Ad Placeholder Image

Wegovy vs Mounjaro: Perbandingan Efeknya pada Penurunan Massa Otot

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD 10 September 2026

Baik Wegovy maupun Mounjaro sama-sama bisa mengikis sebagian massa otot saat menurunkan berat badan, namun sejumlah studi menunjukkan Mounjaro cenderung menyebabkan kehilangan massa otot relatif lebih besar dibanding Wegovy.

Wegovy vs Mounjaro: Perbandingan Efeknya pada Penurunan Massa OtotWegovy vs Mounjaro: Perbandingan Efeknya pada Penurunan Massa Otot

DAFTAR ISI


Wegovy (semaglutide) dan Mounjaro (tirzepatide) adalah dua obat suntik mingguan yang populer untuk menurunkan berat badan. Keduanya bekerja dengan meniru hormon usus yang mengatur rasa kenyang, sehingga nafsu makan berkurang dan berat badan turun signifikan. 

Namun, di balik manfaatnya, muncul kekhawatiran: apakah berat badan yang hilang benar-benar lemak, atau ikut menggerus massa otot?

Kenapa Massa Otot Bisa Ikut Turun?

Saat berat badan turun drastis, tubuh tidak hanya membakar lemak. Sebagian dari berat yang hilang juga berasal dari massa tanpa lemak (lean mass), yang di dalamnya termasuk otot, air, dan jaringan ikat.

Ini adalah pola yang lazim terjadi pada hampir semua metode penurunan berat badan, termasuk diet ketat dan operasi bariatrik, bukan hanya obat GLP-1.

Jika butuh saran tentang pola makan sesuai kondisi tubuhmu, Ini Rekomendasi Dokter Gizi di Halodoc yang Bisa Dihubungi.

Data dari Uji Klinis Semaglutide (Wegovy)

Analisis komposisi tubuh dari uji klinis STEP menunjukkan sekitar 30–39% dari total berat yang hilang selama pemakaian semaglutide berasal dari massa tanpa lemak, bukan murni lemak. 

Sementara itu, studi SEMALEAN yang meneliti pasien obesitas yang memakai semaglutide 2,4 mg menemukan hasil yang lebih menenangkan: massa lemak turun 14% pada bulan ke-7 dan 18% pada bulan ke-12, sedangkan massa otot sempat turun sekitar 3 kg pada bulan ke-7 tetapi kemudian stabil.

Hal yang menarik, kekuatan genggaman tangan (indikator kekuatan otot) justru meningkat rata-rata 4,5 kg pada bulan ke-12, dan proporsi pasien dengan kondisi obesitas sarkopenik turun dari 49% menjadi 33% setelah satu tahun pengobatan.

Data dari Uji Klinis Tirzepatide (Mounjaro)

Analisis komposisi tubuh dari uji SURMOUNT-1 menemukan sekitar 75% dari berat yang hilang pada pengguna tirzepatide adalah lemak, sedangkan 25% sisanya adalah massa tanpa lemak. 

Angka ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari semaglutide. Namun karena tirzepatide umumnya menghasilkan penurunan berat badan total yang lebih besar, jumlah absolut massa otot yang hilang pun berpotensi lebih banyak.

Ketahui lebih dalam mengenai Protein – Manfaat dan Informasi Lengkap bagi Kesehatan berikut ini.

Perbandingan Langsung: Studi Observasional 2026

Sebuah studi observasional berbasis data dunia nyata yang dipublikasikan di medRxiv pada April 2026 membandingkan langsung kedua obat ini menggunakan teknologi pemantauan komposisi tubuh digital.

Hasilnya, pengguna tirzepatide mengalami kehilangan massa otot relatif lebih besar dibanding pengguna semaglutide pada semua titik waktu yang diukur: selisih 1,1% pada bulan ke-3, 1,5% pada bulan ke-6, 1,3% pada bulan ke-9, dan 2% pada bulan ke-12.

