Asam Darah Tinggi Sebabkan Ketoasidosis Diabetik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Asam Darah Tinggi Sebabkan Ketoasidosis Diabetik

Halodoc, Jakarta - Pola makan yang buruk dapat menyebabkan seseorang mengalami diabetes. Ternyata, seseorang yang mengalami diabetes mungkin saja mengalami darahnya menjadi sangat asam. Gangguan tersebut disebut dengan ketoasidosis diabetik. Kelainan ini disebabkan oleh pankreas yang berhenti bekerja.

Hal ini menyebabkan tubuh kamu kekurangan insulin yang berfungsi untuk mengubah glukosa menjadi tenaga. Seseorang yang mengalami hal ini mungkin saja mengalami kondisi yang berbahaya, bahkan kematian. Berikut pembahasan mengenai ketoasidosis diabetik yang mungkin saja terjadi padamu!

Baca juga: Diabetes Tipe 1 Bisa Sebabkan Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis Diabetik Disebabkan oleh Asam Darah Tinggi

Ketoasidosis diabetik adalah sebuah komplikasi parah yang merupakan turunan dari diabetes. Hal ini lebih sering terjadi pada seseorang yang mengidap diabetes tipe 1 dibandingkan dengan tipe 2. Penyakit ini terjadi ketika gula darah menjadi sangat tinggi dan zat asam atau keton menumpuk di dalam darah.

Ketika keton menumpuk dan sudah dalam tingkat yang berbahaya, maka kamu mungkin mengalami gangguan yang parah. Hal ini terjadi ketika insulin tidak cukup untuk diproduksi. Padahal, insulin sangat penting untuk mengubah glukosa menjadi sumber energi yang membuat kamu mempunyai tenaga.

Tanpa insulin yang memadai, tubuh akan mulai memecah lemak sebagai bahan bakar. Ketika lemak diolah, maka akan diproduksi zat sampingan, yaitu keton atau zat asam. Hal ini dapat bertumpuk pada darah yang dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik jika pengidapnya tidak mendapatkan pengobatan.

Hal ini berbeda dengan ketosis, yang jelas-jelas tidak menyebabkan bahaya pada seseorang. Ketosis umumnya terjadi sebagai akibat dari diet karbohidrat yang sangat rendah yang dapat disebabkan diet atau puasa. Maka dari itu, kamu harus memeriksakan diri ke rumah sakit. Kamu dapat menggunakan Halodoc untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu.

Baca juga: Waspada, Ini 3 Komplikasi Akibat Ketoasidosis Diabetik

Penyebab Ketoasidosis Diabetik

Gangguan pada darah ini umumnya terjadi karena tubuh kamu tidak memiliki cukup insulin. Umumnya, seseorang yang mengidap diabetes tipe 1 berisiko terhadap kelainan ini, karena tubuhnya tidak menghasilkan insulin. Keton juga dapat naik apabila kamu tidak makan, stres, atau mengalami reaksi dari insulin.

Penyakit ini juga dapat terjadi pada seseorang yang mengidap diabetes tipe 2, tetapi terbilang jarang terjadi. Jika kamu mengidap tipe 2, terutama jika usia yang terbilang tua, kamu mungkin mengalami kondisi dari gejala sindrom non-ketotik hiperglikemia. Gangguan ini dapat menyebabkan dehidrasi yang parah.

Penyakit ini umumnya dapat dipicu oleh infeksi atau penyakit lainnya yang membuat kadar hormon tertentu lebih tinggi, seperti adrenalin atau kortisol. Hormon tersebut dapat melawan efek insulin, sehingga ketoasidosis diabetik terjadi. Penyebab umumnya adalah pneumonia dan infeksi saluran kemih.

Terapi insulin juga dapat menyebabkan tubuh kamu mengolah lemak untuk energi. Perawatan tersebut yang tidak memadai dapat menyebabkan produksi insulin di tubuh kamu menurun. Hal tersebut juga memicu terjadinya gangguan pada pengolahan terhadap glukosa menjadi energi.

Baca juga: Ini Bedanya Ketoasidosis Alkoholik dan Ketoasidosis Diabetik

Pengobatan terhadap Ketoasidosis Diabetik

Untuk mengobati gangguan ini, kamu mungkin diharuskan bertemu dokter karena tidak dapat diatasi sendiri. Dokter mungkin akan memberikan insulin melalui infus untuk menurunkan ketok. Selain itu, cairan juga diberikan agar menjadi hidrasi tubuh dan mengembalikan keseimbangan kimia pada darah.

Jika kamu tidak mendapat pengobatan, hal-hal yang tidak diinginkan seperti pingsan, koma, hingga kematian mungkin saja terjadi. Selain itu, dokter mungkin mengubah dosis insulin untuk mencegah terjadi lagi. Selain itu, menjaga hidrasi tubuh dan mengonsumsi minuman bebas gula juga sangat penting.

Referensi:
Mayo Clinic.Diakses pada 2019.Diabetic ketoacidosis
Web MD.Diakses pada 2019.What You Should Know About Diabetic Ketoacidosis