Atasi Spondylosis dengan Akupunktur, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Atasi Spondylosis dengan Akupunktur, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Menurut jurnal kesehatan yang dipublikasikan di Healthcare Medicine Institutes, akupunktur cukup efektif untuk pengobatan jenis radang sendi kronis yang dikenal sebagai spondylitis. 

Spondylitis adalah gangguan tulang belakang yang menyebabkan penurunan fleksibilitas dan dapat mengubah bentuk tulang belakang pengidapnya membungkuk ke depan. Bagaimana akupuntur bisa mengatasi spondylitis? Baca informasi lanjutannya di sini.

Cara Kerja Akupuntur

Akupunktur dapat menjadi pengobatan alternatif untuk orang yang mengidap spondylosis dengan gejala nyeri punggung bagian bawah. Teknik akupuntur dapat menghilangkan nyeri sekaligus meningkatan kualitas hidup pengidapnya jika dilakukan perawatan intens.

Baca juga: Cantik dengan Akupuntur, Ayo Ketahui Manfaatnya!

Perawatan akupuntur menjadi pilihan karena minim efek samping, tidak seperti beberapa prosedur bedah yang terkadang menimbulkan komplikasi. Dengan penekanan pada titik-titik yang tepat, pengobatan akupuntur dapat mengurangi kejang otot, mengatur fungsi saraf otonom, melebarkan pembuluh darah, dan meningkatkan suplai darah ke otak. 

Tergantung pengobatannya, jarum-jarum akupuntur akan dimasukkan dengan kedalaman 1,5 –2 inci dan terkadang diputar secara bergantian. Posisi memasukkan jarum juga berbeda-beda, ada yang dari atas, bawah, kiri, kanan, bahkan tegak lurus. 

Satu sesi akupuntur beragam, bisa 20 menit atau lebih tergantung dengan kebutuhan dan keparahan sakitnya. Selain akupuntur, ada juga pemberian obat berupa ramuan herbal. Pengobatan akupuntur termasuk perawatan tradisional Tiongkok yang memercayai kesehatan adalah hasil dari keseimbangan harmonis antara "yin" dan "yang".

Ada sekira 350 titik akupunktur dalam tubuh dan memasukkan jarum ke titik-titik tersebut melalui kombinasi yang tepat dapat membawa aliran energi “yin” dan “yang” pada keseimbangan yang tepat.

Ahli medis modern menganggap titik akupunktur sebagai tempat di mana saraf, otot, dan jaringan ikat dapat dirangsang. Stimulasi yang tepat dapat meningkatkan aliran darah dan menghilangkan rasa sakit pada tubuh secara alami tanpa harus meminum obat penghilang sakit.

Akupuntur adalah alternatif pengobatan, tetapi ada baiknya sebelum memutuskan untuk menjalani pengobatan tertentu, periksakan diri ke dokter melalui Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Apa Itu Spondylosis?

Spondylosis adalah jenis radang sendi yang dipicu oleh keausan pada tulang belakang. Ini terjadi ketika cakram dan sendi berdegenerasi, sehingga mengalami keausan. Perubahan ini dapat mengganggu gerakan tulang belakang dan memengaruhi saraf dan fungsi lainnya.

Baca juga: 6 Penyakit yang Bisa Sebabkan Nyeri Punggung

Menurut American Academy of Orthopedic Surgeons, lebih dari 85 persen orang yang berusia lebih dari 60 tahun mengidap spondylosis. Selain usia, ada beberapa faktor lain yang menempatkan seseorang pada kecenderungan spondylosis, yaitu:

  1. Memiliki kecenderungan genetik;

  2. Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan;

  3. Kurang olahraga;

  4. Mengalami cedera tulang belakang atau menjalani operasi tulang belakang;

  5. Meroko;

  6. Memiliki pekerjaan yang membutuhkan gerakan berulang atau menahan beban yang melibatkan tulang belakang;

  7. Memiliki kondisi kesehatan mental, seperti kecemasan atau depresi; dan

  8. Mengalami arthritis psoriatik.

Bagaimana seseorang bisa tahu kalau dia mengidap spondylosis? Kebanyakan orang dengan spondylosis terkait usia tidak mengalami gejala apa pun. Beberapa orang memiliki gejala untuk sementara waktu, tetapi kemudian hilang. Terkadang, gerakan yang tiba-tiba bisa memicu gejala.

Namun, gejala umumnya adalah kekakuan dan nyeri ringan yang memburuk setelah gerakan tertentu atau lama tanpa bergerak kemudian tiba-tiba bergerak bisa memicu sakit. Selain itu, gejala yang lebih parah termasuk:

Baca juga: Kenali Spondylosis, Penyakit yang Menyerang Tulang Belakang

  1. Rasa sakit yang amat sangat saat menggerakkan tulang belakang;

  2. Sensasi melemah di tangan atau kaki;

  3. Koordinasi yang buruk;

  4. Kejang otot dan nyeri;

  5. Sakit kepala;

  6. Kehilangan keseimbangan dan kesulitan berjalan; dan

  7. Tidak bisa mengontrol keinginan BAB ataupun berkemih. 

Referensi: 
Medical News Today. Diakses pada 2019. Spondylosis: All you need to know
Healthcare Medicine Institutes. Diakses pada 2019. Acupuncture Found Effective For Cervical Spine Disorders
British Acupuncture Council. Diakses pada 2019. Acupuncture for Ankylosing Spondylitis