Advertisement

Xanthan Gum: Manfaat, Penggunaan, dan Keamanannya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   30 April 2025

Xanthan gum adalah bahan tambahan makanan yang umum digunakan dalam berbagai industri.

Xanthan Gum: Manfaat, Penggunaan, dan KeamanannyaXanthan Gum: Manfaat, Penggunaan, dan Keamanannya

DAFTAR ISI

  1. Proses Pembuatan Xanthan Gum
  2. Manfaat Xanthan Gum bagi Kesehatan
  3. Penggunaan Xanthan Gum dalam Industri Makanan
  4. Keamanan Konsumsi Xanthan Gum
  5. Potensi Efek Samping Xanthan Gum
  6. Alternatif Pengganti Xanthan Gum
  7. Inovasi Terbaru dalam Produksi Xanthan Gum di Indonesia
  8. Aturan Penggunaan Xanthan Gum dalam Makanan Menurut BPOM

Xanthan gum adalah polisakarida atau karbohidrat kompleks yang larut dalam air. Bahan ini diproduksi melalui proses fermentasi oleh bakteri Xanthomonas campestris.

Proses ini melibatkan fermentasi glukosa, sukrosa, atau laktosa. Setelah fermentasi selesai, xanthan gum dipisahkan, dikeringkan, dan digiling menjadi bubuk halus.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), xanthan gum termasuk dalam kategori bahan tambahan pangan (BTP) yang diizinkan.

Xanthan gum berfungsi sebagai pengental, penstabil, pengemulsi, dan pembentuk tekstur dalam berbagai produk makanan dan minuman.

Proses Pembuatan Xanthan Gum

Proses pembuatan xanthan gum melibatkan beberapa tahapan penting:

  • Fermentasi: Bakteri Xanthomonas campestris difermentasi dalam medium yang kaya akan gula.
  • Pemurnian: Xanthan gum dipisahkan dari medium fermentasi melalui proses presipitasi dengan alkohol.
  • Pengeringan: Xanthan gum dikeringkan untuk menghilangkan sisa-sisa cairan.
  • Penggilingan: Bahan yang sudah kering digiling menjadi bubuk halus agar mudah digunakan.

BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) juga mengembangkan teknologi pembuatan xanthan gum dari bahan lokal.

Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor dan mendukung industri dalam negeri.

Mengenal Karbohidrat dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh.

Manfaat Xanthan Gum bagi Kesehatan

Meskipun xanthan gum lebih dikenal sebagai bahan tambahan makanan, terdapat beberapa potensi manfaat kesehatan yang perlu diketahui:

  • Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa xanthan gum dapat membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan.
  • Melancarkan Pencernaan: Sebagai serat larut, xanthan gum dapat membantu meningkatkan volume tinja dan melancarkan buang air besar.
  • Menurunkan Kolesterol: Serat larut seperti xanthan gum dapat mengikat kolesterol dalam sistem pencernaan dan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Menurut WHO, konsumsi serat yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pencernaan.

Penggunaan Xanthan Gum dalam Industri Makanan

Xanthan gum banyak digunakan dalam industri makanan karena sifatnya yang unik. Berikut adalah beberapa contoh penggunaannya:

  • Pengental: Menambah kekentalan pada saus, sup, dan es krim.
  • Penstabil: Mencegah pemisahan bahan dalam salad dressing dan minuman.
  • Pembentuk Tekstur: Memberikan tekstur yang lembut pada produk roti bebas gluten.
  • Pengemulsi: Membantu mencampur bahan-bahan yang tidak mudah bercampur, seperti minyak dan air.

Pengganti Santan, Alternatif Sehat dan Lezat untuk Masakan.

Keamanan Konsumsi Xanthan Gum

Xanthan gum umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) telah menyetujui penggunaannya dalam makanan tanpa batasan tertentu.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap orang dapat bereaksi berbeda terhadap suatu zat. Konsumsi xanthan gum dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan efek samping pada beberapa orang.

Potensi Efek Samping Xanthan Gum

Meskipun jarang terjadi, beberapa orang dapat mengalami efek samping setelah mengonsumsi xanthan gum, seperti:

  • Masalah Pencernaan: Kembung, gas, atau diare, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
  • Reaksi Alergi: Reaksi alergi sangat jarang terjadi, tetapi mungkin termasuk ruam kulit, gatal-gatal, atau kesulitan bernapas.

Jika mengalami efek samping setelah mengonsumsi xanthan gum, segera hentikan penggunaannya dan konsultasikan dengan dokter.

Alternatif Pengganti Xanthan Gum

Jika mencari alternatif pengganti xanthan gum, ada beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan:

  • Guar Gum: Polisakarida lain yang juga berfungsi sebagai pengental.
  • Chia Seeds: Biji chia dapat menyerap air dan membentuk gel.
  • Cornstarch (Tepung Maizena): Tepung maizena dapat digunakan sebagai pengental dalam beberapa resep.

Inovasi Terbaru dalam Produksi Xanthan Gum di Indonesia

BRIN terus mengembangkan teknologi pembuatan xanthan gum dari bahan lokal.

Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Pengembangan ini mencakup penelitian tentang strain bakteri yang lebih efisien dan penggunaan bahan baku lokal yang lebih murah.

Aturan Penggunaan Xanthan Gum dalam Makanan Menurut BPOM

BPOM mengatur penggunaan xanthan gum sebagai bahan tambahan pangan (BTP) dalam makanan.

Penggunaan xanthan gum harus sesuai dengan standar dan batasan yang telah ditetapkan untuk memastikan keamanan konsumen.

Produsen makanan wajib mencantumkan xanthan gum dalam daftar komposisi produk.

Kesimpulan

Xanthan gum adalah polisakarida serbaguna dengan berbagai aplikasi dalam industri makanan dan lainnya.

Meskipun umumnya aman untuk dikonsumsi, penting untuk memperhatikan potensi efek samping dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu atau kekhawatiran tentang penggunaan xanthan gum, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi di Halodoc.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2025. Xanthan gum: Uses, health information, and subsitutes.
Healthline. Diakses pada 2025. Xanthan Gum — Is This Food Additive Healthy or Harmful?