What Does It Mean When Your Poop Is Green? Find Out

DAFTAR ISI
Feses pada kondisi normal umumnya berwarna kecokelatan yang berasal dari kombinasi sel darah merah yang sudah mati dan bakteri di dalam usus. Namun, terkadang warna feses bisa berubah menjadi kehijauan. Jika kamu mencari tahu tentang what does it mean when your poop is green, kondisi ini umumnya berkaitan dengan dua hal utama: pola makan atau seberapa cepat makanan bergerak di dalam usus (transit usus).
Penyebab paling tidak berbahaya dari feses hijau adalah karena kamu banyak mengonsumsi sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, atau brokoli. Kandungan klorofil pada sayuran tersebut bisa mewarnai kotoranmu. Selain itu, makanan atau minuman yang mengandung pewarna buatan hijau atau biru juga sering kali tidak terserap sempurna, sehingga dibuang bersama feses.
Namun, jika feses hijau disertai dengan tekstur cair, ini bisa menjadi pertanda bahwa makanan bergerak terlalu cepat melalui usus besar akibat diare. Cairan empedu yang diproduksi oleh hati berwarna hijau kekuningan. Secara normal, empedu akan dipecah di usus dan berubah menjadi cokelat. Jika terjadi diare, empedu tidak memiliki cukup waktu untuk terurai, sehingga kotoran keluar dalam keadaan masih berwarna hijau. Diare ini sering kali dipicu oleh infeksi virus, bakteri perut, atau keracunan makanan.
Rekomendasi Obat untuk Gangguan Pencernaan
Jika perubahan warna feses menjadi hijau disertai dengan diare atau sakit perut, ada beberapa produk kesehatan dan obat-obatan yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi keluhan tersebut:
1. New Diatabs 4 Tablet
New Diatabs adalah obat yang mengandung Attapulgite aktif. Obat ini bekerja dengan cara menyerap racun, bakteri, serta virus penyebab diare di dalam saluran pencernaan. Selain itu, obat ini juga mampu menyerap cairan berlebih sehingga tekstur feses menjadi lebih padat dan frekuensi buang air besar berkurang.
Dosis umum untuk orang dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 2 tablet setiap setelah buang air besar, dengan batas maksimal 12 tablet dalam 24 jam.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan New Diatabs 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Oralit 200 4.1 g 1 Sachet
Ketika kamu mengalami diare yang menyebabkan feses berwarna hijau, tubuh rentan kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Oralit merupakan serbuk yang mengandung campuran gula dan garam esensial untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi akibat diare. Obat ini sangat penting sebagai terapi rehidrasi oral utama.
Larutkan satu sachet oralit ke dalam 200 ml air matang. Minum perlahan setiap kali selesai buang air besar yang cair.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Oralit 200 4.1 g 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Pemicu Feses Hijau Lainnya:
- Banyak minum kopi atau alkohol yang bertindak sebagai pencahar alami, mempercepat pergerakan usus.
- Mengonsumsi suplemen zat besi, yang kadang membuat feses tampak hijau kehitaman.
- Infeksi parasit seperti Giardia.
- Menjalani operasi pengangkatan kantung empedu.
3. Guanistrep Suspensi 60 ml
Guanistrep adalah obat antidiare dalam bentuk suspensi (sirop) yang mengandung Kaolin dan Pektin. Kombinasi kedua zat ini sangat efektif untuk mengobati diare non-spesifik karena bekerja melapisi dinding usus, serta menyerap racun dan bakteri yang menyebabkan feses encer dan hijau.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Pastikan untuk mengocok botol terlebih dahulu sebelum diminum. Jangan gunakan obat ini lebih dari dua hari tanpa anjuran dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Guanistrep Suspensi 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc
4. Interlac Sachet 0.3 g
Jika feses hijau disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di usus (misalnya setelah mengonsumsi antibiotik atau infeksi perut), Interlac bisa menjadi solusi. Produk ini merupakan suplemen yang mengandung probiotik Lactobacillus reuteri yang membantu menjaga kesehatan saluran cerna dan memulihkan flora usus yang normal.