Studi ini masih berupa pracetak (belum melalui peer review penuh) sehingga hasilnya perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Sementara itu, uji klinis head-to-head SURMOUNT-5 yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada Mei 2025 mengonfirmasi bahwa tirzepatide menghasilkan penurunan berat badan rata-rata 20,2% dalam 72 minggu, dibanding 13,7% pada semaglutide.

Artinya, sebagian selisih kehilangan otot antara kedua obat kemungkinan besar berkaitan dengan seberapa besar total berat badan yang berhasil diturunkan, bukan semata-mata karena mekanisme kerja obat yang berbeda.

Bukan Berarti Obat “Memakan” Otot

Penting dipahami, kehilangan sebagian massa otot bukan berarti obat ini secara aktif merusak jaringan otot. Fenomena ini lebih tepat dijelaskan sebagai konsekuensi alami dari defisit kalori yang besar dan cepat.

Selama sebagian besar berat yang hilang tetap didominasi oleh lemak, dan otot dijaga dengan latihan serta asupan protein yang cukup, risiko penurunan fungsi otot jangka panjang bisa diminimalkan.

Hal yang Bisa Dilakukan Pengguna

Beberapa langkah yang didukung bukti untuk melindungi massa otot selama terapi GLP-1:

  • Melakukan latihan resistensi (angkat beban) secara rutin, minimal 2 kali seminggu.
  • Menjaga asupan protein harian sesuai kebutuhan tubuh, sebaiknya dengan panduan ahli gizi.
  • Memantau komposisi tubuh secara berkala, bukan hanya angka di timbangan.
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum memilih atau mengganti jenis terapi.

Turunkan Berat Badan Tanpa Kehilangan Banyak Massa Otot dengan Halofit

Sedang mencari cara menurunkan berat badan yang cepat, aman, tetap dalam pengawasan dokter dan tidak menurunkan massa otot? Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc, hadir dengan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup yang disesuaikan dengan kondisi serta targetmu.

Didampingi dokter dan ahli gizi, program Halofit dirancang untuk membantu menurunkan berat badan 10–12 kg* dalam 60 hari secara sehat dan terukur.

Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih:

1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Cocok untuk kamu yang ingin memulai perjalanan penurunan berat badan dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari. Program ini mencakup meal plan personal dan obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan dokter sesuai kebutuhanmu.

2. Halofit Transform – Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program premium untuk kamu yang membutuhkan pendekatan lebih intensif melalui terapi injeksi GLP-1. Terapi ini membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung penurunan berat badan, dengan pemantauan dokter selama program.

Semua layanan tersedia melalui aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, tanpa perlu datang ke klinik.

Yuk, mulai perjalanan penurunan berat badan yang lebih terarah bersama Halofit!

Kesimpulan

Berdasarkan bukti yang tersedia saat ini, baik Wegovy maupun Mounjaro sama-sama berpotensi menyebabkan penurunan massa otot selama proses penurunan berat badan. 

Namun, beberapa studi observasional menunjukkan tirzepatide (Mounjaro) cenderung dikaitkan dengan kehilangan massa otot yang relatif lebih besar dibanding semaglutide (Wegovy), sebagian besar karena efek penurunan berat badannya yang juga lebih besar.

Data ini masih berkembang, dan pilihan terapi sebaiknya tetap didiskusikan bersama dokter spesialis gizi dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Referensi
Comparative Efficacy of Tirzepatide vs. Semaglutide in Reducing Body Weight — PubMed: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40503067/
SEMALEAN Study — Impact of Semaglutide on Fat Mass, Lean Mass and Muscle Function (PMC): https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC12673431/
Greater Lean-Body-Mass Decline with Tirzepatide than Semaglutide in Routine Care — medRxiv (2026): https://www.medrxiv.org/content/10.64898/2026.04.11.26350687v1.full
Aronne L, et al. Tirzepatide as Compared with Semaglutide for the Treatment of Obesity (SURMOUNT-5). N Engl J Med. 2025. DOI: 10.1056/NEJMoa2416394