Asam Lambung Naik Sebabkan Perut Panas saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Asam Lambung Naik Sebabkan Perut Panas saat Hamil?

Halodoc, Jakarta - Asam lambung naik saat hamil menjadi kondisi yang umum terjadi. Bukan tanpa alasan, ketika hamil, ibu mengalami banyak perubahan karena faktor hormonal. Nah, hal ini juga yang membuat asam lambung kerap naik ketika sedang hamil. Meski begitu, apakah ibu juga merasakan perut panas ketika asam lambung ini naik ke kerongkongan? Mengapa hal ini bisa terjadi?

Ternyata, perut terasa panas memang umum terjadi jika ibu mengalami masalah pada saluran pencernaan. Ini termasuk GERD, refluks asam, gastritis hingga dispepsia, kondisi perut terasa nyeri karena sebab yang belum diketahui dengan pasti. Refluks asam atau naiknya asam lambung ke kerongkongan diduga menjadi penyebab umum dari perut panas yang dirasakan oleh ibu hamil.  

Tidak hanya itu, refluks ini bisa mengakibatkan terjadinya iritasi pada bagian kerongkongan, sehingga ibu akan merasakan seperti ada yang mengganjal pada bagian dada. Pada kondisi refluks yang parah, ibu bisa mengalami muntah. Nah, terjadinya refluks asam yang membuat perut panas ini ternyata juga bisa karena makanan yang ibu konsumsi saat hamil, seperti makanan pedas, minuman bersoda, hingga minuman atau makanan yang mengandung kafein.

Baca juga: Asam Lambung Naik Setelah Makan? Hati-Hati Sindrom Dispepsia

Kondisi yang Menyebabkan Perut Panas ketika Hamil

Ketika ibu merasakan keluhan perut yang terasa panas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar ibu bisa mendapatkan penanganan. Kalau belum sempat, tanyakan dulu saja pada dokter kandungan melalui aplikasi Halodoc, sambil membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat di lain waktu. Pasalnya, ada beberapa kondisi medis yang bisa memicu terjadinya kenaikan asam lambung saat hamil dan membuat perut ibu menjadi terasa panas, di antaranya:

  • GERD

Masalah pencernaan ini terjadi karena cincin otot kerongkongan yang berada di posisi paling bawah tidak berhasil menutup kembali dengan sempurna setelah makanan masuk ke dalam lambung. Akibatnya, asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan dan membuat perut terasa panas. Bahkan, terkadang asam lambung ini naik bersama dengan sisa makanan yang sebelumnya ibu makan. 

Baca juga: Waspada Asam Lambung Naik saat Hamil, Ini Sebabnya

GERD bisa terjadi dengan diikuti gejala seperti perut yang terasa semakin nyeri ketika ibu berbaring atau ketika hendak tidur, batuk kering, napas yang berbunyi seperti sedang mengalami asma (refluks mengakibatkan iritasi pada jalur napas), selalu cepat merasa kenyang, mulut yang terasa asam dan terlalu sering bersendawa, bahkan muntah. 

  • Gastritis

Penyebab perut terasa panas selanjutnya adalah gastritis, yang terjadi karena infeksi bakteri H. pylori pada bagian lambung, tepatnya pada lapisan yang melindungi bagian dinding lambung. Apabila terjadi kerusakan pada bagian ini, dindin lambung akan mudah teriritasi oleh asam lambung dan menjadikannya meradang. Gastritis bisa terjadi karena beberapa kondisi medis, termasuk radang usus, stres berlebihan, merokok, hingga penyakit Celiac. 

  • Dispepsia

Berbeda dengan GERD maupun gastritis yang penyebabnya sudah diketahui dengan pasti, dispepsia terjadi tanpa penyebab yang jelas. Selain perut yang terasa panas, masalah pencernaan ini juga memicu gejala lain, termasuk nyeri perut bagian atas, perut kembung, selalu mual dan ingin muntah. Diduga, dispepsia terjadi karena kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau terlalu sering mengonsumsi minuman atau makanan yang mengandung kafein. 

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Dapat Memicu Asam Lambung Naik

Nah, itu tadi alasan mengapa kenaikan asam lambung saat hamil bisa membuat perut ibu terasa panas dan kondisi penyakit dengan gejala perut terasa panas. Kehamilan ibu perlu dijaga, jadi jangan sampai lalai melakukan pemeriksaan, ya!

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gastritis.
Healthline. Diakses pada 2020. Symptoms of Acid Reflux.
MedicineNet. Diakses pada 2020. GERD (Acid Reflux, Heartburn).