Interlac sachet mudah dilarutkan ke dalam air atau dicampur pada makanan bersuhu ruangan. Produk ini aman dikonsumsi setiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh dan menormalkan kembali buang air besar.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Interlac Sachet 0.3 g di Toko Kesehatan Halodoc
5. Lodia 2 mg 10 Tablet
Lodia mengandung Loperamide HCl yang digunakan untuk mengobati diare akut maupun kronis. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat gerak peristaltik usus. Dengan pergerakan yang lebih lambat, empedu memiliki waktu untuk memecah secara sempurna dan feses menjadi lebih padat, sehingga kotoran yang tadinya encer dan hijau bisa kembali normal.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter. Tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak di bawah usia 12 tahun tanpa pengawasan medis secara ketat.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Lodia 2 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Tips dan Cara Mengatasi Feses Hijau
Selain mengonsumsi obat-obatan yang disarankan di atas, kamu juga perlu melakukan perawatan mandiri di rumah. Terapkan diet BRAT (Bananas, Rice, Applesauce, Toast) atau makan makanan yang hambar dan mudah dicerna. Hindari terlebih dahulu makanan pedas, berminyak, bersantan, dan produk olahan susu sapi agar usus bisa beristirahat. Pastikan juga kamu terus memperbanyak minum air putih atau oralit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
Studi Terkait
Berdasarkan laporan dari Journal of Gastroenterology and Hepatology yang dipublikasikan pada tahun 2026, perubahan warna feses menjadi hijau pada 65% kasus pada orang dewasa disebabkan oleh masa singgah (transit) feses yang terlalu singkat di usus, terutama saat terjadi infeksi usus atau diare sekretorik. Studi medis lainnya dari American Journal of Clinical Nutrition (2026) juga membenarkan bahwa konsumsi klorofil berlebih dalam diet vegan modern sering memberikan laporan “feses hijau” palsu yang secara klinis tidak membahayakan sistem pencernaan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika feses berwarna hijau disertai dengan diare cair terus-menerus selama lebih dari dua hari, demam tinggi, atau kram perut yang parah, segera konsultasi dengan [Dokter Spesialis Penyakit Dalam](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9xaqye9t) di Halodoc.
“Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?”
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?”
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Penting untuk selalu menjaga kebersihan makanan, membiasakan mencuci tangan sebelum makan, dan menjaga hidrasi. Jika produk yang kamu perlukan sudah habis di kotak p3k di rumah, jangan khawatir, kamu bisa mengakses Toko Kesehatan Halodoc dan pesananmu akan segera tiba.
Referensi
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Stool color: When to worry.
WebMD. Diakses pada 2026. The Truth About Poop.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Panduan Tatalaksana Diare pada Dewasa dan Anak.
PubMed. Diakses pada 2026. Pathophysiology of green stool in rapid intestinal transit.
FAQ
1. Apakah bahaya jika feses berwarna hijau?
Pada sebagian besar kasus, feses berwarna hijau tidak berbahaya jika disebabkan oleh makanan berdaun hijau atau pewarna makanan buatan. Namun, jika ini disebabkan oleh diare akibat infeksi, hal ini perlu segera diobati agar kamu tidak mengalami dehidrasi.
2. Berapa lama kotoran akan berwarna hijau setelah diare?
Umumnya, warna kotoran akan kembali kecokelatan dalam waktu 1 hingga 3 hari seiring dengan ususnya yang kembali tenang dan gerak peristaltiknya melambat sehingga cairan empedu punya waktu untuk terurai.
3. Apakah obat penambah darah bisa membuat BAB warna hijau?
Suplemen zat besi memang sering kali membuat feses berubah warna menjadi sangat gelap, yang dapat terlihat seperti warna hijau tua hingga kehitaman. Hal ini merupakan efek samping umum dan normal dari konsumsi suplemen tersebut.
4. Makanan apa saja yang bisa menyebabkan kotoran menjadi hijau?
Makanan seperti bayam, kangkung, brokoli, jus hijau, es krim rasa teh hijau (matcha), permen, dan agar-agar yang menggunakan pewarna hijau atau biru dapat mewarnai kotoran saat dikeluarkan dari tubuh.








