki anak yang lebih besar, periksa tingkat vaksinasi sekolah mereka. 

Sementara itu, risiko campak pada bayi akan semakin tinggi jika ia memiliki beberapa kondisi, semisal: Bayi berusia di bawah 12 bulan yang belum menerima vaksin campak;

  • Bayi yang dititipkan di penitipan anak atau tinggal di lingkungan yang ramai; 

  • Bayi yang memiliki saudara yang lebih tua;

  • Bayi yang tidak disusui dengan ASI.

Cegah Campak dengan Vaksin

Melansir Kids Health, cara terbaik untuk melindungi anak adalah melalui imunisasi. Bagi sebagian besar anak-anak, perlindungan campak adalah bagian dari vaksin campak-gondong-rubella (MMR) atau vaksin campak-gondong-rubella-varicella (MMRV) yang diberikan ketika mereka berusia 12 hingga 15 bulan dan sekali lagi ketika mereka berusia 4 hingga 6 tahun. tahun. Vaksin ini dapat diberikan kepada bayi berusia 6 bulan jika mereka akan bepergian ke luar negeri. 

Penting bagi anak untuk mendapatkan vaksin tepat waktu. Orang yang berisiko (seperti mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah) tidak bisa mendapatkan vaksin. Namun, ketika banyak orang di sekitarnya diimunisasi terhadap suatu penyakit, hal ini juga akan melindunginya.

Baca juga: Begini Cara Membedakan Campak dengan Demam Scarlet

Jika kamu masih ingin tahu mengenai penyakit campak atau vaksin untuk cegah campak, kamu bisa tanyakan pada dokter di Halodoc. Dokter akan memberikan segala informasi kesehatan yang diperlukan untuk membantu melindungi bayi dari campak.

Referensi:
Centers for Diseases Control and Prevention. Diakses pada 2020. Things Parents Need to Know about Measles.
Kids Health. Diakses pada 2020. Measles.
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2020. Protecting Your Baby from a Measles Outbreak.